Sawi Putih: Superfood Murah, Kaya Nutrisi, Wajib di Dapur

Sawi putih adalah sayuran sederhana yang sering muncul di sup, tumisan, hingga kimchi. Banyak orang menganggapnya sayur biasa, padahal kandungan vitamin dan manfaatnya luar biasa.
Tanaman ini dikenal sangat kaya vitamin A, C, K, serta mengandung folat, kalsium, dan serat. Kombinasi ini mendukung daya tahan tubuh, kesehatan tulang, pencernaan, sampai kesehatan jantung.
Dengan harga yang terjangkau dan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket, sawi putih menjadi pilihan cerdas untuk menu harian. Untuk memahami potensi penuhnya, kita perlu mengenal tanaman sawi putih lebih dekat.
Daftar isi:
- Mengenal Tanaman Sawi Putih (Brassica rapa Pekinensis)
- Nutrisi Sawi Putih per 100 Gram
- Manfaat Sawi Putih bagi Kesehatan
- Fakta Unik Sawi Putih
- Sawi Putih dalam Masakan Asia
- Tips Memilih Sawi Putih Saat Membeli
- Syarat Tumbuh dan Propagasi Sawi Putih
- Menanam Sawi Putih di Rumah (Tabel Ringkas)
- Kesimpulan
- FAQ seputar Sawi Putih
Mengenal Tanaman Sawi Putih (Brassica rapa Pekinensis)
Agar pembahasan lebih terarah, mari mulai dari identitas botani sawi putih, bentuk fisiknya, hingga asal-usul penyebarannya.
a. Taksonomi Sawi Putih (Terstruktur)
Berikut klasifikasi taksonomi sawi putih:
- Kerajaan (Kingdom): Plantae
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Magnoliopsida
- Ordo: Brassicales
- Famili: Brassicaceae
- Genus: Brassica
- Spesies: Brassica rapa
- Subspesies/Kelompok: Brassica rapa subsp. pekinensis
Dengan memahami taksonominya, kita bisa melihat bahwa sawi putih masih satu keluarga dengan kubis, sawi hijau, dan brokoli.
b. Morfologi Sawi Putih
Secara fisik, sawi putih mudah dikenali:
- Daun:
- Tersusun rapat membentuk “kepala” memanjang atau lonjong.
- Warna hijau pucat di bagian atas dan mendekati putih krem di bagian pangkal.
- Tekstur renyah, tipis, dan berair.
- Batang:
- Pendek dan tertutup pangkal daun yang tebal.
- Bagian pangkal daun berwarna putih, menjadi ciri khas utama.
- Akar:
- Sistem perakaran serabut.
- Tidak terlalu dalam, cocok untuk budidaya dalam pot atau polybag.
- Bunga dan biji (jika dibiarkan tua):
- Bunga kecil berwarna kuning khas keluarga kubis.
- Menghasilkan biji kecil cokelat gelap untuk perbanyakan.
Struktur ini menjelaskan kenapa sawi putih terasa lembut dan cepat matang saat dimasak.
c. Negara Asal dan Sebaran Geografis
Sawi putih berasal dari Asia Timur, terutama:
- Cina
- Korea
- Jepang
Dari kawasan ini, sawi putih menyebar ke:
- Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam)
- Asia Selatan
- Eropa
- Amerika Utara dan Australia melalui jalur perdagangan dan migrasi.
Kini, sawi putih menjadi bahan penting dalam masakan Asia dan mulai populer di berbagai negara sebagai sayuran sehat rendah kalori.
Setelah mengenal identitas dan asal-usulnya, sekarang saatnya melihat angka nyata: kandungan nutrisi sawi putih.
Baca juga: Fumak: Sayur Kaya Rasa dan Nutrisi dari Dapur Tiongkok!

Nutrisi Sawi Putih per 100 Gram
Tabel berikut memberi gambaran ringkas kandungan nutrisi sawi putih segar per 100 gram.
| Zat Gizi | Jumlah Per 100 g (±) |
|---|---|
| Energi | 13–16 kkal |
| Air | 94–95 g |
| Protein | 1,–1,5 g |
| Lemak | ,2 g |
| Karbohidrat | 2,5–3, g |
| Serat | 1,–1,5 g |
| Kalsium | 60–80 mg |
| Fosfor | 25–40 mg |
| Kalium | 230–250 mg |
| Magnesium | 10–15 mg |
| Natrium | 10–20 mg |
| Zat Besi | ,4–,8 mg |
| Vitamin C | 18–30 mg |
| Vitamin A (RAE) | ± 80–100 µg |
| Vitamin K | 40–50 µg |
| Folat (Vit. B9) | 60–80 µg |
Rujukan nilai gizi dapat dilihat, misalnya, pada:
Setelah mengenal komposisinya, kita bisa menarik garis langsung ke manfaat kesehatannya.
Manfaat Sawi Putih bagi Kesehatan
Dengan kombinasi vitamin, mineral, dan serat, sawi putih menawarkan berbagai manfaat penting:
- Mendukung daya tahan tubuh
Vitamin C dan vitamin A membantu sistem imun bekerja optimal, sehingga tubuh lebih siap menghadapi infeksi harian. - Baik untuk pencernaan
Kandungan serat membantu melancarkan buang air besar, mengurangi risiko sembelit, dan mendukung kesehatan mikrobiota usus. - Rendah kalori, cocok untuk diet
Dengan kalori yang sangat rendah dan volume besar, sawi putih membuat perut cepat kenyang tanpa menambah banyak kalori. - Mendukung kesehatan tulang
Kalsium, magnesium, dan vitamin K berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan kepadatan tulang. - Berpotensi menjaga kesehatan jantung
Serat dan kalium membantu mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol, sehingga mendukung kesehatan kardiovaskular. - Membantu kesehatan kulit
Vitamin C mendukung pembentukan kolagen, sedangkan antioksidan membantu melawan radikal bebas yang merusak sel kulit. - Baik untuk ibu hamil
Folat berperan penting dalam pembentukan sistem saraf janin, sehingga sawi putih dapat menjadi bagian dari pola makan sehat ibu hamil (tentu tetap sesuai saran tenaga kesehatan).
Setelah tahu manfaatnya, menarik untuk melihat sisi lain yang jarang dibahas: fakta unik sawi putih.
Baca juga: Sayur Kailan: Saudara Brokoli dengan Manfaat Dahsyat
Fakta Unik Sawi Putih
Beberapa hal tentang sawi putih sering mengejutkan banyak orang:
- Bukan sekadar sayur sup
Sawi putih adalah bahan utama kimchi, salah satu makanan fermentasi paling terkenal di dunia. - Tahan dingin
Tanaman ini cukup toleran terhadap suhu rendah dan dapat tumbuh baik di dataran tinggi maupun rendah tertentu. - Rasanya berubah dengan cara masak
Dimakan mentah, rasanya renyah dan segar. Jika ditumis singkat, teksturnya lembut dan manis. Jika direbus lama, rasanya makin mild. - Volume besar, berat ringan
Satu bonggol sawi putih terlihat besar dan penuh, tetapi relatif ringan karena kandungan airnya tinggi.
Setelah memahami karakter uniknya, kita bisa melangkah ke area yang paling dekat dengan keseharian: dapur.
Sawi Putih dalam Masakan Asia
Sawi putih punya peran penting dalam berbagai kuliner Asia. Ini beberapa contoh penggunaannya:
- Korea
– Bahan utama baechu kimchi (kimchi sawi putih).
– Sering dimasak dalam sup pedas, seperti kimchi jjigae. - Cina
– Diolah dalam sup bening, tumisan bawang putih, atau hot pot.
– Diisi daging cincang sebagai gulungan sawi kukus. - Jepang
– Digunakan dalam nabe (hot pot) dan aneka sup musim dingin.
– Kadang dipickle sebagai lauk pendamping nasi. - Indonesia dan Asia Tenggara
– Masuk dalam capcay, sup sayur bening, tumis saus tiram, atau campuran bakso dan mie.
– Cocok juga dijadikan pelengkap steamboat rumahan.
Kegunaannya yang luas ini membuat sawi putih sangat fleksibel untuk berbagai ide masakan sehat.

Tips Memilih Sawi Putih Saat Membeli
Agar hasil masakan maksimal, kualitas sawi putih saat dibeli sangat menentukan. Perhatikan hal berikut:
- Periksa daun
Pilih daun yang:
- Terlihat segar, tidak layu.
- Tidak banyak bercak cokelat atau hitam.
- Tidak berlendir.
- Cek tekstur
- Pegang sawi putih; pilih yang terasa padat dan agak berat untuk ukurannya.
- Daun harus terasa renyah ketika sedikit ditekuk.
- Perhatikan warna
- Warna hijau pucat hingga hijau muda di ujung daun.
- Pangkal daun putih bersih, tidak kekuningan atau kecokelatan.
- Hindari bau tidak sedap
- Sawi putih yang segar biasanya hanya berbau sayur biasa.
- Jika ada aroma busuk atau asam yang kuat, sebaiknya dihindari.
- Utamakan bonggol utuh
- Bonggol utuh cenderung lebih awet daripada yang sudah dipotong-potong.
Setelah memahami cara memilih, pertanyaan lanjutannya: bagaimana jika kamu ingin menanam sendiri di rumah?
Baca juga: Sayur Kohlrabi: Superfood Unik yang Wajib Anda Coba!
Syarat Tumbuh dan Propagasi Sawi Putih
Sawi putih termasuk tanaman yang relatif mudah dibudidayakan, asalkan syarat tumbuhnya dipenuhi.
Syarat Tumbuh
- Iklim dan suhu
- Optimal di suhu 15–25°C.
- Masih bisa tumbuh di dataran rendah, tetapi kualitas terbaik biasanya di suhu lebih sejuk.
- Cahaya
- Membutuhkan sinar matahari cukup (4–6 jam per hari), namun toleran teduh ringan.
- Tanah
- Gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase baik.
- pH ideal sekitar 5,5–6,8.
- Air
- Butuh kelembapan stabil, tetapi tidak tergenang.
- Penyiraman rutin sangat penting, terutama di musim kemarau.
Propagasi (Perbanyakan)
Perbanyakan sawi putih biasanya dilakukan melalui biji:
- Benih
- Gunakan benih berkualitas dari penjual terpercaya.
- Pilih benih dengan daya kecambah tinggi.
- Penyemaian
- Tabur benih di tray semai, pot kecil, atau bedengan dengan media gembur.
- Tutup tipis dengan tanah halus, jaga kelembapannya.
- Pindah tanam
- Bibit dipindahkan saat memiliki 3–4 helai daun sejati.
- Jarak tanam umum: 25–30 cm antar tanaman.
Sebagai kelanjutan praktis, mari susun langkah menanam sawi putih di rumah dalam bentuk tabel ringkas.

Menanam Sawi Putih di Rumah (Tabel Ringkas)
| Tahap | Langkah | Catatan Penting |
|---|---|---|
| 1. Persiapan | Siapkan pot/polybag dan media tanam (tanah + kompos/pupuk kandang). | Pastikan media gembur, bersih, dan tidak becek. |
| 2. Penyemaian | Tabur benih di tray/pot kecil, tutup tipis dengan tanah. | Jaga lembap, jangan sampai kering atau tergenang. |
| 3. Perawatan bibit | Letakkan di tempat terang dengan sinar matahari tidak terlalu terik. | Amati hama, terutama ulat. Bisa gunakan pestisida nabati. |
| 4. Pindah tanam | Pindahkan bibit berdaun 3–4 helai ke pot besar/lahan. | Tanam lebih dalam sedikit agar kokoh. |
| 5. Pemupukan | Beri pupuk organik atau NPK dosis rendah secara berkala. | Hindari pemupukan berlebihan supaya tidak mudah busuk. |
| 6. Penyiraman | Siram pagi/sore secukupnya, jangan sampai menggenang. | Gunakan gembor, hindari semburan air terlalu keras. |
| 7. Pengendalian hama | Pantau daun secara rutin; buang daun rusak, ambil ulat secara manual. | Bisa gunakan larutan bawang putih/daun mimba sebagai pengendali alami. |
| 8. Panen | Panen saat kepala sawi padat dan ukuran sudah maksimal (±45–60 hari). | Potong pangkal dekat tanah dengan pisau tajam. |
Dengan langkah ini, sawi putih segar bisa tersedia langsung dari halaman atau teras rumahmu.
Kesimpulan
Sawi putih bukan sekadar sayuran pelengkap sup. Tanaman ini kaya vitamin, mineral, dan serat yang mendukung daya tahan tubuh, kesehatan tulang, pencernaan, dan program diet. Asal-usulnya dari Asia Timur menjadikannya bintang di berbagai masakan Asia, mulai dari kimchi, sup, tumis, hingga hot pot.
Selain mudah diolah, sawi putih juga mudah dibudidayakan di rumah, baik di pot maupun di lahan sempit. Dengan memilih sawi putih segar dan memanfaatkannya secara kreatif di dapur, kamu bisa mendapatkan kombinasi ideal: sehat, enak, dan ekonomis.
Untuk menutup pembahasan, mari lihat beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar sawi putih.
FAQ seputar Sawi Putih
1. Apa beda sawi putih dan sawi hijau?
Sawi putih punya batang dan pangkal daun berwarna putih pucat, daun lebih lembut, dan membentuk kepala memanjang. Sawi hijau berdaun hijau pekat, tidak membentuk kepala, dan rasanya cenderung lebih tajam serta sedikit pahit.
2. Apakah sawi putih boleh dimakan mentah?
Boleh. Sawi putih bisa dikonsumsi mentah dalam salad atau lalapan. Namun, cuci bersih terlebih dahulu untuk mengurangi kotoran, pestisida, atau bakteri yang menempel.
3. Berapa lama sawi putih bisa disimpan di kulkas?
Sawi putih segar umumnya bertahan sekitar 5–7 hari di kulkas jika disimpan dalam plastik berlubang atau wadah tertutup longgar. Simpan di rak sayuran, jangan terlalu lembap agar tidak cepat berlendir.
4. Apakah sawi putih aman untuk penderita asam lambung?
Secara umum, sawi putih termasuk sayuran yang relatif ringan dan rendah lemak sehingga cenderung aman. Namun, sensitivitas tiap orang berbeda. Jika perut terasa tidak nyaman, kurangi porsi atau konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
5. Apakah sawi putih baik untuk diet menurunkan berat badan?
Ya. Sawi putih rendah kalori, tinggi air, dan mengandung serat, sehingga membantu rasa kenyang lebih lama dan mendukung pola makan rendah kalori. Hasil tetap bergantung pada pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.
6. Bagaimana cara mengurangi bau langu atau pahit pada sawi putih?
Cuci bersih, lalu rebus atau blanch sebentar dalam air mendidih dengan sedikit garam, kemudian tiriskan. Setelah itu, sawi putih bisa ditumis atau diolah sesuai resep, dan rasa langu biasanya berkurang.
7. Bisakah sawi putih ditanam di pot di balkon apartemen?
Bisa. Gunakan pot yang cukup dalam (±20–30 cm), media tanam gembur, dan pastikan area mendapat sinar matahari beberapa jam sehari. Penyiraman dan pemupukan rutin menjadi kunci keberhasilan.
Dengan pengetahuan ini, sawi putih tidak lagi terlihat remeh. Anda bisa menjadikannya bintang utama di piring, sekaligus proyek kecil bercocok tanam di rumah.
Salam tetanam!
may@tetanam







