Tanaman Uwi: Umbi Lokal Kaya Nutrisi yang Terlupakan

Tanaman Uwi sedang naik daun sebagai salah satu sumber pangan lokal yang potensial untuk mendukung ketahanan pangan dan gaya hidup sehat. Tanaman umbi ini juga dikenal dengan banyak nama: ubi kelapa, ubi kenduduk, atau dalam bahasa Inggris sering disebut purple yam jika berdaging ungu.
Uwi tidak hanya kaya karbohidrat, tetapi juga mengandung serat, vitamin, dan senyawa antioksidan yang mendukung kesehatan tubuh. Umbinya bisa diolah menjadi makanan tradisional, kue modern, tepung, hingga bahan baku industri pangan. Jadi, sejak awal Anda sudah bisa melihat bahwa Tanaman Uwi punya prospek menarik, baik sebagai pangan sehari-hari maupun komoditas usaha.
Daftar isi:
Mengenal Tanaman Uwi (Dioscorea alata L.)
Sebelum membahas manfaat dan cara budidayanya, Anda perlu mengenal dulu apa itu Tanaman Uwi dari sisi ilmiah dan botanis. Dari sini, gambaran besarnya akan menjadi lebih jelas dan terstruktur.
a. Taksonomi Tanaman Uwi
Secara ilmiah, Tanaman Uwi diklasifikasikan dalam kelompok berikut:
- Kerajaan: Plantae
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Liliopsida
- Ordo: Dioscoreales
- Famili: Dioscoreaceae
- Genus: Dioscorea
- Spesies: Dioscorea alata L.
Dalam keseharian, Tanaman Uwi dikenal dengan beberapa nama: Uwi/Uwi ungu, ubi kelapa, ubi kenduduk, atau yam ungu. Nama yang beragam ini sering membuat orang salah mengira sebagai ubi jalar, padahal keduanya berbeda genus dan karakter.

b. Morfologi Tanaman Uwi
Supaya Anda tidak keliru membedakan Tanaman Uwi dengan umbi lain, mari lihat ciri-ciri morfologinya.
- Batang:
Batang memanjat, berbentuk bulat atau agak bersudut, berpilin ke kanan atau kiri sesuai varietas. Permukaan batang biasanya halus dengan warna hijau hingga ungu kehijauan. - Daun:
Daun bertangkai, tersusun berseling atau berhadapan, berbentuk hati (cordate) dengan ujung meruncing. Warna daun hijau tua dengan permukaan mengkilap, tulang daun tampak jelas. - Umbi:
Umbi merupakan bagian yang dikonsumsi. Bentuknya bervariasi: silindris, membulat, atau tidak beraturan, kulit umbi kecokelatan hingga keabu-abuan, daging umbi putih, krem, ungu muda, atau ungu pekat tergantung varietas. Teksturnya lebih padat dibanding ubi jalar. - Bunga dan buah:
Tanaman Uwi menghasilkan bunga kecil berwarna kehijauan kekuningan. Buah berbentuk kapsul, berisi biji bersayap tipis. Di budidaya rakyat, perbanyakan biasanya tidak mengandalkan biji, namun umbi atau bagian vegetatif.
Dengan memahami bentuk fisik ini, Anda akan lebih mudah mengidentifikasi Tanaman Uwi di kebun atau pasar tradisional.
c. Negara Asal dan Sebaran Geografis
Setelah mengetahui ciri-cirinya, Anda perlu paham asal-usul dan penyebarannya. Hal ini penting untuk menilai potensi pengembangannya di berbagai daerah.
Tanaman Uwi (Dioscorea alata) diyakini berasal dari kawasan Asia Tenggara dan Melanesia. Dari wilayah asal tersebut, Uwi menyebar ke:
- Asia tropis dan subtropis (Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, India)
- Kepulauan Pasifik
- Afrika tropis
- Karibia dan Amerika Latin (sebagai “greater yam”)
Di Indonesia, Tanaman Uwi banyak ditemukan di Jawa, Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua, terutama di daerah pedesaan yang masih mempraktikkan pangan lokal.
Sebaran yang luas ini menunjukkan bahwa Tanaman Uwi cukup adaptif terhadap berbagai kondisi iklim tropis, sehingga peluang pengembangannya sangat terbuka.
Baca juga: Kentang: Si Umbi Ajaib yang Mengubah Dunia!
Kandungan Nutrisi Umbi Tanaman Uwi
Untuk menilai sejauh mana Tanaman Uwi bisa menjadi alternatif pangan, Anda wajib melihat kandungan nutrisinya. Di sinilah kekuatan utama Uwi mulai terlihat.
Berikut contoh komposisi gizi umbi Uwi per 100 gram bahan segar (rata-rata, dapat sedikit berbeda menurut varietas):
| Zat Gizi | Jumlah per 100 g | Keterangan Singkat |
|---|---|---|
| Energi | 110–120 kkal | Sumber kalori sedang |
| Karbohidrat | 25–28 g | Didominasi pati (starch) |
| Protein | 1,5–2, g | Lebih tinggi dibanding beberapa umbi lain |
| Lemak | ,1–,2 g | Sangat rendah lemak |
| Serat pangan | 3–4 g | Baik untuk pencernaan |
| Air | ±70–72 g | Menunjang tekstur umbi |
| Kalsium | 15–20 mg | Mendukung tulang |
| Fosfor | 40–50 mg | Penting untuk energi sel |
| Zat besi | ,5–1, mg | Dibutuhkan pembentukan sel darah merah |
| Kalium | 300–400 mg | Mendukung tekanan darah stabil |
| Vitamin C | 10–15 mg | Antioksidan dan daya tahan tubuh |
| Vitamin B1 (tiamin) | ,08–,1 mg | Penting untuk metabolisme energi |
| Vitamin B2 (riboflavin) | ,03–,05 mg | Mendukung fungsi sel |
| Niasin (Vit B3) | ,7–,9 mg | Terlibat dalam metabolisme energi |
Rujukan kandungan gizi (dengan data dapat sedikit bervariasi):
- FAO – Roots, tubers, plantains and bananas in human nutrition
- USDA FoodData Central (Yam, Dioscorea alata)
Dari tabel ini, Anda bisa melihat bahwa Tanaman Uwi bukan hanya kaya karbohidrat, namun juga mengandung serat, mineral, dan vitamin yang mendukung kesehatan.

Manfaat Kesehatan Tanaman Uwi
Setelah memahami kandungan gizinya, sekarang saatnya Anda melihat bagaimana Tanaman Uwi bekerja dalam tubuh. Manfaat ini akan terasa optimal jika Uwi dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
- Mendukung kesehatan pencernaan
Kandungan serat pangan 3–4 g per 100 g membantu memperlancar buang air besar, menjaga komposisi mikrobiota usus, dan mengurangi risiko sembelit. - Berpotensi membantu mengontrol gula darah
Karbohidrat pada Tanaman Uwi tersusun dari pati yang relatif lambat dicerna, terutama jika diolah dan dikonsumsi dengan cara yang tepat (tidak terlalu banyak gula tambahan). Hal ini membantu mengurangi lonjakan gula darah drastis. - Menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah
Kalium yang cukup tinggi berperan dalam membantu mengatur tekanan darah. Jika Anda mengurangi konsumsi natrium dan memperbanyak sumber kalium seperti Uwi, kesehatan kardiovaskular dapat lebih terjaga. - Mendukung tulang dan gigi
Kombinasi kalsium dan fosfor membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang. Tanaman Uwi dapat menjadi salah satu sumber mineral ini, terutama bila dikonsumsi rutin. - Meningkatkan imunitas dan aktivitas antioksidan
Vitamin C pada Uwi berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Selain itu, beberapa varietas Uwi ungu mengandung pigmen antosianin yang juga bersifat antioksidan. - Membantu manajemen berat badan
Kandungan serat dan volumenya yang tinggi membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Ini bermanfaat untuk membantu mengurangi keinginan makan berlebihan, terutama bila Anda mengganti sebagian nasi atau mi dengan Uwi rebus atau kukus. - Alternatif lebih sehat dibanding karbohidrat olahan
Tanaman Uwi bisa menjadi pengganti nasi putih atau tepung terigu dalam beberapa resep. Dengan indeks glikemik yang umumnya lebih rendah dan kandungan serat yang lebih tinggi, Uwi menawarkan profil yang lebih bersahabat bagi metabolisme.
Dengan rangkaian manfaat ini, Anda bisa menempatkan Tanaman Uwi sebagai komponen penting dalam pola makan modern yang lebih sehat.
Fakta Unik Tanaman Uwi
Setelah membahas manfaat kesehatan, mari bergeser sebentar ke sisi menarik yang sering luput dibicarakan. Fakta-fakta ini dapat membuat Anda semakin penasaran untuk mencoba Uwi.
- Pangan tradisional yang pernah jadi makanan pokok
Di beberapa wilayah Nusantara, Tanaman Uwi dulu memainkan peran serupa dengan nasi sebagai sumber karbohidrat harian. Pergeseran pola makan membuat Uwi tersisih, padahal potensinya sangat besar. - Varietas dengan warna ungu menarik
Uwi ungu tidak hanya cantik; warnanya yang pekat menandakan kandungan pigmen antosianin. Pigmen ini menarik minat industri makanan, terutama untuk produk pangan sehat dan pewarna alami. - Dapat diolah menjadi aneka produk modern
Selain direbus atau dikukus, Tanaman Uwi dapat dijadikan tepung, mie, roti, kue basah, kue kering, hingga keripik. Hal ini membuka peluang bisnis kuliner kreatif berbasis umbi lokal. - Lebih tahan simpan dibanding beberapa umbi lain
Bila disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, umbi Uwi bisa bertahan cukup lama. Ini membantu mengurangi risiko kehilangan hasil panen. - Tanaman pemanjat yang juga berfungsi sebagai peneduh
Karena sifatnya memanjat, Uwi dapat ditanam pada ajir atau para-para, bahkan di pekarangan rumah. Dengan pola tanam yang tepat, tanaman ini bisa sekaligus memberikan efek peneduh dan penghijauan.

Fakta-fakta ini memperlihatkan bahwa Tanaman Uwi tidak hanya berharga dari sisi gizi, tetapi juga dari sisi budaya, ekonomi, dan estetika.
Syarat Tumbuh dan Propagasi (Perbanyakan)
Setelah mengetahui potensi gizinya, langkah logis berikutnya adalah memahami bagaimana Tanaman Uwi dibudidayakan. Informasi ini berguna bagi Anda yang tertarik menanam di pekarangan maupun skala lebih luas.
Syarat Tumbuh Tanaman Uwi
- Iklim:
Tumbuh optimal di daerah tropis lembab dengan curah hujan 1.000–2.500 mm/tahun. Tanaman membutuhkan musim hujan untuk fase vegetatif dan musim agak kering menjelang panen. - Suhu:
Rentang suhu ideal 21–30°C. Suhu terlalu rendah menghambat pertumbuhan, sedangkan terlalu tinggi berpotensi menurunkan kualitas umbi. - Ketinggian tempat:
Dapat ditanam dari dataran rendah hingga 800–1.000 m dpl, tergantung varietas. - Tanah:
Menghendaki tanah gembur, kaya bahan organik, berdrainase baik (misalnya latosol, andosol). Tanah liat berat yang tergenang air mudah menyebabkan umbi membusuk. - pH tanah:
Ideal pada pH 5,5–6,5 (agak masam hingga netral).
Dengan memahami syarat ini, Anda bisa menilai apakah lahan yang dimiliki cocok untuk Tanaman Uwi.
Propagasi (Perbanyakan) Tanaman Uwi
Tanaman Uwi umumnya diperbanyak secara vegetatif. Cara ini lebih cepat dan mempertahankan sifat unggul induk.
- Perbanyakan dengan umbi bibit
- Pilih umbi sehat, tidak busuk, ukuran sedang (100–250 g).
- Umbi dapat ditanam utuh atau dipotong-potong, asalkan setiap potongan memiliki mata tunas.
- Potongan umbi dikering-anginkan sebentar sebelum tanam agar luka mengering dan mengurangi risiko jamur.
- Perbanyakan dengan bagian umbi kecil (set)
Di beberapa sistem budidaya, umbi kecil (set) yang terbentuk di batang atau sekitar akar dapat dijadikan bibit. Cara ini menghemat umbi konsumsi. - Perbanyakan dengan biji
Secara teori, Tanaman Uwi bisa diperbanyak dengan biji, namun cara ini jarang digunakan petani karena pertumbuhannya lebih lama dan karakter tanaman bisa bervariasi.

Dengan teknik perbanyakan yang tepat, produksi Tanaman Uwi dapat ditingkatkan secara signifikan.
Tabel Panduan Singkat Menanam Tanaman Uwi
Agar semua informasi budidaya lebih praktis, Anda bisa melihat rangkuman langkah-langkahnya dalam tabel berikut. Panduan ini membantu Anda memahami alur menanam Uwi dari awal sampai panen.
| Tahap | Langkah | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Persiapan Lahan | Bersihkan gulma, cangkul atau bajak tanah, buat bedengan bila perlu | Tanah harus gembur dan berdrainase baik |
| Pemupukan Dasar | Tambahkan pupuk kandang/kompos 10–20 ton/ha, aduk merata | Gunakan bahan organik matang untuk mencegah patogen |
| Persiapan Bibit | Pilih umbi sehat, potong jika perlu, kering-anginkan 1–2 hari | Pastikan setiap potongan punya mata tunas |
| Penanaman | Tanam umbi 5–10 cm dalam tanah, jarak 70–100 cm antar tanaman | Lakukan pada awal musim hujan |
| Pemasangan Ajir/Para-para | Pasang tiang atau rambatan saat tanaman mulai memanjat | Membantu tanaman tumbuh tegak dan memudahkan perawatan |
| Penyiangan | Singkirkan gulma secara berkala | Gulma bersaing memperebutkan hara dan air |
| Pemupukan Susulan | Beri pupuk NPK atau organik pada umur 1–2 bulan setelah tanam | Sesuaikan dosis dengan kondisi tanah |
| Pengairan | Pertahankan kelembaban, hindari genangan air | Penyiraman intensif di awal pertumbuhan dan saat kering |
| Pengendalian Hama & Penyakit | Amati serangan ulat, kumbang, jamur; gunakan cara mekanis/biologis dahulu | Utamakan pengendalian hayati sebelum pestisida kimia |
| Panen | Panen 8–10 bulan setelah tanam, saat daun mulai menguning dan layu | Gali hati-hati agar umbi tidak banyak terluka |
| Pascapanen | Bersihkan tanah menempel, sortir, simpan di tempat kering dan sejuk | Hindari menjemur terlalu lama di bawah sinar matahari langsung |
Dengan tabel ini, Anda bisa memulai penanaman Tanaman Uwi secara lebih terarah dan sistematis.

Baca juga: Umbi Tanaman: Ternyata Jarang yang Tahu!
Kesimpulan
Tanaman Uwi (Dioscorea alata L.) merupakan umbi lokal yang kaya potensi. Dari sisi nutrisi, Uwi menawarkan kombinasi karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral yang mendukung pencernaan, metabolisme, hingga kesehatan jantung dan tulang.
Dari sisi budidaya, Tanaman Uwi relatif adaptif di iklim tropis Indonesia dan dapat dikembangkan mulai dari skala pekarangan sampai kebun komersial. Sementara itu, dari sisi kuliner dan ekonomi, Uwi membuka peluang inovasi produk pangan modern yang lebih sehat, sekaligus menghidupkan kembali kekayaan pangan tradisional Nusantara.
Jika Anda mencari bahan pangan alternatif yang menyehatkan, mendukung ketahanan pangan, dan berdampak positif bagi lingkungan, Tanaman Uwi layak Anda pertimbangkan sebagai “primadona baru” di meja makan.
FAQ tentang Tanaman Uwi
Di bagian ini, Anda akan menemukan jawaban singkat atas pertanyaan yang sering dicari orang terkait Tanaman Uwi.
1. Apakah Tanaman Uwi sama dengan ubi jalar?
Tidak sama. Tanaman Uwi berasal dari genus Dioscorea, sedangkan ubi jalar dari Ipomoea. Bentuk daun, bunga, dan struktur tanamannya berbeda, begitu pula karakter pati dan penggunaannya.
2. Apa bedanya Tanaman Uwi dengan talas atau singkong?
Talas merupakan umbi batang dengan daun lebar berbentuk perisai, sedangkan singkong berupa akar yang membesar. Tanaman Uwi adalah umbi yang berasal dari batang bawah tanah (rhizome-like tuber) dengan habitus memanjat. Rasa, tekstur, dan cara pengolahannya juga berbeda.
3. Bagaimana cara mengonsumsi Tanaman Uwi?
Anda dapat mengonsumsi Uwi dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, digoreng, atau diolah menjadi tepung untuk bahan kue, mie, dan roti. Cara paling sederhana adalah merebus atau mengukus tanpa banyak tambahan bumbu, lalu menyantapnya sebagai pengganti nasi atau camilan.
4. Apakah Tanaman Uwi aman untuk penderita diabetes?
Tanaman Uwi relatif lebih bersahabat untuk penderita diabetes dibanding banyak sumber karbohidrat olahan, karena kandungan seratnya cukup dan patinya cenderung dicerna lebih lambat.
Namun, penderita diabetes tetap perlu mengatur porsi, cara pengolahan (lebih baik direbus/dikukus tanpa gula tambahan), dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk penyesuaian dengan kondisi masing-masing.
5. Berapa lama masa panen Tanaman Uwi?
Masa panen Tanaman Uwi umumnya berkisar 8–10 bulan setelah tanam.
Waktu yang tepat ditandai oleh daun yang mulai menguning, mengering, dan batang bagian atas mengendur atau mati. Pada fase ini, umbi biasanya telah mencapai ukuran optimal dan kandungan patinya sudah maksimal untuk dikonsumsi atau diolah.
6. Apakah Tanaman Uwi bisa ditanam di pot atau pekarangan sempit?
Bisa, Tanaman Uwi dapat ditanam di pot besar atau polybag asalkan:
- Media tanam cukup dalam dan gembur
- Drainase baik (tidak mudah tergenang)
- Disediakan ajir atau rambatan untuk batang yang memanjat
Dengan pengelolaan nutrisi dan air yang baik, Anda tetap bisa memanen umbi dari pekarangan rumah yang terbatas.
7. Bagaimana cara menyimpan umbi Uwi agar tahan lama?
Untuk memperpanjang daya simpan umbi Tanaman Uwi, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:
- Jangan mencuci umbi dengan air; cukup bersihkan tanah yang menempel secara kering
- Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik
- Hindari paparan sinar matahari langsung dan kelembaban tinggi
- Pisahkan umbi yang luka atau mulai busuk agar tidak menulari yang lain
Dengan cara ini, umbi Uwi bisa bertahan berminggu-minggu hingga beberapa bulan, tergantung kondisi lingkungan.
8. Apakah Tanaman Uwi bisa diolah jadi tepung?
Bisa. Umbi Tanaman Uwi dapat diolah menjadi tepung dengan proses:
- Umbi dikupas dan dicuci
- Dipotong tipis dan dikukus atau direndam (sesuai metode)
- Dijemur atau dikeringkan hingga benar-benar kering
- Digiling hingga halus dan diayak
Tepung Uwi dapat digunakan sebagai bahan campuran roti, kue, cookies, mie, atau produk olahan lain. Hal ini membuka peluang substitusi sebagian tepung terigu dan diversifikasi produk pangan lokal.
9. Apakah Tanaman Uwi membutuhkan perawatan khusus?
Perawatannya tergolong moderat, tidak terlalu rumit, tetapi tetap butuh perhatian. Intinya:
- Tanah harus gembur dan tidak tergenang
- Gulma perlu dikendalikan secara rutin
- Pemupukan organik dan susulan dilakukan sesuai fase pertumbuhan
- Perlu ajir atau para-para untuk mendukung batang memanjat
Selama kebutuhan dasarnya terpenuhi, Tanaman Uwi cukup tahan terhadap kondisi lingkungan tropis.
10. Apakah Tanaman Uwi punya peluang sebagai komoditas bisnis?
Peluangnya besar. Tanaman Uwi berpotensi:
- Menjadi bahan baku tepung lokal bernilai tambah
- Diolah menjadi snack sehat, kue, mie, dan produk bakery
- Menjadi komoditas niche untuk pasar pangan fungsional dan “healthy food”
Dengan tren kembali ke pangan lokal dan meningkatnya kesadaran hidup sehat, Tanaman Uwi punya posisi strategis untuk dikembangkan, baik di tingkat petani, UMKM kuliner, maupun industri pangan yang lebih besar.
Semoga bermanfaat.
Salam tetanam!
edo@tetanam







