Akar Kucing: Bikin Kucing Hype & Ternyata Menyehatkan Kita

Akar kucing (Acalypha indica) sering dianggap tanaman liar yang tidak penting. Padahal, tanaman ini punya dua sisi menarik sekaligus: sangat disukai kucing dan memiliki potensi manfaat kesehatan untuk manusia.
Tanaman ini juga dikenal dengan nama akar galak, anting-anting, kucing-kucingan, dan tersebar luas di kawasan tropis, termasuk Indonesia. Banyak kucing akan berguling, menggosokkan tubuh, hingga terlihat “euforia” saat bertemu akar kucing. Di sisi lain, berbagai tradisi pengobatan herbal memanfaatkan akar kucing untuk mengatasi beragam keluhan.
Untuk memahami lebih dalam, mari mulai dengan mengenal tanaman akar kucing secara ilmiah dan visual terlebih dahulu.
Daftar isi:
Mengenal Tanaman Akar Kucing (Acalypha indica)
Sebelum masuk ke kandungan dan manfaat, Anda perlu mengenal identitas ilmiah dan ciri fisik tanaman ini. Dengan begitu, Anda dapat membedakannya dari gulma biasa di sekitar rumah.
a. Taksonomi Akar Kucing
Secara ilmiah, akar kucing termasuk ke dalam kelompok tumbuhan berikut:
- Kingdom: Plantae
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Magnoliopsida
- Ordo: Malpighiales
- Famili: Euphorbiaceae
- Genus: Acalypha
- Spesies: Acalypha indica L.
Dengan mengenal taksonominya, Anda dapat menelusuri penelitian dan literatur ilmiah terkait akar kucing dengan lebih mudah.
b. Morfologi Tanaman
Ciri fisik akar kucing cukup khas, sehingga Anda dapat mengidentifikasinya di lapangan:
- Tipe tanaman: Herba tahunan, tegak
- Tinggi: Umumnya 30–60 cm, bisa lebih pada kondisi ideal
- Batang: Hijau, agak kemerahan, lunak, bercabang
- Daun:
- Bentuk: Oval hingga lonjong, ujung runcing
- Tepi: Bergerigi halus
- Warna: Hijau terang, permukaan sedikit mengkilap
- Bunga:
- Tersusun dalam bentuk bulir panjang
- Berwarna hijau pucat hingga kemerahan
- Muncul di ketiak daun atau ujung batang
- Akar:
- Akar tunggang dengan banyak akar serabut
- Bagian ini yang sering digunakan dalam ramuan herbal (akar kucing)
Setelah memahami bentuk fisiknya, langkah berikutnya adalah mengetahui asal-usul dan sebaran akar kucing.

c. Negara Asal dan Sebaran Geografis
Acalypha indica diduga berasal dari kawasan tropis di Afrika atau Asia, lalu menyebar luas ke berbagai wilayah tropis dan subtropis.
Saat ini, akar kucing dapat ditemukan di:
- Asia Selatan (India, Sri Lanka, Pakistan)
- Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina)
- Afrika Tropis
- Beberapa daerah di Amerika Tropis
Tanaman ini tumbuh subur di:
- Pekarangan rumah
- Tepi jalan
- Lahan kosong
- Area ladang dan kebun

Setelah mengetahui penyebarannya, kini saatnya masuk pada aspek yang sering menjadi fokus penelitian: kandungan senyawa kimia dan nutrisinya.
Baca juga: Licorice: Akar Manis yang Ternyata Kaya Manfaat Kesehatan!
Kandungan Senyawa Kimia Akar Kucing
Akar kucing mengandung berbagai senyawa bioaktif yang diduga berperan dalam efek fisiologis pada manusia maupun kucing. Angka di bawah ini adalah gambaran kasar per 100 gram bagian tanaman segar (campuran akar dan daun), berdasarkan kompilasi berbagai sumber herbal dan publikasi ilmiah.
Catatan: Angka dapat bervariasi tergantung tanah, iklim, usia tanaman, dan bagian yang digunakan.
| Senyawa / Nutrisi | Perkiraan Kandungan / 100 g |
|---|---|
| Protein | 3 – 5 g |
| Serat makanan | 2 – 4 g |
| Vitamin C | 20 – 40 mg |
| Beta-karoten (provitamin A) | 1.000 – 2.000 µg |
| Kalsium | 80 – 120 mg |
| Zat besi | 5 – 7 mg |
| Kalium | 250 – 350 mg |
| Tannin | 50 – 150 mg |
| Flavonoid total | 50 – 200 mg |
| Saponin | 30 – 100 mg |
| Alkaloid | 20 – 70 mg |
| Terpenoid (termasuk nepetalakton & turunannya) | dalam kadar jejak–rendah |
Rujukan umum terkait komponen fitokimia dan nutrisi Acalypha indica dapat dilihat pada beberapa publikasi:
Setelah memahami bahwa akar kucing kaya senyawa fitokimia, pertanyaan berikutnya muncul: mengapa kucing begitu tertarik pada tanaman ini?
Akar Kucing: Kenapa Disukai Kucing?
Jika Anda memelihara kucing dan pernah melihat mereka berguling-guling di dekat akar kucing, respon itu bukan kebetulan. Akar kucing mengandung senyawa yang memicu reaksi perilaku tertentu pada kucing.
Beberapa hal yang perlu Anda ketahui:
- Senyawa mirip nepetalakton
Pada tanaman catnip, senyawa utama yang memicu euforia kucing adalah nepetalactone. Pada akar kucing (Acalypha indica), ditemukan senyawa terpenoid dan kemungkinan isodihydro nepetalactone atau senyawa dengan struktur mirip yang mempengaruhi sistem penciuman kucing.
Senyawa ini merangsang reseptor di hidung kucing yang terhubung dengan sistem saraf, sehingga memicu perilaku:
- Menggosokkan muka dan tubuh
- Berguling-guling di tanah
- Mengeluarkan suara mendengkur atau mengeong lembut
- Terlihat “senang” dan lebih aktif
- Efeknya mirip “stimulan lembut”
Respons tersebut mirip efek catnip: kucing menjadi lebih playful, kemudian tenang setelah beberapa menit. Efek ini biasanya berlangsung 5–15 menit, lalu mereda. - Tidak semua kucing responsif
Sekitar 50–70% kucing bereaksi terhadap tanaman seperti catnip dan akar kucing. Sisanya tidak terlalu peduli. Respons ini diduga dipengaruhi faktor genetik.
Karena itu, akar kucing sering dimanfaatkan sebagai “mainan alami” bagi kucing. Namun ini baru sisi hewan; mari beralih ke manfaat kesehatan akar kucing untuk manusia.
Manfaat Kesehatan Akar Kucing
Berbagai tradisi pengobatan herbal di Asia dan Afrika memanfaatkan akar kucing untuk beragam keluhan. Beberapa potensi manfaat yang sering disebutkan antara lain:
- Membantu meredakan batuk dan gangguan pernapasan ringan
Daun dan akar kucing kerap digunakan sebagai ramuan untuk membantu melegakan batuk berdahak dan tenggorokan kering.
- Kandungan saponin dan flavonoid diduga membantu mengencerkan dahak serta memiliki efek antiinflamasi ringan.
- Mendukung kesehatan pencernaan
Dalam dosis tradisional, akar kucing digunakan untuk:
- Mengurangi perut kembung
- Membantu melancarkan buang air besar
- Meredakan ketidaknyamanan pencernaan ringan
Efek ini berkaitan dengan adanya serat, tannin, dan komponen pahit yang menstimulasi enzim pencernaan.
- Potensi antioksidan
Kandungan vitamin C, beta-karoten, dan flavonoid memberi akar kucing sifat antioksidan. Antioksidan membantu:
- Menangkal radikal bebas
- Mendukung kesehatan sel dan jaringan tubuh
- Dukungan terhadap kesehatan kulit
Di beberapa daerah, ramuan akar atau daun akar kucing digunakan secara topikal untuk:
- Membantu mengeringkan luka kecil
- Mengurangi gatal ringan akibat gigitan serangga
Hal ini berhubungan dengan kandungan tannin dan senyawa antimikroba.
- Dugaan efek antiparasit dan antimikroba
Studi in vitro menunjukkan ekstrak Acalypha indica berpotensi melawan beberapa jenis bakteri dan parasit tertentu. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas dan perlu penelitian lebih lanjut.
Penting:
- Penggunaan akar kucing sebagai herbal sebaiknya dalam pengawasan herbalis atau tenaga kesehatan yang paham.
- Ibu hamil, menyusui, dan penderita penyakit kronis sebaiknya berkonsultasi dulu sebelum mengonsumsi.
Setelah melihat manfaatnya, kita beralih ke sisi yang lebih ringan namun menarik: fakta unik seputar akar kucing.
Baca juga: Tanaman Strawberry: Dari Sejarah Hingga 8 Jenis Populernya!
Fakta Unik Akar Kucing
Beberapa fakta menarik bisa membantu Anda melihat akar kucing dari sudut pandang baru:
- Tanaman “double fungsi”
Akar kucing sekaligus menjadi:
- Tanaman herbal tradisional
- “Mainan alami” yang membuat kucing betah di sekitar rumah
- Sering dianggap gulma
Banyak orang mencabuti akar kucing karena dianggap rumput liar. Padahal, jika dimanfaatkan dengan benar, tanaman ini punya nilai fungsional. - Nama lokal yang variatif
Selain akar kucing, tanaman ini dikenal sebagai:
- Akar galak
- Anting-anting
- Kucing-kucingan
Variasi nama ini menunjukkan kelaziman pemanfaatannya di berbagai daerah.
- Potensi sebagai tanaman hias herbal
Dengan daun hijau cerah dan bunga unik memanjang, akar kucing bisa dijadikan tanaman pot di halaman atau balkon, sekaligus penyedia “spa” untuk kucing rumahan.
Setelah mengenal fakta uniknya, Anda mungkin tertarik menanam sendiri akar kucing di rumah. Mari bahas syarat tumbuh dan cara propagasinya.
Syarat Tumbuh dan Propagasi (Perbanyakan)
Untuk menanam akar kucing, Anda tidak memerlukan teknik rumit. Tanaman ini tergolong mudah tumbuh dan adaptif.
Syarat Tumbuh Utama:
- Iklim: Tropis–subtropis, hangat, lembap
- Suhu ideal: 20–32°C
- Cahaya: Matahari penuh hingga teduh ringan
- Tanah: Gembur, drainase baik, kaya bahan organik
- pH tanah: 5,5 – 7,
- Kelembapan: Sedang–tinggi
Cara Perbanyakan Akar Kucing:
- Biji (generatif)
- Biji mudah tumbuh jika ditanam di media lembab dan terkena sinar matahari cukup.
- Ini metode yang umum terjadi secara alami di alam.
- Stek batang (vegetatif)
- Pilih batang yang tidak terlalu tua, potong sepanjang ±10–15 cm.
- Tancapkan pada media tanam yang lembap, letakkan di tempat teduh terang.
- Batang akan mengeluarkan akar setelah beberapa minggu.
- Pemindahan anakan liar
- Sering kali bibit kecil akar kucing tumbuh liar di sekitar pekarangan.
- Bibit bisa dipindahkan ke pot atau bedengan khusus.
Agar lebih praktis, mari rangkum panduan menanam akar kucing dalam tabel singkat.
Panduan Singkat Menanam Akar Kucing
| Tahap | Langkah | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Persiapan | Pilih lokasi yang mendapat sinar matahari cukup dan tanah gembur | Pastikan drainase baik agar akar tidak mudah busuk |
| Media Tanam | Campur tanah taman, kompos, dan sedikit pasir | Perbandingan 2:1:1 cukup ideal |
| Penanaman | Tanam biji atau stek batang sedalam ±2–3 cm | Siram setelah tanam hingga media lembap, tidak becek |
| Perawatan | Siram 2–3 hari sekali (sesuai cuaca), singkirkan gulma di sekitarnya | Jangan gunakan pupuk kimia berlebihan |
| Pemupukan | Beri kompos atau pupuk kandang matang tiap 1–2 bulan | Pupuk organik membantu menjaga kandungan senyawa aktif |
| Pengendalian | Amati hama seperti ulat atau kutu daun | Gunakan pestisida nabati (mis. ekstrak bawang putih) |
| Panen | Panen daun dan batang muda saat tanaman sehat dan rimbun | Untuk akar, panen pada tanaman berumur beberapa bulan |
Setelah memahami cara menanamnya, Anda telah siap memanfaatkan akar kucing secara lebih bijak.
Kesimpulan
Akar kucing (Acalypha indica) bukan sekadar tanaman liar yang disukai kucing. Tanaman ini menyimpan potensi manfaat kesehatan berkat kandungan senyawa fitokimia seperti flavonoid, saponin, tannin, dan terpenoid.
Bagi kucing, akar kucing menjadi sumber stimulasi sensorik yang menyenangkan. Bagi manusia, akar kucing dapat dimanfaatkan dalam ramuan herbal tradisional, dengan tetap memperhatikan dosis dan keamanan.
Tanaman ini juga mudah dibudidayakan, baik di pot maupun di tanah langsung, sehingga Anda bisa menjadikannya kombinasi tanaman herbal dan “hiburan alami” untuk kucing peliharaan. Dengan mengenal akar kucing lebih dekat, Anda dapat meninggalkan anggapan bahwa tanaman ini sekadar gulma tidak berguna.
FAQ seputar Akar Kucing (Acalypha indica)
1. Apakah akar kucing aman untuk kucing peliharaan?
Secara umum, akar kucing aman untuk kucing selama digunakan dalam jumlah wajar dan tidak dikonsumsi berlebihan. Namun, beberapa kucing bisa mengalami muntah ringan jika terlalu banyak mengunyah bagian tanaman. Jadi, sebaiknya awasi respon kucing Anda.
2. Bolehkah manusia mengonsumsi akar kucing?
Akar kucing kerap digunakan dalam pengobatan tradisional. Namun, konsumsi sebaiknya dalam dosis terbatas dan di bawah panduan herbalis atau tenaga kesehatan. Penggunaan sembarangan dan dosis tinggi tidak dianjurkan.
3. Bagian mana dari tanaman akar kucing yang paling sering digunakan?
Dalam praktik tradisional, akar, daun, dan batang muda sering dimanfaatkan. Akar kucing sebagai herbal biasanya menggunakan akar dan daun untuk ramuan rebusan atau tumbukan.
4. Apa perbedaan akar kucing dengan catnip?
- Catnip: Nepeta cataria, keluarga Lamiaceae (mint), senyawa utama nepetalactone.
- Akar kucing: Acalypha indica, keluarga Euphorbiaceae, mengandung terpenoid dan senyawa mirip nepetalakton.
Keduanya bisa memicu euforia pada kucing, tetapi berasal dari keluarga botani berbeda.
5. Bisakah akar kucing dijadikan tanaman hias di pot?
Bisa. Akar kucing dapat ditanam di pot dengan media gembur dan sinar matahari cukup. Tanaman ini bisa menjadi kombinasi tanaman herbal dan “playground alami” untuk kucing di rumah.
6. Apakah akar kucing punya efek samping untuk manusia?
Dalam dosis tradisional, akar kucing biasanya ditoleransi dengan baik. Namun, kemungkinan efek samping seperti mual, iritasi pencernaan, atau reaksi alergi tetap ada, terutama jika dosis terlalu tinggi. Karena itu, konsultasi dengan ahlinya sangat disarankan.
7. Apakah akar kucing bisa tumbuh di dataran tinggi?
Akar kucing lebih menyukai iklim hangat tropis. Meski begitu, tanaman ini masih bisa tumbuh di dataran tinggi selama tidak terlalu dingin dan tetap mendapatkan sinar matahari cukup. Pertumbuhannya mungkin sedikit lebih lambat.
Semoga bermanfaat, Salam tetanam!
may@tetanam







