Jeruk Dekopon: Manisnya Primadona Jeruk, Mudah Ditanam!

Jeruk Dekopon, juga dikenal dengan nama ‘Shiranui’ dan ‘Sumo Citrus’ di beberapa tempat, merupakan varietas jeruk yang populer di kalangan pecinta buah karena rasa manisnya yang luar biasa dan ukurannya yang besar. Jeruk ini pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 1972 dan telah menarik minat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kehadirannya di Indonesia memberikan warna baru bagi dunia buah-buahan lokal, menawarkan alternatif rasa yang unik dan pengalaman berbeda bagi para konsumen.
Daftar isi:
Mengenal Jeruk Dekopon Lebih Dekat
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang cara menanam dan merawatnya, mari kita kenali lebih dekat si primadona jeruk ini.
Taksonomi Jeruk Dekopon
Dalam dunia botani, jeruk dekopon diklasifikasikan sebagai berikut:
- Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
- Divisi: Tracheophyta (Tumbuhan berpembuluh)
- Kelas: Magnoliopsida (Tumbuhan berkeping dua / dikotil)
- Ordo: Sapindales
- Famili: Rutaceae (Suku jeruk-jerukan)
- Genus: Citrus
- Spesies: Citrus reticulata × Citrus sinensis
- Cultivar: Dekopon
Morfologi Jeruk Dekopon
Jeruk Dekopon memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Ukurannya lebih besar dari jeruk pada umumnya, dengan diameter bisa mencapai 8-10 cm. Bentuknya bulat agak lonjong dengan bagian ujung yang menonjol seperti punuk. Kulitnya berwarna oranye cerah dan relatif tebal, namun mudah dikupas. Daging buahnya berwarna oranye, sangat juicy, dan hampir tanpa biji. Rasa manisnya sangat dominan dengan sedikit sentuhan asam yang menyegarkan. Aroma jeruknya pun sangat harum dan menggugah selera.
Sejarah Asal Mula Jeruk Dekopon
Jeruk Dekopon merupakan hasil persilangan antara jeruk Ponkan dan Kiyomi yang dilakukan di Jepang pada tahun 1972. Proses pengembangan varietas ini membutuhkan waktu yang cukup lama hingga akhirnya berhasil menghasilkan buah dengan kualitas yang memuaskan. Nama “Dekopon” sendiri merupakan kombinasi dari kata “deko” yang berarti tonjolan (merujuk pada bagian ujung buah yang menonjol) dan “Pon” dari kata Ponkan.
Negara Asal dan Sebaran Geografis
Seperti yang telah disebutkan, jeruk Dekopon berasal dari Jepang. Namun, popularitasnya yang semakin meningkat membuat jeruk ini mulai dibudidayakan di berbagai negara lain, seperti Korea Selatan, Amerika Serikat (California), Brazil, dan juga Indonesia. Di Indonesia, jeruk Dekopon mulai banyak ditanam di daerah-daerah dengan iklim yang sesuai, seperti dataran tinggi.
Setelah mengenal lebih dekat tentang seluk beluk jeruk dekopon, tentu Anda semakin penasaran, bukan? Lalu, bagaimana cara menanam dan merawat jeruk dekopon agar tumbuh subur dan menghasilkan buah yang berkualitas? Simak terus penjelasannya!
Baca juga: Jeruk Spanyol: Keunikan dan Manfaat Buah Eksotis
Syarat Tumbuh dan Propagasi (Perbanyakan) Jeruk Dekopon
Jeruk Dekopon membutuhkan kondisi lingkungan yang optimal agar dapat tumbuh dengan baik. Berikut adalah beberapa syarat tumbuh yang perlu diperhatikan:
- Iklim: Jeruk Dekopon cocok ditanam di daerah dengan iklim subtropis atau daerah dataran tinggi dengan suhu antara 20-30°C.
- Sinar Matahari: Tanaman jeruk Dekopon membutuhkan sinar matahari penuh minimal 6-8 jam sehari.
- Tanah: Tanah yang ideal untuk menanam jeruk Dekopon adalah tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. pH tanah yang ideal adalah antara 6-7.
- Ketinggian: Jeruk Dekopon umumnya ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian antara 400-1500 mdpl.

Untuk perbanyakan, jeruk Dekopon umumnya dilakukan secara vegetatif, yaitu dengan cara:
- Okulasi (budding): Menempelkan mata tunas dari pohon induk yang berkualitas unggul ke batang bawah (rootstock) yang kuat.
- Cangkok (air layering): Merangsang pertumbuhan akar pada cabang pohon induk sebelum dipotong dan ditanam sebagai tanaman baru.
- Sambung pucuk (grafting): Menyambungkan pucuk dari pohon induk yang berkualitas unggul ke batang bawah (rootstock) yang kuat.
Pemilihan metode perbanyakan yang tepat akan mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman jeruk Dekopon.
Selanjutnya, mari kita bedah kandungan nutrisi yang terkandung dalam jeruk dekopon, yang menjadikannya bukan hanya lezat, tetapi juga menyehatkan!
Kandungan Nutrisi Jeruk Dekopon
Jeruk Dekopon kaya akan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Berikut adalah tabel kandungan nutrisi jeruk Dekopon per 100 gram:
| Nutrisi | Jumlah per 100 gram |
|---|---|
| Kalori | ~54 kalori |
| Karbohidrat | ~13 gram |
| Serat | ~2 gram |
| Gula | ~9 gram |
| Lemak | ~0.3 gram |
| Protein | ~1 gram |
| Vitamin C | ~50 mg |
| Vitamin A | ~225 IU |
| Kalium | ~166 mg |
| Kalsium | ~37 mg |
Catatan: Nilai nutrisi dapat bervariasi tergantung pada kondisi pertumbuhan dan varietas jeruk Dekopon. Data ini merupakan perkiraan berdasarkan berbagai sumber.
Dengan kandungan nutrisi yang melimpah, tidak heran jika jeruk dekopon menawarkan berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa. Apa saja manfaatnya? Mari kita simak!
Manfaat Kesehatan Jeruk Dekopon
Kandungan nutrisi yang kaya dalam jeruk Dekopon memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, antara lain:
- Meningkatkan Kekebalan Tubuh: Kandungan vitamin C yang tinggi membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari serangan penyakit.
- Menjaga Kesehatan Kulit: Vitamin C juga berperan penting dalam produksi kolagen, yang menjaga elastisitas dan kesehatan kulit.
- Menangkal Radikal Bebas: Jeruk Dekopon mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
- Menjaga Kesehatan Jantung: Kandungan kalium membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengurangi risiko penyakit jantung.
- Melancarkan Pencernaan: Kandungan serat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
- Menurunkan Risiko Kanker: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan senyawa dalam jeruk dapat membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker.
Baca juga: Jeruk Nipis: Rahasia Sehat Alami, Manfaat Tak Terduga!
Selain manfaat kesehatan yang telah disebutkan, jeruk Dekopon juga memiliki beberapa fakta unik yang menarik untuk diketahui. Apa saja fakta unik tersebut?
Fakta Unik Jeruk Dekopon
Berikut adalah beberapa fakta unik tentang jeruk Dekopon:
- Punya “Punuk” Khas: Bagian ujung buah yang menonjol seperti punuk menjadi ciri khas yang membedakan jeruk Dekopon dengan jenis jeruk lainnya.
- Julukan “Sumo Citrus”: Di Amerika Serikat, jeruk Dekopon dikenal dengan julukan “Sumo Citrus” karena ukurannya yang besar dan bentuknya yang unik.
- Hampir Tanpa Biji: Jeruk Dekopon memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki biji, sehingga sangat nyaman untuk dikonsumsi.
- Rasa Manis yang Luar Biasa: Rasa manisnya yang dominan dengan sedikit sentuhan asam membuat jeruk Dekopon sangat digemari oleh banyak orang.
- Harga yang Cukup Mahal: Karena kualitasnya yang unggul, jeruk Dekopon biasanya dijual dengan harga yang lebih mahal dibandingkan jenis jeruk lainnya.

Setelah mengetahui berbagai fakta uniknya, kini saatnya kita membahas cara menanam dan merawat jeruk Dekopon agar bisa menikmati buahnya sendiri di rumah.
Cara Menanam dan Merawat Jeruk Dekopon
Berikut adalah langkah-langkah detail dan lengkap untuk menanam dan merawat jeruk Dekopon:
1. Persiapan Bibit
- Pilih bibit jeruk Dekopon yang berkualitas unggul dari penjual yang terpercaya. Pastikan bibit sehat, bebas dari penyakit, dan memiliki perakaran yang baik.
- Pilih bibit hasil okulasi, cangkok, atau sambung pucuk dari pohon induk yang sudah terbukti berbuah lebat dan berkualitas.
2. Persiapan Lahan
- Pilih lokasi penanaman yang mendapatkan sinar matahari penuh minimal 6-8 jam sehari.
- Gemburkan tanah dan buat lubang tanam dengan ukuran sekitar 50x50x50 cm.
- Campurkan tanah galian dengan pupuk kandang atau kompos yang sudah matang.
- Tambahkan juga pupuk TSP atau SP-36 untuk meningkatkan pertumbuhan akar.
3. Penanaman
- Buka polybag bibit dengan hati-hati agar tidak merusak akar.
- Masukkan bibit ke dalam lubang tanam, pastikan posisi bibit tegak lurus.
- Timbun kembali lubang tanam dengan campuran tanah dan pupuk.
- Padatkan tanah di sekitar bibit secara perlahan.
- Siram bibit dengan air secukupnya.
- Pasang ajir (penyangga) untuk menopang bibit agar tidak mudah roboh.
4. Penyiraman
- Lakukan penyiraman secara teratur, terutama pada musim kemarau.
- Siram tanaman setiap hari atau setiap 2 hari sekali, tergantung kondisi cuaca.
- Pastikan tanah tetap lembab, tetapi tidak becek.
5. Pemupukan
- Lakukan pemupukan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.
- Gunakan pupuk NPK seimbang dengan dosis yang sesuai.
- Berikan pupuk setiap 3 bulan sekali pada tahun pertama.
- Pada tahun-tahun berikutnya, berikan pupuk setiap 6 bulan sekali.
- Tambahkan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah.
6. Pemangkasan
- Lakukan pemangkasan secara teratur untuk membentuk tajuk tanaman dan membuang cabang-cabang yang tidak produktif.
- Pangkas cabang-cabang yang tumbuh ke arah dalam tajuk, cabang yang kering, dan cabang yang terserang penyakit.
- Pemangkasan dilakukan setelah panen atau pada saat pertumbuhan vegetatif tanaman mulai melambat.
Baca juga: Panduan Menanam Tanaman Buah Jeruk dalam Pot
7. Pengendalian Hama dan Penyakit
- Lakukan pengamatan secara rutin untuk mendeteksi adanya hama dan penyakit.
- Beberapa hama yang sering menyerang tanaman jeruk Dekopon antara lain kutu daun, ulat, dan penggerek batang.
- Beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman jeruk Dekopon antara lainBlendok (Diplodia theobromae), embun tepung, dan busuk akar.
- Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, mulai dari sanitasi kebun, penggunaan pestisida nabati, hingga penggunaan pestisida kimia jika diperlukan.
8. Pemanenan
- Jeruk Dekopon biasanya mulai berbuah pada usia 2-3 tahun setelah penanaman.
- Pemanenan dilakukan saat buah sudah matang, dengan ciri-ciri kulit berwarna oranye cerah, mudah dikupas, dan aroma yang harum.
- Petik buah dengan hati-hati agar tidak merusak kulit buah dan cabang tanaman.

Dengan perawatan yang tepat, Anda akan segera menikmati manisnya buah jeruk Dekopon hasil kebun sendiri.
Sebagai penutup, mari kita simpulkan poin-poin penting yang telah kita bahas dalam artikel ini.
Kesimpulan
Jeruk Dekopon adalah varietas jeruk yang istimewa dengan rasa manis yang luar biasa dan berbagai manfaat kesehatan. Dengan memahami syarat tumbuh dan cara perawatannya, Anda bisa menanam jeruk Dekopon di rumah dan menikmati buahnya yang segar dan menyehatkan. Jadi, tunggu apa lagi? Segera dapatkan bibitnya dan mulai berkebun jeruk Dekopon sekarang juga!
Terakhir, mari kita jawab beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan seputar jeruk dekopon.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang jeruk Dekopon, beserta jawabannya:
- Apa perbedaan jeruk Dekopon dengan jeruk lainnya?
- Jeruk Dekopon memiliki ukuran yang lebih besar, bentuk yang unik dengan “punuk” di ujungnya, rasa manis yang sangat dominan, dan hampir tanpa biji.
- Di mana saya bisa mendapatkan bibit jeruk Dekopon?
- Anda bisa mendapatkan bibit jeruk Dekopon di toko tanaman terdekat atau secara online dari penjual bibit yang terpercaya.
- Berapa harga jeruk Dekopon?
- Harga jeruk Dekopon bervariasi tergantung pada kualitas dan lokasi penjualan. Umumnya, harga jeruk Dekopon lebih mahal dibandingkan jenis jeruk lainnya.
- Bagaimana cara menyimpan jeruk Dekopon agar tahan lama?
- Simpan jeruk Dekopon di tempat yang sejuk dan kering. Jeruk Dekopon dapat bertahan hingga 1-2 minggu jika disimpan dengan benar.
- Apakah jeruk Dekopon cocok untuk diet?
- Jeruk Dekopon mengandung kalori yang relatif rendah dan serat yang tinggi, sehingga cocok untuk dikonsumsi sebagai bagian dari diet sehat.
- Apakah jeruk Dekopon bisa ditanam di pot?
- Ya, jeruk Dekopon bisa ditanam di pot, asalkan pot yang digunakan cukup besar dan memiliki drainase yang baik.
- Bagaimana cara mengetahui apakah jeruk Dekopon sudah matang?
- Jeruk Dekopon yang sudah matang memiliki kulit berwarna oranye cerah, mudah dikupas, dan aroma yang harum. Teksturnya juga akan terasa sedikit lebih lunak saat ditekan.
- Apakah jeruk Dekopon aman dikonsumsi oleh ibu hamil?
- Pada umumnya, jeruk Dekopon aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.
- Bagaimana cara mengatasi hama dan penyakit pada tanaman jeruk Dekopon?
- Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jeruk Dekopon dapat dilakukan secara terpadu, mulai dari sanitasi kebun, penggunaan pestisida nabati, hingga penggunaan pestisida kimia jika diperlukan. Sebaiknya konsultasikan dengan ahli pertanian untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi yang lengkap tentang jeruk Dekopon. Selamat mencoba!
Salam tetanam!







