Sayur Andewi: Sayur Restoran yang Pahitnya Bikin Sehat

Sayur andewi mungkin belum setenar bayam atau selada di Indonesia, tetapi posisinya di dunia kuliner internasional cukup penting. Banyak chef memasukkan sayur andewi ke dalam salad premium, sup, hingga hidangan modern karena rasanya yang sedikit pahit namun segar.
Di sisi lain, dunia kesehatan mulai melirik sayur andewi sebagai sumber serat, antioksidan, dan berbagai vitamin penting. Karena itu, jika Anda mencari sayuran hijau yang bukan cuma “itu-itu saja”, sayur andewi pantas Anda pertimbangkan.
Untuk memahami potensi besarnya, Anda perlu melihat tanaman ini dari akar sampai daunnya: mulai dari definisi, kandungan, manfaat, hingga cara menanamnya sendiri di rumah. Mari masuk ke pembahasannya secara bertahap.
Daftar isi:
- Mengenal Sayur Andewi (Cichorium endivia)
- Kandungan Nutrisi Sayur Andewi
- Manfaat Kesehatan Sayur Andewi
- Fakta Unik Sayur Andewi
- Sayur Andewi (Cichorium endivia) Vs “Sawi Putih” (Cichorium intybus)
- Syarat Tumbuh dan Propagasi (Perbanyakan)
- Tabel Panduan Singkat Menanam Sayur Andewi
- Kesimpulan
- FAQ Seputar Sayur Andewi
Mengenal Sayur Andewi (Cichorium endivia)
Sebelum membahas lebih jauh soal manfaat dan cara budidaya, Anda perlu mengenal dulu identitas dasar sayur andewi. Di bab ini, kita akan mengupas taksonomi, morfologi, dan sebaran geografisnya.
a. Taksonomi
Secara ilmiah, sayur andewi diklasifikasikan sebagai berikut:
- Kingdom: Plantae
- Divisio: Magnoliophyta (Angiospermae / tanaman berbunga)
- Kelas: Magnoliopsida (dikotil)
- Ordo: Asterales
- Famili: Asteraceae
- Genus: Cichorium
- Spesies: Cichorium endivia
Sayur andewi masih satu “keluarga besar” dengan selada dan beberapa jenis sawi lainnya. Namun, karakter rasa dan bentuknya membuat andewi punya ciri khas tersendiri.

b. Morfologi
Setelah tahu identitas ilmiahnya, sekarang saatnya melihat seperti apa bentuk fisik sayur andewi.
- Daun:
- Berwarna hijau muda hingga hijau tua.
- Tersusun membentuk roset (mengumpul di pangkal).
- Berlekuk atau berombak, kadang keriting tergantung varietas.
- Tekstur renyah namun sedikit lebih “tegas” dibanding selada biasa.
- Batang:
- Pendek, sering kali tidak terlalu terlihat karena tertutup roset daun.
- Akar:
- Akar tunggang dengan beberapa akar cabang.
- Membantu tanaman menyerap air dan mineral dari lapisan tanah yang lebih dalam.
- Bunga:
- Muncul saat tanaman dibiarkan tua.
- Bentuk menyerupai bunga aster kecil dengan warna kebiruan atau keunguan.
Karakter morfologi ini membuat sayur andewi cocok digunakan sebagai sayuran daun yang tampil menarik di piring.
c. Negara Asal dan Sebaran Geografis
Untuk memahami posisi sayur andewi dalam budaya kuliner global, kita perlu melacak asal-usulnya.
- Asal: Sayur andewi diyakini berasal dari kawasan Mediterania (Eropa Selatan dan sekitarnya).
- Sebaran:
- Eropa: banyak dikonsumsi sebagai salad, sup, dan tumisan.
- Amerika Utara: populer dalam diet sehat dan menu restoran.
- Asia: mulai dikenal di negara-negara dengan tren makanan sehat dan urban farming.
Di Indonesia, sayur andewi belum umum seperti kangkung atau sawi hijau. Namun, justru di situ letak peluangnya: Anda bisa mulai mengenalkan sayur andewi kepada keluarga sebagai variasi sayuran hijau yang berbeda.
Baca juga: Bayam Jepang Horenso: Si Hijau yang Sering Disalahpahami
Kandungan Nutrisi Sayur Andewi
Setelah mengetahui asal-usul dan bentuknya, sekarang kita beralih ke alasan utama kenapa sayur andewi menarik: kandungan nutrisinya.
Berikut contoh kandungan gizi sayur andewi per 100 gram (data mendekati endive segar):
| Zat Gizi | Jumlah per 100 g |
|---|---|
| Energi | ± 17 kkal |
| Karbohidrat | ± 3,4 g |
| Protein | ± 1,3 g |
| Lemak | ± ,2 g |
| Serat pangan | ± 3,1 g |
| Vitamin A | ± 2167 IU |
| Vitamin C | ± 6,5 mg |
| Vitamin K | ± 231 µg |
| Folat (Vit. B9) | ± 142 µg |
| Kalsium | ± 52 mg |
| Zat besi | ± ,8 mg |
| Magnesium | ± 15 mg |
| Kalium | ± 314 mg |
| Natrium | ± 22 mg |
Rujukan nutrisi (endive): usda, self.
Dari tabel di atas, terlihat jelas bahwa sayur andewi kaya vitamin A, K, folat, dan serat, dengan kalori sangat rendah. Kombinasi ini ideal untuk Anda yang ingin makan kenyang tanpa khawatir kalori melonjak.

Manfaat Kesehatan Sayur Andewi
Setelah melihat angka-angka gizinya, mari terjemahkan data tersebut ke dalam manfaat nyata untuk tubuh Anda.
- Mendukung Kesehatan Pencernaan
Serat yang cukup membantu memperlancar buang air besar, menstabilkan flora usus, dan berkontribusi pada pencegahan konstipasi. - Mendukung Kesehatan Mata
Kandungan vitamin A tinggi berperan menjaga kesehatan retina dan membantu adaptasi mata terhadap cahaya redup. - Berpotensi Menjaga Kesehatan Tulang
Vitamin K dan kalsium berperan dalam metabolisme tulang. Keduanya membantu proses pembentukan dan pemeliharaan kepadatan tulang. - Mendukung Sistem Imun
Vitamin C membantu fungsi sistem kekebalan tubuh dan berperan sebagai antioksidan yang melawan radikal bebas. - Bersahabat dengan Program Diet
Kalori rendah, serat tinggi, dan volume makan yang cukup besar membuat Anda merasa kenyang lebih lama tanpa kelebihan energi. - Mendukung Kesehatan Jantung
Serat dan kalium berperan membantu mengatur tekanan darah dan profil lipid, jika dikombinasikan dengan pola makan sehat secara keseluruhan.
Dengan memahami manfaat ini, Anda bisa lebih yakin untuk menempatkan sayur andewi sebagai bagian rutin dari menu harian.
Fakta Unik Sayur Andewi
Untuk membuat pembahasan lebih hidup, mari lihat beberapa fakta unik seputar sayur andewi:
- Rasa sedikit pahit bukan kekurangan
Rasa pahit ringan pada sayur andewi justru menandakan adanya senyawa fitokimia yang bermanfaat, misalnya sebagai antioksidan dan pendukung pencernaan. - Sering dipakai di restoran ala Eropa
Andewi sering muncul dalam salad berkelas, campuran pasta, sup krim, hingga topping pizza karena bentuk daunnya cantik dan teksturnya menarik. - Ada beberapa varietas
Anda bisa menemukan tipe daun keriting (curly endive) dan tipe daun lebih lebar (escarole). Keduanya masih satu spesies, tetapi digunakan berbeda dalam kuliner. - Cocok untuk urban farming
Andewi dapat dibudidayakan di pot, polybag, atau sistem hidroponik, sehingga cocok untuk Anda yang tinggal di area perkotaan.
Dengan fakta-fakta tersebut, Anda bisa melihat bahwa sayur andewi bukan sekadar “sayur asing”, tetapi sayuran yang punya nilai kuliner dan kesehatan tinggi.
Baca juga: Sawi Putih: Superfood Murah, Kaya Nutrisi, Wajib di Dapur
Sayur Andewi (Cichorium endivia) Vs “Sawi Putih” (Cichorium intybus)
Banyak orang masih bingung membedakan Cichorium endivia dengan kerabat dekatnya, Cichorium intybus. Keduanya sering dikaitkan dengan istilah “chicory” atau “sawi putih” dalam berbagai literatur.
Untuk membantu Anda mengenal perbedaannya, mari bandingkan secara ringkas:
| Aspek | Sayur Andewi (C. endivia) | “Sawi Putih” Chicory (C. intybus) |
|---|---|---|
| Bagian yang umum dimakan | Daun roset | Daun, akar (sering diolah terpisah) |
| Bentuk daun | Keriting/berlekuk, roset padat | Lebih memanjang, bisa lebih tegas |
| Rasa | Sedikit pahit, segar | Lebih pahit, tajam |
| Pemanfaatan kuliner | Salad, sup, tumisan, garnish | Akar dipanggang, kopi chicory, sayur daun |
| Warna daun | Hijau muda–tua | Hijau hingga merah kecokelatan (varietas) |
| Asal dan sebaran | Mediterania, Eropa, Amerika, Asia | Eropa, Amerika, banyak diolah industrinya |
| Popularitas di Indonesia | Mulai berkembang di supermarket/urban farm | Masih terbatas, lebih populer sebagai bahan olahan |
Perbedaan ini penting agar Anda tidak tertukar ketika membeli bibit atau produk olahan berbahan chicory.
Syarat Tumbuh dan Propagasi (Perbanyakan)
Setelah memahami karakter dan perbedaannya, sekarang kita beralih ke aspek budidaya. Jika Anda ingin menanam sayur andewi sendiri, perhatikan syarat tumbuh berikut ini.
- Iklim dan Suhu
- Ideal di daerah sejuk hingga sedang.
- Suhu optimal sekitar 15–25°C.
- Di dataran rendah masih bisa tumbuh, tetapi kualitas daun bisa sedikit berbeda (lebih cepat berbunga).
- Cahaya Matahari
- Membutuhkan sinar matahari cukup, ± 4–6 jam per hari.
- Bisa ditanam di area dengan sinar pagi dan teduh di siang hari.
- Gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase baik.
- pH tanah ideal 6,–7,.
- Anda dapat mencampur tanah, kompos, dan sedikit pasir.
- Air
- Tanah perlu dijaga lembap, tetapi tidak tergenang.
- Penyiraman sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari.
- Perbanyakan (Propagasi)
Perbanyakan sayur andewi umumnya dilakukan melalui biji:
- Biji disemai pada media semai hingga tumbuh 3–4 helai daun sejati.
- Setelah cukup kuat, bibit dipindah ke bedengan, pot, atau sistem hidroponik.
Dengan memahami syarat tumbuh ini, Anda tinggal menyusun langkah praktis penanaman.

Tabel Panduan Singkat Menanam Sayur Andewi
Agar langkahnya mudah Anda ikuti, berikut panduan singkat dalam bentuk tabel:
| Tahap | Langkah | Catatan Penting |
|---|---|---|
| 1. Persiapan Media | Campur tanah, kompos, dan pasir (2:1:1) | Pastikan media gembur, bebas gulma, dan tidak becek |
| 2. Penyemaian Biji | Tabur biji di tray/semai, tutup tipis dengan tanah | Jaga kelembapan, jangan sampai mengering atau tergenang |
| 3. Perawatan Semai | Letakkan di tempat terang, tidak kena hujan langsung | Pindahkan saat bibit punya 3–4 helai daun sejati |
| 4. Pemindahan Tanam | Tanam bibit ke pot/bedengan dengan jarak cukup | Jarak antar tanaman ± 20–25 cm |
| 5. Pemupukan | Beri pupuk organik cair atau kompos tambahan | Lakukan setiap 2–3 minggu dalam dosis ringan |
| 6. Penyiraman | Siram 1–2 kali sehari sesuai kondisi cuaca | Hindari penyiraman berlebihan yang membuat akar busuk |
| 7. Pengendalian Hama | Pantau daun dari ulat/serangga | Gunakan pestisida nabati atau cara mekanis (dipetik) |
| 8. Panen | Panen saat daun sudah membentuk roset penuh | Biasanya 45–70 hari setelah tanam, tergantung varietas |
Dengan tabel ini, Anda bisa langsung mulai mencoba menanam andewi di pekarangan, pot, atau kebun mini di rumah.
Kesimpulan
Sayur andewi (Cichorium endivia) adalah sayuran daun yang kaya nutrisi, rendah kalori, dan memiliki karakter rasa unik yang sedikit pahit namun segar. Tanaman ini berasal dari kawasan Mediterania, tetapi kini mulai hadir di berbagai belahan dunia, termasuk Asia.
Kandungan vitamin A, K, folat, serat, serta mineral penting menjadikan sayur andewi menarik untuk mendukung kesehatan pencernaan, tulang, mata, dan program diet. Di sisi lain, sayur andewi juga cukup mudah ditanam, baik di lahan maupun di pot.
Jika selama ini pilihan sayuran hijau Anda hanya berputar pada bayam, kangkung, dan sawi biasa, sekarang saatnya Anda memberikan kesempatan bagi sayur andewi untuk masuk ke menu harian dan kebun kecil Anda sendiri.
Baca juga: Sayur Gonde: Dari Gulma Sawah Jadi Superfood Khas Nusantara
FAQ Seputar Sayur Andewi
Untuk menutup pembahasan, berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul tentang sayur andewi, dijawab secara singkat dan padat.
1. Sayur andewi itu apa?
Sayur andewi adalah sayuran daun hijau dari spesies Cichorium endivia, masih satu genus dengan chicory. Daunnya membentuk roset, rasanya sedikit pahit, dan sering digunakan sebagai bahan salad, sup, atau tumisan.
2. Apa manfaat sayur andewi bagi kesehatan?
Manfaat utamanya antara lain mendukung kesehatan pencernaan (karena serat), kesehatan mata (vitamin A), tulang (vitamin K dan kalsium), sistem imun (vitamin C), serta membantu program diet karena rendah kalori dan kaya serat.
3. Bagaimana cara mengolah sayur andewi agar tidak terlalu pahit?
Anda bisa merendam daun andewi sebentar dalam air dingin, lalu tiriskan. Setelah itu, padukan dengan bahan berlemak sehat (misalnya minyak zaitun, alpukat, keju) atau saus salad yang sedikit asam-manis untuk menyeimbangkan rasa pahit.
4. Apakah sayur andewi bisa dimakan mentah?
Bisa. Sayur andewi sering dikonsumsi mentah dalam salad. Anda hanya perlu mencuci bersih di bawah air mengalir, tiriskan, lalu gunakan sebagai campuran salad dengan sayuran lain.
5. Sayur andewi cocok ditanam di dataran rendah?
Sayur andewi lebih ideal di daerah bersuhu sejuk hingga sedang. Namun, di dataran rendah, Anda tetap bisa menanamnya dengan pengaturan air, naungan, dan pemilihan waktu tanam (misalnya awal musim hujan). Kualitas daun mungkin sedikit berbeda, tetapi masih bisa dipanen.
6. Bedanya sayur andewi dengan sawi biasa apa?
Sayur andewi termasuk genus Cichorium, sedangkan sawi biasa biasanya berasal dari genus Brassica. Andewi cenderung punya rasa sedikit pahit dan tekstur daun yang berbeda, sedangkan sawi biasa lebih lembut dan tidak seberapa pahit.
7. Apakah sayur andewi aman dikonsumsi setiap hari?
Dalam kondisi normal, sayur andewi aman dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Jika Anda memiliki kondisi medis khusus (misalnya sedang mengonsumsi obat pengencer darah yang sensitif terhadap vitamin K), sebaiknya konsultasi dokter atau ahli gizi terlebih dahulu.
Semoga bermanfaat, Salam tetanam!
may@tetanam!







