Sayur Kohlrabi: Superfood Unik yang Wajib Anda Coba!

Sayur kohlrabi atau kadang disebut dengan lobak kubis (walaupun tidak sejenis dengan tanaman lobak; Raphanus raphanistrum subsp. sativus) adalah tanaman sayur dari keluarga kubis yang bentuknya mirip gabungan lobak dan kubis. Bagian yang sering dimakan berupa umbi membulat di atas tanah, dengan warna hijau pucat atau ungu dan daun menjulang seperti mahkota.
Secara umum, sayur kohlrabi masuk kelompok Brassica oleracea, sama seperti brokoli, kubis, dan kembang kol. Namun, kohlrabi punya ciri khas unik: batang menggembung yang terasa renyah dan manis segar.
Karena keunikan bentuk dan rasanya, kohlrabi mulai dilirik sebagai superfood baru di dapur modern, baik untuk menu rumahan, diet sehat, maupun kreasi masakan kreatif.
Sebagai langkah awal, mari kita kenali dulu tanaman sayur kohlrabi lebih dekat dari sisi ilmiah dan bentuk fisiknya.
Daftar isi:
- Mengenal Tanaman Sayur Kohlrabi
- Jenis Populer Sayur Kohlrabi
- Kandungan Nutrisi Sayur Kohlrabi (per 100 gram)
- Manfaat Kesehatan Sayur Kohlrabi
- Fakta Unik Sayur Kohlrabi
- Syarat Tumbuh dan Propagasi Sayur Kohlrabi
- Bagaimana Rasa dan Cara Mengkonsumsi Sayur Kohlrabi
- Tabel Panduan Singkat Menanam Sayur Kohlrabi
- Kesimpulan
- FAQ tentang Sayur Kohlrabi
Mengenal Tanaman Sayur Kohlrabi
(Brassica oleracea Gongylodes Group)
Untuk memahami potensi sayur kohlrabi secara utuh, kita perlu melihatnya dari tiga sisi: taksonomi, morfologi, dan sebaran geografis. Dengan cara ini, kamu akan lebih mudah membedakan kohlrabi dari sayuran lain satu keluarga.
a. Taksonomi Sayur Kohlrabi (Terstruktur)
Berikut klasifikasi ilmiah kohlrabi:
- Kerajaan (Kingdom): Plantae
- Divisi: Magnoliophyta (Angiospermae / tumbuhan berbunga)
- Kelas: Magnoliopsida (Dicotyledonae)
- Ordo: Brassicales
- Famili: Brassicaceae
- Genus: Brassica
- Spesies: Brassica oleracea
- Kelompok Budidaya: Gongylodes Group
Dari klasifikasi itu, terlihat jelas bahwa kohlrabi masih satu rumpun dengan kubis dan brokoli, tetapi berada pada kelompok budidaya khusus yang menghasilkan batang menggembung.
b. Morfologi Sayur Kohlrabi
Untuk membedakan kohlrabi di kebun atau pasar, perhatikan ciri fisik berikut:
- Batang menggembung (umbi batang)
- Terletak di atas permukaan tanah
- Bentuk bulat atau agak pipih
- Warna hijau muda, hijau keputihan, atau ungu
- Tekstur renyah, mirip antara lobak dan apel
- Daun
- Tumbuh dari permukaan umbi batang
- Bentuk memanjang, hijau kebiruan
- Tersusun seperti roset kecil di sekitar “bola” kohlrabi
- Akar
- Akar serabut yang tumbuh dari bagian bawah umbi batang
- Berfungsi menyerap air dan hara dari tanah
- Bunga (jika dibiarkan tua)
- Bunga kecil berwarna kuning khas famili Brassicaceae
- Muncul saat tanaman memasuki fase generatif
Dengan mengenali morfologi ini, kamu akan lebih mudah membedakan kohlrabi dari lobak, kol, atau bahkan sawi.

c. Negara Asal dan Sebaran Geografis
Kohlrabi diyakini berasal dari kawasan Eropa Utara dan Eropa Tengah. Tanaman ini populer di Jerman, Austria, dan negara-negara sekitarnya. Dari sana, kohlrabi menyebar ke:
- Eropa Timur dan Selatan
- Asia Selatan (India, Pakistan)
- Asia Timur (Tiongkok, Jepang)
- Amerika Utara dan negara beriklim sedang lainnya
Saat ini, kohlrabi juga mulai dibudidayakan di beberapa daerah dataran tinggi tropis, termasuk Indonesia, karena cocok dengan iklim yang relatif sejuk.
Untuk mengenal lebih detail lagi, sekarang kita masuk ke salah satu hal yang sering membuat orang penasaran: apa saja jenis populer sayur kohlrabi yang ada di pasaran?
Baca juga: Sayur Kailan: Saudara Brokoli dengan Manfaat Dahsyat
Jenis Populer Sayur Kohlrabi
Secara umum, sayur kohlrabi terbagi menjadi dua tipe warna yang paling dikenal, yaitu kohlrabi hijau dan kohlrabi ungu. Keduanya masih satu spesies, tetapi punya tampilan dan sedikit perbedaan karakter.
1. Kohlrabi Hijau
Kohlrabi hijau adalah jenis yang paling sering dijumpai, terutama di pasar modern dan supermarket.
Ciri utama:
- Kulit umbi berwarna hijau muda hingga hijau keputihan
- Daging umbi berwarna putih pucat
- Daun hijau kebiruan dengan tangkai panjang
- Tampilan lebih “netral” sehingga mirip sayuran biasa
Karakter rasa & penggunaan:
- Rasa lembut, sedikit manis, dengan aroma ringan
- Sangat cocok dimakan mentah dalam salad, acar, atau jus campuran
- Ideal untuk kamu yang baru pertama kali mencoba sayur kohlrabi
2. Kohlrabi Ungu
Berikutnya ada kohlrabi ungu, yang tampilannya jauh lebih mencolok dan sering menarik perhatian di rak sayuran.
Ciri utama:
- Kulit umbi berwarna ungu keunguan atau violet
- Daging umbi tetap berwarna putih pucat
- Kontras warna antara kulit dan daging umbi cukup menarik
- Daun biasanya sedikit lebih gelap dibanding kohlrabi hijau
Karakter rasa & penggunaan:
- Rasa mirip dengan kohlrabi hijau: renyah, segar, sedikit manis
- Warna kulit ungu mengandung pigmen antosianin yang bersifat antioksidan
- Cocok untuk hidangan dekoratif, plating cantik, atau olahan yang ingin tampil beda

Mana yang Lebih Baik: Hijau atau Ungu?
Dari sisi nutrisi dasar (serat, vitamin C, mineral), keduanya relatif mirip. Perbedaan utama justru pada:
- Penampilan visual (untuk plating dan daya tarik hidangan)
- Kandungan pigmen warna, terutama antosianin pada kohlrabi ungu
Artinya, kamu bisa memilih berdasarkan ketersediaan, selera, dan tujuan penyajian. Untuk pemula, kohlrabi hijau biasanya lebih mudah ditemukan; sementara kohlrabi ungu unggul untuk tampilan masakan yang lebih menarik.
Setelah mengenali jenis-jenis populernya, kini saatnya melihat alasan kuat mengapa sayur kohlrabi mulai dilirik sebagai bahan makanan sehat: kandungan nutrisinya.
Baca juga: Sayur Caisim: Bukan Sekedar Sawi Biasa! Ini Buktinya!
Kandungan Nutrisi Sayur Kohlrabi (per 100 gram)
Sayur kohlrabi dikenal padat nutrisi, rendah kalori, dan tinggi serat. Kombinasi ini sangat menarik bagi kamu yang ingin makan enak sekaligus menjaga kesehatan.
Tabel Kandungan Nutrisi Kohlrabi (per 100 g, mentah)
| Nutrisi | Jumlah Per 100 g |
|---|---|
| Energi | 27 kkal |
| Air | ±91 g |
| Protein | 1,7 g |
| Lemak total | ,1 g |
| Karbohidrat | 6,2 g |
| Serat pangan | 3,6 g |
| Gula total | 2,6 g |
| Vitamin C | 62 mg |
| Vitamin B6 | ,2 mg |
| Folat | 16 µg |
| Vitamin A (RAE) | 2 µg |
| Vitamin K | ,1 µg |
| Kalsium | 24 mg |
| Magnesium | 19 mg |
| Kalium | 350 mg |
| Fosfor | 46 mg |
| Natrium | 20 mg |
| Zat besi | ,4 mg |
Sumber rujukan data nutrisi (komposisi dapat sedikit berbeda menurut varietas & kondisi budidaya).
Dengan kandungan seperti ini, jelas kohlrabi bukan sekadar sayuran unik bentuknya. Selanjutnya, mari kita telusuri manfaat kesehatan yang bisa kamu dapatkan.

Manfaat Kesehatan Sayur Kohlrabi
Kombinasi serat, vitamin, dan mineral dalam sayur kohlrabi memberi berbagai manfaat nyata untuk tubuh. Berikut beberapa di antaranya:
- Mendukung daya tahan tubuh
- Kandungan vitamin C yang tinggi membantu menjaga sistem imun dan mempermudah penyerapan zat besi.
- Menjaga kesehatan pencernaan
- Serat pangan membantu melancarkan buang air besar, mendukung keseimbangan mikrobiota usus, dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
- Membantu mengontrol berat badan
- Rendah kalori, tinggi serat, dan cukup mengenyangkan. Kohlrabi cocok untuk kamu yang sedang menurunkan atau menjaga berat badan.
- Mendukung kesehatan jantung
- Kalium membantu menjaga keseimbangan tekanan darah. Serat juga berperan membantu mengontrol kadar kolesterol.
- Baik untuk kesehatan tulang
- Kalsium, magnesium, dan fosfor berkontribusi pada kesehatan tulang dan gigi ketika dikombinasikan dengan pola makan seimbang.
- Potensi sifat antioksidan
- Senyawa fitokimia (seperti glukosinolat dan isothiocyanate) dalam sayur kohlrabi dapat membantu melawan radikal bebas dan mendukung perlindungan sel.
Setelah melihat manfaat kesehatannya, kamu mungkin mulai berpikir: “Sayur ini kok belum begitu populer ya?” Di sinilah beberapa fakta unik kohlrabi membuatnya semakin menarik.
Baca juga: Sayur Bendi: Bukan Sekadar Lalapan, Tapi Juga Obat Mujarab!
Fakta Unik Sayur Kohlrabi
Berpindah dari manfaat ke sisi menarik lain, berikut beberapa fakta unik tentang kohlrabi:
- Sering disebut “German Turnip”
Kohlrabi sering dijuluki lobak Jerman karena popularitasnya di Jerman dan kemiripan bentuk dengan lobak. - Bisa dimakan mentah maupun matang
Kohlrabi bisa langsung dimakan seperti makan buah, diparut untuk salad, atau dimasak dalam sup, tumisan, dan panggangan. - Daunnya juga bisa dimakan
Tidak hanya umbinya, daun sayur kohlrabi juga dapat diolah layaknya daun sawi atau bayam. - Termasuk tanaman “fast crop”
Masa panen relatif cepat, sekitar 45–60 hari setelah tanam. Ini menguntungkan untuk petani maupun pekebun rumahan. - Cocok untuk kebun kecil dan pot
Karena ukurannya tidak terlalu besar, kohlrabi bisa ditanam dalam pot, polybag, atau bedengan kecil di pekarangan.
Setelah memahami sisi uniknya, sekarang kita beralih ke hal yang sangat penting jika kamu ingin menanamnya sendiri: syarat tumbuh dan cara perbanyakannya.
Syarat Tumbuh dan Propagasi Sayur Kohlrabi
Agar kohlrabi tumbuh optimal, kamu perlu memperhatikan faktor lingkungan utama, sekaligus teknik perbanyakan tanamannya.
Syarat Tumbuh
- Iklim & Suhu
- Ideal: 15–22°C
- Cocok di dataran tinggi atau daerah sejuk
- Di dataran rendah masih bisa tumbuh, tetapi kualitas umbi kadang kurang optimal
- Cahaya
- Membutuhkan sinar matahari langsung minimal 4–6 jam per hari
- Tanah
- Gembur, subur, kaya bahan organik
- pH ideal: 6,–7,5
- Drainase baik, tidak tergenang
- Air
- Kebutuhan air cukup tinggi, tetapi tidak suka kondisi becek
- Penyiraman teratur menjaga tanah tetap lembap
Propagasi (Perbanyakan)
Umumnya, kohlrabi diperbanyak melalui biji:
- Semai biji di media campuran tanah gembur + kompos + sedikit pasir.
- Jaga kelembapan media hingga biji berkecambah.
- Setelah muncul 2–3 helai daun sejati, bibit siap dipindah ke lahan atau pot.
- Beri pupuk organik atau NPK seimbang untuk mendukung pembentukan umbi batang.
Setelah tahu cara menumbuhkannya, kamu tentu penasaran: sebetulnya seperti apa rasa sayur kohlrabi dan bagaimana cara menikmatinya?
Bagaimana Rasa dan Cara Mengkonsumsi Sayur Kohlrabi
Rasa sayur kohlrabi cukup unik dan menyenangkan. Banyak orang menggambarkannya sebagai:
- Perpaduan antara batang brokoli, lobak muda, dan sedikit manis segar seperti apel
- Teksturnya renyah ketika dimakan mentah, dan menjadi lebih empuk setelah dimasak
Cara Mengkonsumsi Sayur Kohlrabi
- Dimakan mentah (raw)
- Kupas kulit luar yang keras.
- Iris tipis, potong dadu, atau parut.
- Sajikan sebagai salad dengan dressing lemon, minyak zaitun, dan sedikit garam.
- Ditumis atau disayur
- Potong dadu atau stik.
- Tumis dengan bawang putih, bawang merah, dan sayur lain seperti wortel, buncis, atau paprika.
- Dijadikan sup atau stew
- Masukkan potongan kohlrabi ke dalam sup bening, sop ayam, atau stew sayuran.
- Dipanggang / oven-roasted
- Campur dengan minyak, garam, dan lada.
- Panggang di oven hingga kecokelatan dan sedikit karamelisasi.
- Menggunakan daunnya
- Tumis daun kohlrabi seperti menumis bayam atau sawi.
- Bisa juga dimasukkan ke sup sebagai tambahan hijau-hijauan.
Setelah tahu cara menikmati kohlrabi di dapur, langkah praktis berikutnya adalah memahami panduan singkat menanamnya di rumah.

Tabel Panduan Singkat Menanam Sayur Kohlrabi
Untuk mempermudah kamu memulai, berikut tabel ringkas proses budidaya sayur kohlrabi dari awal sampai panen.
| Tahap | Langkah | Catatan Penting |
|---|---|---|
| 1. Persiapan Benih | Pilih benih berkualitas, rendam 2–4 jam sebelum semai (opsional) | Gunakan benih segar dari sumber terpercaya |
| 2. Penyemaian | Semai di tray/polybag dengan media gembur & lembap | Letakkan di tempat terang tapi tidak terlalu terik |
| 3. Pemindahan | Pindahkan bibit saat 2–3 helai daun sejati ke lahan/pot | Jarak tanam ±20–30 cm antar tanaman |
| 4. Pemupukan | Beri pupuk organik/NPK seimbang secara berkala | Hindari pemupukan berlebihan agar umbi tidak pecah |
| 5. Penyiraman | Siram rutin pagi/sore, jaga kelembapan tanpa membuat tanah becek | Air berlebih bisa memicu busuk akar |
| 6. Pengendalian Hama | Pantau ulat, kutu daun, dan penyakit jamur | Gunakan pestisida nabati atau pengendalian hayati |
| 7. Pembentukan Umbi | Pastikan tanah gembur dan nutrisi cukup saat umbi mulai membesar | Jangan biarkan tanaman kekurangan air di fase ini |
| 8. Panen | Panen saat umbi diameter ±6–8 cm, sebelum terlalu tua | Umbi tua cenderung keras dan berserat |
| 9. Pasca Panen | Bersihkan tanah, potong daun bila perlu, simpan di tempat sejuk | Bisa disimpan di kulkas beberapa hari |
Dengan panduan ini, kamu sudah punya gambaran jelas untuk langsung mencoba menanam kohlrabi sendiri.

Baca Juga: Sayur Organik: Tanam Sendiri Lebih Sehat? Panduan Lengkap!
Kesimpulan
Sayur kohlrabi bukan hanya menarik dari bentuknya yang mirip “bola alien” di kebun, tetapi juga kaya nutrisi dan manfaat kesehatan. Sebagai anggota keluarga Brassicaceae, kohlrabi menawarkan:
- Serat tinggi dan vitamin C melimpah
- Potensi mendukung kesehatan pencernaan, jantung, dan imun
- Dua jenis populer (hijau dan ungu) dengan tampilan menarik
- Fleksibilitas pengolahan: bisa dimakan mentah, ditumis, disup, atau dipanggang
- Kemudahan budidaya, termasuk di pot atau lahan sempit
Sayur kohlrabi hijau cocok untuk kamu yang menyukai rasa ringan dan mudah diolah, sementara kohlrabi ungu unggul dalam tampilan dan kandungan pigmen antosianin. Keduanya tetap sama-sama bergizi dan bisa masuk ke berbagai menu harian.
Jika selama ini pilihan sayurmu hanya berputar di kubis, wortel, dan sawi, sayur kohlrabi layak kamu masukkan ke daftar wajib coba. Dengan mengenal nutrisi, jenis, manfaat, cara tanam, dan cara olahnya, kamu bisa memaksimalkan potensi sayuran unik ini di dapur dan kebunmu.
Sebagai penutup, mari kita jawab beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait sayur kohlrabi, supaya kamu makin mantap untuk mencoba dan menanamnya sendiri.
FAQ tentang Sayur Kohlrabi
1. Apa perbedaan kohlrabi dengan lobak dan kol biasa?
Kohlrabi adalah batang menggembung dari Brassica oleracea yang tumbuh di atas tanah, sedangkan lobak adalah akar yang tumbuh di bawah tanah. Kol biasa (kubis) menghasilkan kepala daun yang mengumpul, bukan umbi batang. Cita rasa kohlrabi lebih ringan, sedikit manis, dan teksturnya lebih renyah dibanding lobak.
2. Apakah sayur kohlrabi bisa dimakan mentah?
Bisa. Sayur kohlrabi sangat enak dimakan mentah setelah dikupas kulit luarnya. Daging umbinya renyah dan segar sehingga cocok untuk salad, acar, atau camilan sehat dengan saus cocol seperti yogurt atau hummus.
3. Bagian mana dari tanaman kohlrabi yang bisa dimakan?
Ada dua bagian utama yang bisa dikonsumsi:
- Umbi batang: bagian bulat di atas tanah
- Daun: bisa diolah seperti daun sawi atau bayam
Akar biasanya tidak dikonsumsi karena kecil dan berserat.
4. Bagaimana cara memilih kohlrabi yang bagus di pasar?
Pilih kohlrabi yang:
- Umbinya keras, padat, dan tidak keriput
- Kulit relatif halus, tanpa bercak busuk
- Jika masih berdaun, pilih daun yang hijau dan tidak layu
Umbi yang terlalu besar cenderung lebih berserat dan kurang lembut.
5. Apakah sayur kohlrabi cocok untuk diet?
Ya, sangat cocok. Sayur kohlrabi rendah kalori, tinggi serat, dan cukup mengenyangkan. Kandungan karbohidratnya moderat dan dapat masuk ke pola makan diet sehat, termasuk untuk program penurunan berat badan, selama diolah tanpa terlalu banyak minyak dan gula.
6. Apakah kohlrabi bisa ditanam di iklim tropis seperti Indonesia?
Bisa, terutama di dataran tinggi atau daerah dengan suhu lebih sejuk. Di dataran rendah, kohlrabi tetap bisa tumbuh, tetapi kualitas umbi kadang kurang maksimal. Pemilihan varietas yang cocok serta pengelolaan air dan naungan akan sangat membantu.
7. Berapa lama waktu yang dibutuhkan kohlrabi sampai panen?
Rata-rata kohlrabi siap panen sekitar 45–60 hari setelah tanam, tergantung varietas, kondisi iklim, dan perawatan. Panen ideal dilakukan saat umbi berdiameter sekitar 6–8 cm agar teksturnya masih lembut dan tidak terlalu berserat.
8. Apakah ada perbedaan rasa antara kohlrabi hijau dan ungu?
Secara umum, rasanya mirip: renyah, segar, dan sedikit manis. Perbedaan utamanya ada pada tampilan. Kohlrabi ungu memiliki kulit berwarna violet dengan pigmen antosianin, sementara kohlrabi hijau berwarna hijau pucat. Keduanya sama-sama lezat dan bergizi.
9. Bagaimana cara menyimpan kohlrabi agar awet?
Simpan kohlrabi di dalam kulkas:
- Potong daun jika tidak akan langsung digunakan
- Simpan umbi dalam plastik berlubang atau wadah tertutup longgar
- Dalam kondisi baik, umbi dapat bertahan sekitar 1–2 minggu
Daunnya sebaiknya segera diolah karena lebih cepat layu.
10. Apakah kohlrabi aman untuk penderita diabetes?
Secara umum, kohlrabi relatif aman untuk penderita diabetes karena rendah kalori dan mengandung serat yang membantu mengontrol kenaikan gula darah. Namun, konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan anjuran dokter atau ahli gizi, terutama jika ada kondisi medis lain yang menyertai.
Semoga bermanfaat.
Salam tetanam!
may@tetanam







