Sayur Kailan: Saudara Brokoli dengan Manfaat Dahsyat

Sayur kailan sering kalah populer dibanding brokoli dan kembang kol. Padahal, sayur ini berasal dari spesies yang sama, yaitu Brassica oleracea, dan menyimpan nutrisi tinggi serta rasa yang khas.
Kailan banyak dipakai dalam masakan Tionghoa, terutama masakan Kanton, misalnya tumisan kailan dengan saus tiram. Teksturnya renyah, daunnya hijau pekat, dan aromanya wangi lembut ketika ditumis cepat di atas wajan panas.
Sebelum masuk ke manfaat dan cara menanam, kita perlu memahami dulu apa itu sayur kailan secara lebih ilmiah dan praktis.
Sayur kailan (sering juga disebut Chinese kale atau Chinese broccoli) adalah salah satu kultivar dari Brassica oleracea, satu keluarga dengan brokoli, kembang kol, kubis, dan sawi.
Secara penampakan, kailan memiliki:
Di dapur, kailan dikenal karena:
- Cocok ditumis cepat (stir-fry)
- Padanan ideal dengan bawang putih, saus tiram, dan kecap asin
- Rasa gurih alami dengan sedikit aroma “pahit segar” yang menyenangkan
Setelah gambaran besarnya jelas, sekarang kita beralih ke pembahasan ilmiah: taksonomi, morfologi, dan asal usul kailan.
Daftar isi:
- Mengenal Sayur Kailan (Brassica oleracea var. alboglabra)
- Kandungan Nutrisi Sayur Kailan (per 100 g)
- Manfaat Kesehatan Sayur Kailan
- Fakta Unik Sayur Kailan
- Sayur Kailan dalam Masakan Tiongkok
- Syarat Tumbuh dan Propagasi (Perbanyakan) Sayur Kailan
- Cara Menanam dan Merawat Sayur Kailan
- Tabel Panduan Singkat Menanam Sayur Kailan
- Kesimpulan
- FAQ Seputar Sayur Kailan
Mengenal Sayur Kailan (Brassica oleracea var. alboglabra)
a. Taksonomi Kailan
Berikut klasifikasi sayur kailan:
- Kingdom: Plantae
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Magnoliopsida
- Ordo: Brassicales
- Famili: Brassicaceae
- Genus: Brassica
- Spesies: Brassica oleracea
- Varietas/Kultivar: Brassica oleracea var. alboglabra (kailan / Chinese kale)
Susunan taksonomi ini menegaskan bahwa sayur kailan memang masih “keluarga dekat” dengan brokoli dan kembang kol.
b. Morfologi Tanaman Kailan
Secara morfologi, sayur kailan memiliki ciri utama sebagai berikut:
- Akar:
Akar tunggang dengan banyak akar serabut, membantu tanaman menyerap air dan nutrisi secara efektif. - Batang:
Sayur Kailan berbatang tebal, hijau, agak berair, dan renyah. Batang inilah yang sering menjadi bagian paling nikmat ketika ditumis. - Daun:
Daun lebar, bertekstur tebal dan sedikit berlilin, berwarna hijau tua. Daunnya halus, tidak berkerut seperti kale Barat. - Bunga:
Kuncup bunga kecil berwarna hijau yang akan berubah kuning saat mekar, mirip brokoli mini. Bunga dan kuncupnya juga dapat dimakan. - Tinggi tanaman:
Umumnya 20–40 cm, tergantung varietas dan teknik budidaya.
Sesudah memahami bentuk fisiknya, kita lanjut ke asal dan sebaran geografis sayur kailan.
c. Negara Asal dan Sebaran Geografis
Sayur kailan diperkirakan berasal dari wilayah Tiongkok bagian selatan. Dari sana, tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai negara Asia dan dunia.
Secara garis besar, sebaran kailan meliputi:
- Asia Timur & Tenggara:
Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Singapura. - Daerah Tropis & Subtropis Lainnya:
Diintroduksi ke Eropa, Australia, dan Amerika sebagai sayur khas Asia yang mulai populer di restoran dan pasar modern.
Setelah mengenal asal usulnya, kini saatnya melihat apa yang sebenarnya “dikemas” dalam 100 gram sayur kailan.
Baca juga: Tanaman Alur: Sayur Unik dengan Rasa Gurih Eksotis
Kandungan Nutrisi Sayur Kailan (per 100 g)
Berikut gambaran umum kandungan gizi sayur kailan segar per 100 gram:
| Zat Gizi | Kandungan Per 100 g (±) |
|---|---|
| Energi | 30–45 kkal |
| Karbohidrat | 5–7 g |
| Protein | 2–3 g |
| Lemak | ,5–1 g |
| Serat pangan | 2–3 g |
| Vitamin A | 200–300 IU |
| Vitamin C | 50–90 mg |
| Vitamin K | 100–200 µg |
| Folat | 30–60 µg |
| Kalsium | 50–100 mg |
| Zat besi | ,8–1,5 mg |
| Kalium | 200–300 mg |
| Magnesium | 15–25 mg |
Data dapat sedikit berbeda tergantung sumber, varietas, dan kondisi budidaya.
Rujukan umum kandungan gizi kailan/Chinese kale dapat dilihat di database nutrisi USDA dan sumber ilmiah lain.
Dengan mengetahui kandungan nutrisinya, kita bisa lebih paham mengapa sayur kailan layak masuk daftar belanja harian.

Manfaat Kesehatan Sayur Kailan
Berdasarkan kandungan gizinya, sayur kailan menawarkan berbagai manfaat kesehatan:
- Mendukung kesehatan mata
Vitamin A dan karotenoid membantu menjaga retina, mengurangi risiko penurunan fungsi penglihatan seiring usia. - Meningkatkan daya tahan tubuh
Vitamin C yang tinggi berperan sebagai antioksidan dan mendukung produksi kolagen serta fungsi imun. - Menunjang kesehatan tulang
Kombinasi kalsium, vitamin K, dan magnesium penting untuk kepadatan tulang dan kesehatan gigi. - Membantu kesehatan jantung
Kalium membantu mengatur tekanan darah, sementara serat dapat membantu menjaga kadar kolesterol. - Mendukung pencernaan yang sehat
Serat pangan membantu pergerakan usus dan mendukung mikrobiota usus yang baik. - Potensi antioksidan dan antiradang
Senyawa fitokimia dalam keluarga Brassica (seperti glukosinolat) diduga berperan dalam melawan stres oksidatif.
Setelah melihat manfaatnya, wajar jika sayur kailan semakin sering muncul di piring para pencinta hidup sehat.
Fakta Unik Sayur Kailan
Untuk membuat pembahasan lebih menarik, berikut beberapa fakta unik sayur kailan:
- Dipandang “brokoli Asia”
Di beberapa negara Barat, kailan sering disebut “Chinese broccoli” karena kuncup bunganya mirip brokoli. - Tekstur kombinasi
Batangnya renyah seperti asparagus muda, sementara daunnya lembut seperti bayam. - Dipanen muda lebih nikmat
Kailan yang dipanen muda cenderung lebih manis, kurang pahit, dan sangat cocok untuk tumisan cepat. - Populer di dim sum dan restoran Kanton
Hidangan “kailan saus tiram” menjadi menu klasik yang hampir selalu muncul di restoran Cina.
Setelah mengenal sisi uniknya, kita beralih ke konteks budaya: peran sayur kailan dalam masakan Tiongkok.
Baca juga: 10 Sayuran yang Mengandung Vitamin A Tinggi untuk Kesehatan
Sayur Kailan dalam Masakan Tiongkok
Dalam masakan Tionghoa, terutama Kanton, sayur kailan memiliki posisi penting sebagai sayur hijau premium. Beberapa bentuk olahannya antara lain:
- Kailan saus tiram
Kailan direbus sebentar (blanching), lalu disiram saus tiram, bawang putih, dan minyak wijen. Tekstur tetap renyah dengan rasa gurih kuat. - Tumis kailan bawang putih
Tumis cepat di wajan panas dengan bawang putih cincang dan sedikit kecap asin. Teknik stir-fry mempertahankan warna hijau cerah. - Kailan di mi dan nasi goreng
Potongan kailan menambah tekstur renyah dan warna menarik di mi goreng, kwetiau, atau nasi goreng. - Kailan dengan daging atau seafood
Dipadukan dengan daging sapi, ayam, atau udang; kailan menyeimbangkan rasa gurih protein dengan segar dan renyahnya sayuran.
Setelah melihat potensi kulinernya, sekarang kita mulai bergerak ke ranah budidaya: apa saja syarat tumbuh sayur kailan?

Syarat Tumbuh dan Propagasi (Perbanyakan) Sayur Kailan
Syarat Tumbuh Utama
Untuk mendapatkan kailan yang subur dan lezat, perhatikan beberapa faktor berikut:
- Iklim:
Tumbuh baik di iklim sejuk–hangat (18–28°C). Di dataran rendah bisa tumbuh, tetapi butuh perhatian ekstra terhadap hama dan panas. - Cahaya:
Membutuhkan sinar matahari penuh 4–6 jam per hari agar daun dan batang berkembang optimal. - Tanah:
- Gembur
- Kaya bahan organik
- pH ideal 6,–7,
- Drainase baik, tidak becek
- Air:
Butuh air cukup, tetapi tidak tahan genangan. Penyiraman teratur dan terukur sangat penting.
Propagasi (Perbanyakan)
Sayur kailan biasanya diperbanyak dengan:
- Biji (metode utama)
Biji disemai di tray atau bedengan, lalu dipindah tanam ketika cukup besar. - Stek batang (lebih jarang, skala hobi)
Beberapa pekebun mencoba perbanyakan vegetatif dari batang, tetapi metode ini tidak sepraktis perbanyakan biji.
Setelah memahami syarat tumbuh dan perbanyakannya, kita bisa masuk ke bagian paling praktis: cara menanam dan merawat sayur kailan langkah demi langkah.
Baca juga: Asparagus: Sayur Mewah Penuh Manfaat yang Wajib Anda Coba
Cara Menanam dan Merawat Sayur Kailan
1. Persiapan Media Tanam
Untuk memulai, siapkan media tanam yang ideal:
- Campurkan tanah gembur : kompos/pupuk kandang : sekam (1:1:1)
- Pastikan tanah tidak memadat dan mampu mengalirkan air dengan baik
- Jika pH tanah masam, tambahkan sedikit dolomit untuk menetralkan
2. Penyemaian Biji Kailan
Langkah selanjutnya adalah menyemai biji:
- Siapkan tray semai, polybag kecil, atau bedengan semai
- Isi dengan media halus dan lembap
- Taburkan biji kailan tipis dan merata, lalu tutup tipis dengan media
- Siram dengan semprotan halus agar biji tidak terhanyut
- Letakkan di tempat teduh terang (tidak langsung terik matahari)
- Dalam 3–7 hari, biji biasanya mulai berkecambah
3. Perawatan Bibit
Setelah bibit muncul, lakukan perawatan harian:
- Beri sinar matahari pagi secara bertahap agar bibit tidak etiolasi (kurus tinggi)
- Jaga kelembapan media, jangan sampai kering pecah atau becek
- Jika bibit terlalu rapat, lakukan penjarangan agar tiap bibit punya ruang tumbuh
Bibit siap pindah tanam ketika:
- Umur 2–3 minggu
- Memiliki 3–4 helai daun sejati
- Akar terlihat cukup kuat dan sehat
4. Pemindahan (Transplanting)
Pemindahan bibit harus dilakukan dengan hati-hati:
- Pindahkan pada sore hari atau pagi buta agar tidak stres panas
- Buat lubang tanam sedalam ±3–5 cm
- Jarak tanam ideal: 20–25 cm antar tanaman
- Angkat bibit beserta sedikit tanah di akarnya, lalu masukkan ke lubang tanam
- Tutup lubang dengan tanah dan tekan ringan di sekitar pangkal batang
- Siram segera setelah tanam
5. Penyiraman Rutin
Setelah tanaman berpindah ke lahan utama atau pot, pola penyiraman harus teratur:
- Siram 1–2 kali sehari (pagi dan/atau sore), sesuaikan dengan kondisi cuaca
- Gunakan gembor atau selang dengan tekanan lembut agar tanah tidak tererosi
- Hindari genangan air yang dapat memicu busuk akar
6. Pemupukan Lanjutan
Untuk menghasilkan kailan yang subur, pemupukan tidak boleh diabaikan:
- Tambahkan pupuk organik cair dan/atau NPK dosis rendah setiap 10–14 hari
- Berikan di sekitar perakaran, jangan terlalu dekat dengan batang
- Alternatif organik: berikan kompos halus atau pupuk kandang matang di sekitar tanaman
7. Pengendalian Hama dan Penyakit
Tanaman kailan rentan terhadap beberapa hama daun, seperti ulat dan kutu. Karena itu, pengendalian perlu dilakukan secara aktif:
- Pengamatan rutin:
Cek daun bagian atas dan bawah minimal 2–3 kali seminggu. - Pengendalian manual:
Ulat dan telur yang terlihat bisa diambil dan dimusnahkan. - Pengendalian hayati/organik:
Gunakan larutan sabun lembut, ekstrak neem/mimba, atau pestisida nabati jika serangan mulai meningkat. - Kebersihan lahan:
Buang daun yang sakit dan gulma agar lingkungan tanaman tetap sehat dan sirkulasi udara baik.
8. Pemanenan Sayur Kailan
Tahap terakhir adalah panen, yang sekaligus menjadi “hadiah” dari proses budidaya:
- Kailan biasanya bisa dipanen pada umur 30–45 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi tumbuh
- Dilakukan saat tanaman masih muda, batang empuk, dan daun hijau segar
- Potong pangkal batang dengan pisau tajam, sisakan sedikit bagian pangkal jika ingin mencoba panen tunas susulan
- Segera simpan kailan di tempat sejuk atau kulkas agar kesegarannya bertahan
Agar langkah-langkah ini lebih mudah diingat, perhatikan tabel ringkas berikut.

Tabel Panduan Singkat Menanam Sayur Kailan
| Tahap | Langkah Utama | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Persiapan media | Campur tanah, kompos, sekam (1:1:1) | Tanah gembur, pH 6–7, drainase baik |
| Penyemaian | Tabur biji di tray/bedengan | Siram halus, simpan di teduh terang |
| Perawatan bibit | Beri matahari pagi bertahap | Jaga kelembapan, lakukan penjarangan jika perlu |
| Pindah tanam | Tanam bibit umur 2–3 minggu | Jarak 20–25 cm, lakukan pagi/sore |
| Penyiraman | Siram 1–2 kali sehari | Hindari becek, sesuaikan dengan cuaca |
| Pemupukan | Pupuk organik/NPK rendah tiap 10–14 hari | Jangan terlalu dekat dengan pangkal batang |
| Pengendalian hama | Cek daun rutin, ambil ulat secara manual | Bisa pakai pestisida nabati jika serangan parah |
| Panen | Panen umur 30–45 hari | Panen saat muda untuk tekstur renyah dan manis |
Kesimpulan
Sayur kailan bukan sekadar “saudara jauh” brokoli. Tanaman ini menawarkan:
- Nutrisi tinggi (vitamin A, C, K, kalsium, serat)
- Manfaat kesehatan yang luas untuk mata, tulang, jantung, dan pencernaan
- Peran penting dalam masakan Tionghoa, terutama masakan Kanton
- Kemudahan budidaya, baik di kebun maupun pot rumahan
Dengan memahami syarat tumbuh, teknik perbanyakan, serta langkah-langkah praktis menanam dan merawat, siapa pun dapat menikmati sayur kailan segar dari kebun sendiri.
Jika Anda ingin pola makan lebih sehat dan kreatif, menambahkan sayur kailan di dapur dan kebun bisa menjadi langkah yang sangat strategis.
Baca juga: Fumak: Sayur Kaya Rasa dan Nutrisi dari Dapur Tiongkok!
FAQ Seputar Sayur Kailan
1. Apa bedanya sayur kailan dan brokoli?
Keduanya berasal dari spesies yang sama (Brassica oleracea), tetapi:
- Kailan punya batang tebal dan daun lebar, dengan kuncup bunga kecil.
- Brokoli memiliki kepala bunga besar dan rapat.
- Rasa kailan lebih “hijau” dengan sedikit pahit segar, sedangkan brokoli cenderung lebih lembut dan manis.
Secara fungsi, keduanya sama-sama kaya vitamin, serat, dan antioksidan.
2. Apakah sayur kailan bisa ditanam di pot?
Bisa, sangat memungkinkan untuk ditanam di pot atau polybag. Syarat utamanya:
- Gunakan pot minimal diameter 20–25 cm.
- Media tanam gembur, campuran tanah, kompos, dan sekam (1:1:1).
- Letakkan di tempat yang mendapat sinar matahari 4–6 jam per hari.
- Siram teratur dan pastikan air tidak menggenang.
Dengan perawatan sederhana, kailan di pot dapat tumbuh subur seperti di lahan.
3. Berapa lama sayur kailan siap panen?
Umumnya kailan siap panen dalam:
- ± 30–45 hari setelah tanam (setelah pindah tanam dari persemaian).
- Waktu panen bisa sedikit berbeda tergantung varietas, cuaca, dan perawatan.
Pemanenanya saat tanaman masih muda biasanya menghasilkan batang yang lebih empuk dan rasa yang lebih manis.
4. Bagaimana cara mengurangi rasa pahit pada sayur kailan?
Beberapa cara sederhana untuk mengurangi rasa pahit:
- Jangan menunggu terlalu tua untuk memanen sayur kailan.
- Blanching: rebus singkat (1–2 menit) dalam air mendidih, lalu tiriskan dan langsung tumis.
- Tambahkan bawang putih, saus tiram, atau sedikit gula saat memasak.
- Jangan memasak terlalu lama agar rasa segar tetap terjaga.
Dengan teknik yang tepat, kailan akan terasa gurih dan renyah, bukan pahit.
5. Apakah sayur kailan baik untuk diet dan menurunkan berat badan?
Ya, sayur kailan cocok untuk diet karena:
- Rendah kalori (sekitar 30–45 kkal per 100 g).
- Mengandung serat yang membantu rasa kenyang lebih lama.
- Kaya vitamin dan mineral penting tanpa lemak tinggi.
Tentu, manfaatnya akan maksimal jika dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif.
6. Apakah sayur kailan bisa dimakan mentah?
Secara teori bisa, tetapi lebih umum dikonsumsi setelah dimasak singkat:
- Kailan cenderung lebih enak dan aman ketika ditumis cepat atau direbus sebentar.
- Proses memasak ringan membantu mengurangi rasa pahit dan mempermudah pencernaan.
Jika ingin mengonsumsi sangat minimal olahan, gunakan kailan muda dan pastikan dicuci bersih.
7. Sayur kailan cocok dimasak dengan apa saja?
Kailan sangat fleksibel di dapur. Beberapa kombinasi favorit:
- Tumis kailan bawang putih.
- Kailan saus tiram.
- Campuran dalam mi goreng, kwetiau, atau capcay.
- Dipadukan dengan daging sapi, ayam, atau udang.
Kombinasi utama: api besar, waktu masak singkat, dan bumbu sederhana yang menonjolkan rasa alami kailan.
8. Kenapa daun sayur kailan saya berlubang-lubang?
Penyebab paling umum adalah serangan ulat daun atau kutu. Solusinya:
- Periksa bagian bawah daun secara rutin.
- Ambil ulat secara manual dan musnahkan.
- Gunakan pestisida nabati (misalnya ekstrak daun mimba/neem atau larutan sabun lembut).
- Jaga kebersihan area tanam dari gulma dan daun busuk.
Dengan pengamatan rutin, kerusakan bisa diminimalkan sejak awal.
9. Apakah sayur kailan termasuk sayur organik?
Kailan sendiri hanyalah jenis tanaman; istilah “organik” tergantung cara budidayanya. Kailan bisa disebut organik bila:
- Ditumbuhkan tanpa pestisida dan pupuk kimia sintetis.
- Menggunakan pupuk kandang, kompos, atau pupuk organik lainnya.
- Menggunakan metode pengendalian hama alami.
Jadi, kailan bisa menjadi sayur organik jika Anda menanamnya dengan sistem organik.
10. Mengapa warna sayur kailan berubah pucat setelah dimasak?
Warna hijau bisa berubah pucat jika:
- Kailan dimasak terlalu lama.
- Air rebusan terlalu sedikit dan terlalu panas.
- Terlalu banyak garam atau soda kue.
Untuk mempertahankan warna hijau cerah:
- Rebus atau tumis singkat saja.
- Gunakan banyak air saat blanching dan segera tiriskan.
- Masak dengan api besar, waktu singkat, dan langsung sajikan.
Semoga bermanfaat.
Salam tetanam!
may@tetanam







