Tanaman Walisongo: Solusi Hijau Perangi Polutan Modern

Tanaman walisongo, yang dikenal dengan nama ilmiah Heptapleurum actinophyllum (dulu Schefflera actinophylla), adalah solusi hijau yang semakin mendapat perhatian. Tanaman ini tidak hanya indah, tetapi juga memiliki peran penting dalam mengatasi polutan. Dia juga menjadi salah satu pilihan alami untuk meningkatkan kualitas udara dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai taksonomi, morfologi, sebaran geografis, syarat tumbuh, serta cara propagasi tanaman walisongo.
Daftar isi:
- Mengenal Tanaman Walisongo
- Syarat Tumbuh dan Propagasi
- Jenis-Jenis Tanaman Walisongo
- Tanaman Walisongo dan Polutan
- Fakta Unik Tanaman Walisongo
- Cara Menanam dan Merawat
- Kesimpulan
- FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Mengenal Tanaman Walisongo
Mari kita mulai dengan mengenal lebih jauh tentang taksonomi dari tanaman walisongo.
Taksonomi Terstruktur
Tanaman walisongo termasuk dalam keluarga Araliaceae. Dalam klasifikasi ilmiah, taksonomi dari tanaman ini adalah sebagai berikut:
- Kingdom: Plantae
- Divisi: Angiospermae
- Kelas: Eudicotyledons
- Ordo: Apiales
- Keluarga: Araliaceae
- Genus: Heptapleurum
- Spesies: H. actinophyllum
Memahami taksonomi tanaman walisongo memberikan gambaran lebih jelas mengenai posisi tanaman ini dalam dunia botani.
Morfologi
Sekarang, mari kita lihat ciri morfologis dari tanaman walisongo.
Tanaman walisongo merupakan tanaman semi-tropis dengan ciri-ciri morfologi yang mudah dikenali. Umumnya, tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian 4 hingga 10 meter. Ciri utamanya adalah daun lebar berwarna hijau mengkilap, yang tumbuh dalam bentuk lonjong dengan tepi bergerigi. Daunnya memiliki tulang daun yang jelas dan teratur, menjadikannya sangat menarik untuk dijadikan tanaman hias.

Baca juga: Kenapa Tanaman Vital untuk Kehidupan Kita Sehari-hari?
Bunga tanaman walisongo muncul dalam bentuk payung dengan warna krem hingga kuning, meskipun tidak secara signifikan menjadi fokus utama, karena keindahan daun sering kali lebih menarik perhatian.
Jadi, dengan segala bentuk dan tampilannya, morfologi tanaman walisongo membuatnya menjadi pilihan ideal untuk menghias ruang terbuka dan dalam ruangan.
Negara Asal dan Sebaran Geografis
Kini kita beralih ke negara asal dan sebaran geografis dari tanaman walisongo.
Tanaman walisongo berasal dari kawasan tropis, khususnya di wilayah Papua New Guinea dan pulau-pulau sekitarnya. Meskipun demikian, tanaman ini telah berhasil menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Kondisi tropis yang mendukung seperti suhu hangat dan kelembapan yang cukup membuat tanaman ini dapat tumbuh subur dan menunjukkan penampilan yang optimal.
Dengan demikian, pemahaman mengenai negara asal dan sebaran geografis tanaman walisongo membantu kita menghargai keberagaman flora yang ada.

Syarat Tumbuh dan Propagasi
Selanjutnya, mari kita bahas syarat tumbuh dan cara propagasi tanaman walisongo.
Tanaman walisongo sangat fleksibel dalam masalah syarat tumbuh, sehingga dapat ditanam di berbagai jenis tanah asalkan memiliki saluran pembuangan yang baik. Tanaman ini lebih menyukai tanah yang kaya akan humus dan memiliki pH netral. Suhu ideal untuk pertumbuhannya berkisar antara 20 hingga 30 derajat Celsius, dengan kelembapan tinggi.
Syarat Tumbuh:
- Tanah: Humus kaya, berdrainase baik
- Cahaya: Dapat tumbuh di tempat teduh hingga cahaya penuh
- Suhu: 20-30°C
- Kelembapan: Tinggi
Setelah memahami syarat tumbuh, saatnya kita mengetahui lebih dalam tentang cara propagasi (perbanyakan).
Ada beberapa cara untuk melakukan propagasi tanaman walisongo:
- Perbanyakan Melalui Stek: Anda dapat memotong batang yang sehat dan menanamnya di media tanam yang lembab. Pastikan batang memiliki beberapa daun untuk fotosintesis.
- Pembibitan dari Bijinya: Meskipun lebih jarang dilakukan, menyemai biji bisa menjadi cara lain. Namun, kecepatan pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan dengan stek.
- Pemisahan Anakan: Jika tanaman sudah besar, Anda bisa memisahkan anakan yang tumbuh dari pangkal tanaman, lalu menanamnya kembali.
Baca juga: Tanaman Fittonia: Ciptakan Ruang Hijau yang Menawan
Pembelajaran mengenai syarat tumbuh dan cara propagasi membantu Anda memahami betapa mudahnya merawat tanaman walisongo.
Jenis-Jenis Tanaman Walisongo
Setelah membahas syarat tumbuh dan propagasi, mari kita eksplorasi lebih jauh tentang jenis-jenis tanaman walisongo yang ada.
Tanaman walisongo merupakan bagian dari genus Schefflera, yang memiliki berbagai spesies. Berikut beberapa jenis yang terkenal:
- Schefflera Arboricola (Dwarf Umbrella Tree): Memiliki ukuran lebih kecil dan cocok untuk indoor.
- S. Octophylla: Dikenal dengan daun lebar berbentuk oval.
- S. Elegantissima: Memiliki corak daun yang lebih menarik dengan variasi warna hijau.

Keberagaman jenis tanaman walisongo memberikan lebih banyak pilihan bagi Anda yang ingin menambahkan nuansa hijau di rumah.
Tanaman Walisongo dan Polutan
Selanjutnya, mari kita bicarakan mengenai peran penting tanaman walisongo dalam mengatasi polutan.
Tanaman walisongo tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membersihkan udara dari polutan. Beberapa polutan yang dapat disingkirkan antara lain:
- Benzena: Senyawa kimia yang umum ditemukan dalam asap rokok dan produk pembersih.
- Formaldehida: Umumnya terdapat pada cat, karpet, dan bahan pengawet.
Selain itu, tanaman ini juga dapat:
- Memperindah interior ruangan atau taman
- Memberikan efek menenangkan
- Meningkatkan produktivitas dengan menciptakan suasana yang nyaman
Menghadirkan tanaman walisongo di rumah tidak hanya mempercantik ruang, tetapi juga mendukung kualitas udara yang lebih baik.

Fakta Unik Tanaman Walisongo
Selanjutnya, mari kita eksplorasi fakta unik tentang tanaman walisongo yang mungkin belum Anda ketahui.
Ada beberapa mitos dan fakta unik mengenai tanaman walisongo:
- Mitos: Dipercayai dapat membawa keberuntungan bagi pemiliknya.
- Filosofi: Dalam beberapa budaya, tanaman ini melambangkan ketahanan dan harapan.
- Fakta Unik: Tanaman ini dapat bertahan hidup dalam kondisi minim cahaya, menjadikannya ideal untuk lingkungan dalam ruangan.
Mengetahui fakta unik tentang tanaman walisongo bisa memperkaya wawasan budaya dan nilai estetika tanaman ini.
Cara Menanam dan Merawat
Kini, saatnya untuk membahas cara menanam dan merawat tanaman walisongo dengan langkah-langkah yang praktis.
Berikut langkah-langkah praktis dalam menanam dan merawat tanaman walisongo:
Memilih Wadah Tanam
Pilih pot dengan lubang drainase yang baik untuk menghindari genangan air.
Memilih Media Tanam
Gunakan campuran tanah humus dan pasir untuk memastikan drainase yang baik.
Penanaman
- Letakkan stek atau anakan ke dalam pot.
- Pastikan kedalaman tanam tidak lebih dari 2 inci dari permukaan.
Penyiraman
Sirami tanaman 1–2 kali seminggu atau saat tanah terasa kering. Hindari overwatering.

Pemberian Pupuk
Berikan pupuk cair setiap sebulan sekali untuk mendukung pertumbuhan.
Pembesaran dan Perawatan
- Pangkas daun kering untuk menjaga kebersihan.
- Rotasi pot agar tanaman tumbuh merata.
Dengan merawat tanaman secara tepat, hasil yang baik dapat diperoleh dan keindahan tanaman walisongo dapat dinikmati lebih lama.
Baca juga: Palem Waregu: Eksotisme Tersembunyi yang Wajib Anda Tahu!
Kesimpulan
Secara keseluruhan, tanaman walisongo bukan hanya sekadar tanaman hias, melainkan juga berfungsi sebagai penyaring polutan yang efektif. Keanggunannya, ditambah dengan kemampuannya dalam membantu meningkatkan kualitas udara, menjadikannya pilihan ideal untuk menghiasi rumah atau kantor Anda. Dengan memahami taksonomi, morfologi, sebaran geografis, syarat tumbuh, serta cara propagasi, Anda dapat mengoptimalkan perawatan dan propagasi tanaman ini.
Dengan demikian, tanaman walisongo adalah langkah kecil menuju lingkungan yang lebih bersih. Bergabunglah dalam gerakan menghijaukan lingkungan dengan menanam tanaman walisongo dan nikmati manfaatnya bagi kesehatan Anda dan lingkungan sekitar.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Akhirnya, untuk melengkapi informasi yang telah kita bahas, berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan mengenai tanaman walisongo:
- Apa itu tanaman walisongo?
Tanaman walisongo adalah tanaman yang dikenal dengan nama ilmiah Heptapleurum actinophyllum, berfungsi sebagai tanaman hias dan penyaring polutan. - Bagaimana cara merawat tanaman walisongo?
Merawat tanaman walisongo meliputi pemilihan media tanam yang tepat, penyiraman yang cukup, dan pemupukan rutin. - Apa manfaat tanaman walisongo?
Selain memperindah ruangan, tanaman ini juga berfungsi untuk membersihkan udara dari polutan dan memberikan efek menenangkan. - Bagaimana cara memperbanyak tanaman walisongo?
Tanaman ini dapat diperbanyak melalui stek batang, biji, atau pemisahan anakan. - Apakah tanaman walisongo aman untuk hewan peliharaan?
Tanaman ini dianggap aman, tetapi tetap harus diawasi.
Dengan menambahkan informasi ini, Anda kini mendapatkan wawasan lebih mendalam mengenai tanaman walisongo dan cara merawatnya. Selamat menanam!
Salam tetanam!







