Anggrek Cattleya: Ratu Anggrek Tropis yang Wajib Ditanam

Anggrek cattleya sering dijuluki “Queen of Orchids” karena keindahan bunganya yang dramatis. Kelopak besar, bibir bunga (labellum) yang bergelombang, serta kombinasi warna yang berani menjadikan anggrek ini tampak mewah dan elegan. Tidak heran, cattleya sering dipilih sebagai bunga potong untuk dekorasi, karangan bunga, hingga buket pernikahan.
Berbeda dengan banyak anggrek lain, cattleya memiliki bunga yang sangat menonjol, wangi, dan tahan lama. Bunga tunggal bisa bertahan hingga dua minggu jika dirawat dengan baik. Inilah salah satu alasan utama pecinta tanaman hias jatuh cinta pada anggrek cattleya.
Selain itu, cattleya memiliki bentuk tanaman yang gagah dengan batang semu (pseudobulb) yang tegas dan daun tebal. Kombinasi tampilan tanaman dan bunganya menciptakan kesan kokoh sekaligus anggun.
Setelah memahami gambaran besarnya, sekarang saatnya mengenal anggrek cattleya lebih dekat dari sisi ilmiah dan sejarahnya.
Daftar isi:
Mengenal Anggrek Cattleya
Untuk memahami cattleya secara lebih utuh, mari kita mulai dari taksonomi, morfologi, hingga asal-usul dan sebaran geografisnya.
a. Taksonomi Anggrek Cattleya (Terstruktur)
Secara ilmiah, posisi anggrek cattleya dalam klasifikasi tumbuhan adalah sebagai berikut:
- Kingdom : Plantae
- Divisi : Angiospermae (tumbuhan berbunga)
- Kelas : Monocotyledonae (berkeping satu)
- Ordo : Asparagales
- Famili : Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
- Subfamili : Epidendroideae
- Tribe : Epidendreae
- Subtribe : Laeliinae
- Genus : Cattleya
Genus Cattleya sendiri mencakup banyak spesies dan ratusan hibrida. Di dunia hobi, nama Cattleya sering dipakai baik untuk spesies murni maupun hasil silangan (hibrida) yang berpenampilan mirip.
b. Morfologi Anggrek Cattleya
Untuk mengenali cattleya, perhatikan beberapa ciri morfologinya:
- Pseudobulb (batang semu)
- Berbentuk agak lonjong atau silindris.
- Berfungsi menyimpan air dan nutrisi.
- Biasanya memiliki 1–2 helai daun di ujungnya.
- Daun
- Tebal, berwarna hijau tua atau hijau kekuningan.
- Bentuk memanjang, agak kaku, permukaan halus.
- Beberapa spesies berdaun tunggal per pseudobulb, yang lain berdaun ganda.
- Akar udara, berwarna putih keperakan dengan ujung hijau.
- Menempel pada media poros seperti pakis, arang, atau kulit kayu.
- Sangat sensitif terhadap genangan air.
- Bunga
- Ukuran relatif besar, diameter 8–15 cm, bahkan lebih pada beberapa hibrida.
- Terdiri dari 3 sepal (kelopak) dan 2 petal (mahkota) plus 1 petal khusus (labellum/bibir).
- Labellum berbentuk corong atau bergelombang, sering berwarna kontras dan lebih mencolok.
- Banyak varietas berbunga wangi, dengan aroma manis lembut.
Ciri-ciri ini membuat cattleya mudah dibedakan dari anggrek lain seperti dendrobium atau phalaenopsis.
Setelah mengetahui bentuk fisiknya, kita lanjut ke cerita menarik di balik penemuan dan sebaran anggrek cattleya.

c. Negara Asal, Sebaran Geografis & Sejarah Penemuan
Anggrek cattleya berasal dari kawasan tropis Amerika, terutama Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Beberapa pusat sebaran alaminya antara lain:
- Brasil
- Kolombia
- Venezuela
- Kosta Rika
- Panama
Cattleya tumbuh secara epifit (menempel di pohon) di hutan-hutan lembap dengan pencahayaan terang tapi terfilter, mirip kondisi sinar yang menembus tajuk pepohonan.
Dari mana nama Cattleya berasal?
Genus ini pertama kali dideskripsikan oleh ahli botani John Lindley pada tahun 1824. Nama Cattleya diberikan sebagai penghormatan kepada William Cattley, seorang hortikulturis Inggris yang berhasil membungakan tanaman anggrek yang dikirim dari Brasil. Tanaman itu kemudian dikenal sebagai Cattleya labiata, dan sering dianggap sebagai salah satu spesies kunci yang mengangkat popularitas anggrek cattleya di Eropa.
Sejak saat itu, cattleya berkembang menjadi primadona di kalangan kolektor Eropa, lalu menyebar ke seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara dan Indonesia.
Baca juga: Tanaman Anggrek: Fakta Unik si Bunga Cantik
Setelah memahami asal-usulnya, kita dapat beralih ke satu aspek yang membuat cattleya semakin beragam dan menarik: proses hibridasi.

Hibridasi Anggrek Cattleya
Hibridasi adalah proses menyilangkan dua atau lebih anggrek berbeda (baik sesama cattleya maupun dengan genus lain dalam subtribe Laeliinae) untuk menghasilkan varietas baru. Di dunia anggrek, hibridasi cattleya sangat populer karena beberapa alasan:
- Memperkuat warna dan pola bunga: kombinasi ungu, putih, kuning, merah muda, hingga corak bintik atau gradasi.
- Memperbaiki bentuk bunga: labellum lebih lebar, kelopak lebih tebal, bunga lebih simetris.
- Meningkatkan daya tahan: tanaman lebih tahan terhadap penyakit dan kondisi lingkungan yang beragam.
- Memperpanjang masa berbunga: beberapa hibrida mampu berbunga lebih sering dan lebih lama.
Saat ini, ribuan hibrida cattleya telah terdaftar secara internasional, banyak di antaranya menggunakan nama dagang menarik untuk keperluan komersial.
Karena proses hibridasi yang masif, Anda akan sering menemukan cattleya dengan nama kompleks seperti Cattleya x Laelia (sudah lama masuk dalam kelompok “Cattleya alliance”). Hal ini menambah kekayaan varian bagi para kolektor dan penghobi.
Setelah memahami dasar hibridasi, mari kita lihat beberapa jenis cattleya yang populer dan dianggap paling cantik.
Jenis-Jenis Populer dan Paling Cantik Anggrek Cattleya
Beberapa cattleya berikut terkenal di kalangan penghobi karena bentuk dan warna bunganya yang memukau:
1. Cattleya labiata
- Sering disebut “Queen of the Orchids”.
- Bunga besar, warna ungu keunguan, bibir bunga berwarna lebih pekat.
- Menjadi salah satu spesies dasar banyak hibrida modern.
2. Cattleya mossiae
- Dijuluki “Easter Orchid” karena sering berbunga di sekitar Paskah (di habitat aslinya).
- Bunga besar, warna ungu muda atau putih dengan bibir ungu cerah.
- Sangat populer sebagai tanaman hias pot.
3. Cattleya walkeriana
- Tanaman lebih kompak, pseudobulb pendek.
- Bunga relatif besar dibanding ukuran tanaman.
- Warna bunga umumnya ungu muda sampai ungu tua, sering wangi.
4. Cattleya intermedia
- Bunga dengan variasi warna yang luas: putih, ungu muda, bicolor, hingga semi alba.
- Bibir bunga terkadang memiliki corak unik.
- Cocok sebagai tanaman koleksi karena variasinya sangat kaya.
5. Hibrida Cattleya Modern (misal: Cattleya ‘Bow Bells’, ‘Empress’, dll.)
- Bunga sangat besar, kelopak tebal, warna cerah dan tajam.
- Banyak yang beraroma manis.
- Ideal untuk pameran atau lomba anggrek.

Dengan mengenali jenis-jenis populer ini, Anda dapat memilih cattleya yang paling sesuai dengan selera warna, ukuran, dan aroma.
Selanjutnya, mari kita bahas beberapa fakta unik yang membuat cattleya semakin menarik di mata pecinta tanaman.
Baca juga: Anggrek Fimbriatum: Ulasan lengkap dan Tips Perawatannya!
Fakta Unik Anggrek Cattleya
Beberapa hal berikut sering mengejutkan pemula yang baru mengenal cattleya:
- Simbol Kemewahan dan Status Sosial
Di awal abad ke-20, cattleya kerap dipakai sebagai dekorasi busana kelas atas di Eropa dan Amerika. Bunga ini menjadi simbol kemewahan dan prestise sosial. - Dijuluki “Corsage Orchid”
Cattleya populer sebagai bunga korsase (bunga yang disematkan di gaun atau jas) karena bunganya besar, mencolok, dan tahan lama. - Bunga Tidak Selalu Banyak, tapi Berkualitas
Satu pseudobulb cattleya biasanya menghasilkan 1–4 bunga, bukan puluhan seperti dendrobium. Namun, setiap bunga tampil besar, kuat, dan indah. - Siklus Pertumbuhan Musiman
Banyak cattleya punya fase aktif tumbuh dan fase istirahat. Di masa istirahat, pertumbuhan melambat, sehingga penyiraman dan pemupukan perlu dikurangi. - Aroma Bunga yang Bervariasi
Tidak semua cattleya wangi, tetapi beberapa varietas memiliki aroma sangat khas dan manis, bahkan cukup kuat memenuhi ruangan.
Setelah mengetahui fakta uniknya, langkah berikutnya adalah memahami syarat tumbuh dan cara memperbanyak cattleya agar tanaman ini dapat berkembang optimal di rumah Anda.
Baca juga: Kenapa Anggrek Scomborgia Memikat Hati Para Pecinta Anggrek?
Syarat Tumbuh dan Propagasi (Perbanyakan)
Untuk berhasil menanam anggrek cattleya, perhatikan beberapa faktor penting berikut.
1. Syarat Tumbuh Anggrek Cattleya
- Cahaya
- Butuh cahaya terang tidak langsung.
- Ideal: 50–70% sinar penuh (menggunakan paranet).
- Daun hijau muda agak kekuningan menandakan cahaya cukup.
- Suhu
- Siang ideal: 22–30°C.
- Malam ideal: 16–22°C.
- Perbedaan suhu siang–malam membantu merangsang pembungaan.
- Kelembapan
- Kelembapan ideal 60–80%.
- Bisa dibantu dengan penyemprotan halus atau wadah air di sekitar tanaman.
- Sirkulasi Udara
- Angin lembut yang cukup penting untuk mencegah jamur dan busuk akar.
- Hindari tempat yang terlalu tertutup dan pengap.
- Media Tanam
- Gunakan media poros: potongan pakis, arang kayu, batu apung, kulit kayu (pine bark).
- Media harus cepat kering namun tetap dapat menahan sedikit kelembapan.
- Penyiraman
- Siram saat media hampir kering, jangan menunggu benar-benar kering keras.
- Frekuensi tergantung iklim: 2–3 kali per minggu di musim panas, bisa dikurangi di musim hujan.
- Pemupukan
- Gunakan pupuk khusus anggrek atau pupuk NPK seimbang dosis rendah.
- Berikan 1–2 kali per minggu saat fase pertumbuhan aktif.

2. Propagasi (Perbanyakan) Cattleya
Cattleya umumnya diperbanyak dengan dua cara utama:
- Membelah Rumpun (Division)
- Cara paling umum untuk hobi rumahan.
- Rumpun dewasa yang memiliki banyak pseudobulb dibagi menjadi beberapa bagian.
- Satu bagian idealnya minimal 3–4 pseudobulb agar tanaman kuat. Langkah singkat:
- Keluarkan tanaman dari pot, bersihkan media.
- Cari titik alami pemisahan pseudobulb.
- Potong menggunakan pisau steril.
- Taburi luka potongan dengan fungisida/abu kayu.
- Tanam kembali di pot baru dengan media segar.
- Kultur Jaringan (Tissue Culture)
- Umumnya dilakukan oleh laboratorium profesional.
- Menghasilkan banyak bibit seragam dengan cepat.
- Cocok untuk produksi massal varietas unggul.
Seusai membahas syarat tumbuh dan perbanyakan, sekarang kita rangkum langkah-langkah praktis menanam cattleya dalam sebuah tabel panduan singkat.
Tabel Panduan Singkat Menanam Anggrek Cattleya
| Tahap | Langkah | Catatan Penting |
|---|---|---|
| 1. Pemilihan Bibit | Pilih bibit sehat, daun hijau segar, akar putih keperakan, bebas hama. | Hindari bibit dengan daun keriput, bercak hitam, atau akar busuk. |
| 2. Persiapan Pot | Siapkan pot anggrek berlubang banyak dengan media pakis/arang/bark. | Pastikan media bersih, bebas jamur, dan cukup poros. |
| 3. Penanaman | Letakkan rumpun di tengah pot, sebarkan akar, isi media secukupnya. | Jangan menimbun pseudobulb; posisi tanaman harus kokoh. |
| 4. Penempatan | Taruh di tempat teduh terang dengan sirkulasi udara baik. | Hindari sinar matahari langsung pada fase awal adaptasi. |
| 5. Penyiraman Awal | Siram ringan 2–3 hari setelah tanam, lalu bertahap sesuai kebutuhan. | Jangan langsung disiram berlebihan untuk mencegah busuk akar. |
| 6. Pemupukan | Beri pupuk cair dosis rendah saat muncul tunas/akar baru. | Gunakan pupuk khusus anggrek atau NPK seimbang, rutin tapi tipis. |
| 7. Perawatan Rutin | Cek hama/penyakit, pangkas bagian busuk, ganti media bila memadat. | Ganti media sekitar 1,5–2 tahun sekali atau saat media memburuk. |
| 8. Stimulasi Bunga | Beri cahaya cukup dan beda suhu siang–malam. | Jangan terlalu sering memindah-mindahkan tanaman. |
Dengan panduan ini, Anda dapat memulai budidaya cattleya dengan langkah yang lebih terarah. Sekarang, mari kita simpulkan poin-poin terpenting sebelum masuk ke bagian FAQ.
Baca juga: Anggrek Brassavola: Kecantikan dalam Setiap Kelopaknya
Kesimpulan
Anggrek cattleya bukan sekadar tanaman hias; ia adalah simbol keanggunan dan kemewahan dalam dunia anggrek. Bunga besar, warna berani, dan aroma yang sering memikat membuat cattleya pantas menyandang gelar “ratu anggrek”.
Secara ilmiah, cattleya berasal dari kawasan tropis Amerika dan telah menyebar ke seluruh dunia berkat keindahannya. Melalui hibridasi, ribuan varietas baru terus bermunculan, memberi pilihan tak terbatas bagi penghobi.
Meski tampak mewah, cattleya sebenarnya cukup bersahabat asalkan Anda memahami kebutuhan dasarnya: cahaya terang tidak langsung, media poros, sirkulasi udara baik, dan pola penyiraman yang bijak. Dengan perawatan yang tepat, cattleya dapat berbunga indah dan menjadi pusat perhatian di taman atau teras rumah Anda.
Untuk menutup pembahasan, mari kita jawab beberapa pertanyaan yang paling sering dicari orang seputar anggrek cattleya.
FAQ seputar Anggrek Cattleya
1. Berapa lama anggrek cattleya berbunga?
Bunga anggrek cattleya biasanya bertahan sekitar 1–3 minggu, tergantung varietas, suhu, dan cara perawatan. Jika tanaman sehat, anggrek cattleya bisa berbunga 1–2 kali setahun. Pada beberapa hibrida yang vigor, frekuensi berbunga dapat meningkat dengan perawatan optimal, terutama jika cahaya, pemupukan, dan perbedaan suhu siang–malam tercukupi.
2. Apakah anggrek cattleya cocok untuk pemula?
Anggrek cattleya cukup cocok untuk pemula yang mau belajar dasar-dasar perawatan anggrek. Tanaman ini tidak terlalu rewel, selama:
- Media tanam poros dan tidak becek.
- Mendapat cahaya terang tidak langsung.
- Penyiraman dilakukan saat media hampir kering.
Dengan mengikuti panduan tersebut, pemula dapat melihat pertumbuhan cattleya yang stabil dan berpeluang menikmati bunga pertamanya dalam beberapa musim tanam.
3. Kenapa anggrek cattleya saya tidak mau berbunga?
Ada beberapa penyebab utama anggrek cattleya enggan berbunga:
- Cahaya kurang: tanaman terlalu teduh, daun hijau tua pekat.
- Suhu terlalu stabil: tidak ada perbedaan berarti antara siang dan malam.
- Pemupukan tidak tepat: terlalu banyak nitrogen, kurang fosfor dan kalium.
- Tanaman belum matang: pseudobulb masih muda atau rumpun terlalu kecil.
- Media dan akar bermasalah: media membusuk, akar tidak sehat.
Langkah perbaikan: tingkatkan intensitas cahaya secara bertahap, pastikan tanaman mendapat sirkulasi udara baik, gunakan pupuk dengan kandungan P dan K lebih tinggi menjelang masa pembungaan, serta cek kondisi akar dan media.
4. Apakah anggrek cattleya harus ditanam di pot khusus anggrek?
Pot khusus anggrek sangat dianjurkan karena dirancang dengan banyak lubang untuk memastikan sirkulasi udara dan drainase optimal. Namun, cattleya tetap bisa ditanam di pot plastik biasa selama:
- Lubang drainase diperbanyak.
- Media tanam sangat poros (arang, pakis, bark, batu apung).
Intinya, akar cattleya tidak boleh tergenang air. Jadi, pemilihan pot harus selalu mendukung aliran udara dan pengeringan media yang cepat.
5. Berapa kali anggrek cattleya harus disiram?
Frekuensi penyiraman anggrek cattleya tidak bisa disamaratakan, karena sangat bergantung pada:
- Iklim (panas atau sejuk).
- Lokasi (indoor, teras, greenhouse).
- Jenis media (lebih cepat kering atau lambat kering).
Sebagai patokan umum, penyiraman dilakukan 2–3 kali seminggu di cuaca panas, dan lebih jarang saat cuaca sejuk atau lembap. Prinsip utamanya: siram saat media hampir kering, bukan saat masih basah.
6. Kapan waktu terbaik memupuk anggrek cattleya?
Waktu terbaik pemupukan adalah saat tanaman berada pada fase pertumbuhan aktif:
- Muncul tunas baru.
- Akar baru tumbuh.
- Pseudobulb sedang berkembang.
Pada fase ini, berikan pupuk cair dosis rendah 1–2 kali per minggu. Saat mendekati fase berbunga, gunakan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium lebih tinggi. Kurangi pemupukan saat tanaman tampak istirahat (tunas dan akar berhenti tumbuh).
7. Apakah anggrek cattleya bisa ditanam di dataran rendah?
Ya, anggrek cattleya bisa ditanam di dataran rendah, asalkan faktor lingkungan diatur dengan baik:
- Tempatkan di area teduh terang dengan paranet 50–70%.
- Pastikan sirkulasi udara cukup untuk mengurangi panas berlebih.
- Tingkatkan kelembapan dengan penyemprotan halus (mist) bila udara kering.
Beberapa hibrida bahkan lebih toleran terhadap suhu hangat sehingga cocok untuk dataran rendah perkotaan.
8. Bagaimana cara mengatasi daun anggrek cattleya yang menguning?
Daun menguning bisa disebabkan berbagai faktor:
- Penuaan alami: daun tua memang akan menguning dan rontok.
- Cahaya berlebihan: terbakar matahari, biasanya diikuti bercak kecokelatan.
- Kelebihan air: akar busuk, nutrisi tidak terserap optimal.
- Kekurangan nutrisi: pemupukan minim dalam jangka panjang.
Langkah penanganan: identifikasi penyebabnya, atur ulang intensitas cahaya, perbaiki pola penyiraman, cek akar dan media, lalu sesuaikan pemupukan secara bertahap.
9. Bagaimana cara membedakan anggrek cattleya asli dan hibrida?
Secara kasat mata, membedakan spesies murni dan hibrida sering tidak mudah bagi pemula. Namun, ada beberapa ciri umum:
- Spesies murni:
- Nama dua kata, misalnya Cattleya labiata, Cattleya mossiae.
- Bentuk dan warna bunga cenderung “klasik” dan konsisten.
- Hibrida:
- Nama bisa panjang dan menggunakan tanda kutip, misalnya Cattleya ‘Empress’ atau kombinasi dengan genus lain.
- Warna dan bentuk bunga lebih beragam dan dramatis.
Jika ingin memastikan, Anda dapat merujuk ke katalog anggrek, literatur botani, atau registri hibrida internasional.
10. Apakah anggrek cattleya harus sering dipindah pot?
Anggrek cattleya tidak perlu sering dipindah pot. Justru, terlalu sering repotting dapat membuat tanaman stres dan menunda pembungaan. Umumnya, cattleya dipindah pot setiap 1,5–2 tahun atau jika:
- Media sudah hancur dan memadat.
- Akar banyak yang keluar dari pot.
- Rumpun terlalu penuh dan perlu dibagi.
Waktu terbaik repotting adalah saat tanaman mulai mengeluarkan akar baru, sehingga adaptasi di pot baru lebih cepat.
Semoga bermanfaat, selamat menanam!
Salam tetanam!
may@tetanam







