Buah Bisbul: Fakta Gila, Manfaat Dahsyat yang Jarang Dibahas

Buah bisbul masih asing bagi banyak orang, padahal rasanya unik, teksturnya lembut, dan kandungan nutrisinya menarik. Di beberapa daerah, buah ini dianggap eksotis dan bernilai tinggi. Sementara itu, di tempat lain, bisbul justru terbengkalai dan nyaris tidak dilirik.
Di sinilah menariknya buah bisbul: tampilan mirip kesemek, nama latin keren, manfaat kesehatan potensial, dan punya nilai ekonomi jika dikelola serius. Dengan memahami gambaran besar tanaman dan buah bisbul, Anda bisa menilai sendiri, apakah ini hanya buah “biasa”, atau calon komoditas niche yang menjanjikan.
Untuk itu, mari Anda mulai dari fondasi paling penting: mengenal dulu tanaman bisbul (Diospyros blancoi).
Daftar isi:
Mengenal Tanaman Bisbul (Diospyros blancoi)
Agar pembahasan lebih terstruktur, kita pecah menjadi tiga bagian: taksonomi, morfologi, serta negara asal dan sebaran geografis. Dengan cara ini, Anda dapat memahami bisbul dari akarnya, bukan sekadar dari buahnya saja.
a. Taksonomi Tanaman Bisbul
Secara ilmiah, buah bisbul memiliki posisi yang jelas dalam dunia botani. Berikut klasifikasi dasarnya:
- Kingdom: Plantae
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Magnoliopsida
- Ordo: Ericales
- Famili: Ebenaceae
- Genus: Diospyros
- Spesies: Diospyros blancoi
Genus Diospyros juga menaungi kesemek (Diospyros kaki) dan kayu hitam (ebony). Jadi, secara “keluarga besar”, buah bisbul masih satu rumpun dengan beberapa tanaman bernilai tinggi.
b. Morfologi: Ciri Fisik Tanaman dan Buah Bisbul
Untuk mengenali buah bisbul di lapangan, Anda perlu memerhatikan karakter morfologinya:
- Pohon:
Tingginya bisa mencapai 15–30 meter, dengan batang kokoh dan tajuk rimbun. Cocok dijadikan tanaman peneduh. - Daun:
Berbentuk lonjong sampai elips, berwarna hijau mengilap di bagian atas dan lebih pucat di bawah. Daunnya cukup tebal dan terasa agak kaku. - Bunga:
Bunga bisbul cenderung kecil, berwarna krem kekuningan. Tanaman ini berumah dua (dioecious) pada beberapa literatur, artinya bunga jantan dan betina bisa terpisah di pohon yang berbeda, walau ada juga laporan variasi. - Buah:
Bentuknya bulat hingga agak pipih, kulitnya berwarna merah kecokelatan sampai oranye kusam, sering terlihat seperti diselimuti bulu halus atau tampak “beludru”. Daging buah berwarna kuning-oranye, lembut, manis, dengan sedikit sepat kalau belum benar-benar matang.
Dengan ciri ini, Anda mudah membedakannya dari buah lain di pasar tradisional, meskipun sekilas mirip kesemek.

c. Negara Asal dan Sebaran Geografis
Buah bisbul diyakini berasal dari kawasan Filipina dan wilayah Asia Tenggara lain. Seiring waktu, tanaman ini menyebar ke berbagai negara tropis, termasuk:
- Indonesia
- Malaysia
- Thailand
- Beberapa negara di Amerika Tengah dan Selatan (dalam skala terbatas)
Di Indonesia, bisbul biasa ditemukan di pekarangan rumah, kebun campuran, dan kadang di kebun koleksi tanaman buah langka. Inilah yang menjadikan buah bisbul menarik: ia tumbuh baik di iklim tropis, namun belum masuk arus utama buah komersial.
Setelah memahami “identitas” bisbul, langkah logis berikutnya adalah melihat isi nutrisinya.
Baca juga: Buah Kiwi: Buah Unik Penuh “Ledakan” Nutrisi di Dalamnya
Kandungan Nutrisi Buah Bisbul per 100 Gram
Secara nutrisi, buah bisbul belum sepopuler buah-buahan besar lain seperti apel atau jeruk. Namun beberapa studi dan kompilasi data menunjukkan bahwa buah bisbul mengandung vitamin, mineral, dan serat yang patut Anda pertimbangkan.
Berikut tabel perkiraan kandungan nutrisi bisbul per 100 gram buah segar (nilai bisa bervariasi tergantung varietas dan kematangan):
| Kandungan | Per 100 g (Perkiraan) |
|---|---|
| Energi | 70–90 kkal |
| Karbohidrat | 18–22 g |
| Serat pangan | 2–3 g |
| Protein | ,5–1 g |
| Lemak | ,2–,5 g |
| Vitamin C | 15–25 mg |
| Vitamin A (beta-karoten) | 100–200 IU |
| Kalsium | 15–25 mg |
| Fosfor | 15–30 mg |
| Zat besi | ,3–,6 mg |
| Kalium | 150–250 mg |
Karena data spesifik bisbul tidak selalu tersedia di semua basis data, beberapa acuan diambil dengan membandingkan buah satu genus (misalnya kesemek) dan publikasi lokal. Untuk referensi umum kandungan nutrisi buah sejenis, Anda dapat melihat:
USDA | Nutrition Value
Setelah melihat nutrisinya, Anda mungkin bertanya: “Lalu, apa dampaknya bagi kesehatan saya?” Mari lanjut ke bagian manfaat.

Manfaat Kesehatan Buah Bisbul
Dengan kombinasi karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral, konsumsi buah bisbul secara wajar berpotensi memberi beberapa manfaat bagi tubuh. Secara garis besar, berikut manfaat yang sering dikaitkan dengan buah bisbul:
- Mendukung kesehatan pencernaan
Kandungan serat membantu melancarkan buang air besar dan mendukung mikrobiota usus. Ini penting untuk mencegah konstipasi dan menjaga kesehatan pencernaan jangka panjang. - Potensi membantu daya tahan tubuh
Vitamin C dan senyawa antioksidan lain dapat membantu sistem imun melawan radikal bebas. Jika Anda kombinasikan dengan pola makan seimbang, efeknya bisa semakin terasa. - Mendukung kesehatan kulit
Antioksidan, vitamin C, dan provitamin A berperan penting dalam regenerasi sel kulit dan produksi kolagen. Kontinuitas konsumsi buah-buahan, termasuk buah bisbul, bisa membantu kulit tampak lebih sehat. - Membantu keseimbangan tekanan darah
Kandungan kalium membantu menyeimbangkan natrium dalam tubuh. Asupan kalium cukup, disertai gaya hidup sehat, berkontribusi pada tekanan darah yang lebih terkontrol. - Sumber energi alami yang lembut
Karbohidrat sederhana pada buah bisbul dapat menjadi sumber energi cepat, sementara seratnya membantu mencegah lonjakan gula darah yang terlalu tajam dibandingkan dengan gula murni.
Perlu Anda ingat, bisbul bukan obat ajaib. Buah ini perlu dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan satu-satunya andalan.
Setelah membahas manfaat, pembahasan akan terasa lebih menarik jika Anda juga tahu sisi unik dan “nyeleneh” dari buah bisbul.
Baca juga: Buah Tampui: Harta Karun Tropis yang Mulai Populer
Fakta Unik Buah Bisbul
Berikut beberapa fakta unik yang membuat buah bisbul pantas mendapat spotlight:
- Dikenal dengan banyak nama lokal
Di berbagai daerah, bisbul punya nama berbeda, misalnya “velvet apple” dalam bahasa Inggris, karena kulitnya tampak seperti beludru. Hal ini menambah kesan eksotis. - Kulit buahnya sering dihindari
Banyak orang lebih suka mengonsumsi daging buah bisbul dan membuang kulitnya karena tekstur kulit yang berbulu dan rasa yang kurang nyaman. Namun, sebagian komunitas justru memanfaatkannya sebagai bahan olahan. - Pohon bisbul punya nilai ornamental
Daun lebat dan bentuk batang yang kokoh membuat pohon bisbul menarik sebagai peneduh di halaman rumah atau kebun. Jadi, Anda bukan hanya menanamnya untuk buah, tetapi juga untuk keindahan. - Aroma buahnya khas dan cukup kuat
Beberapa orang sangat menyukai aromanya, sementara yang lain justru kurang nyaman. Kontras inilah yang sering memicu diskusi: tim suka vs tim tidak suka. - Masih belum dikomersialkan besar-besaran
Di tengah gempuran buah impor, bisbul belum mendapatkan tempat besar di pasar modern. Artinya, peluang pengembangan bisnis buah bisbul masih terbuka lebar bagi Anda yang berani mencoba.
Selanjutnya, karena bisbul sering disamakan dengan kesemek, Anda perlu melihat perbedaannya secara lebih sistematis.
Kesemek vs Bisbul: Mirip, Tapi Tidak Sama
Secara tampilan, banyak orang mengira kesemek dan bisbul adalah buah yang sama. Namun, jika Anda perhatikan, ada sejumlah perbedaan penting.
| Aspek | Kesemek (D. kaki) | Bisbul (D. blancoi) |
|---|---|---|
| Asal utama | Tiongkok, Jepang | Filipina, Asia Tenggara |
| Bentuk buah | Bulat sampai agak pipih | Bulat hingga pipih, sering lebih “berbulu” |
| Kulit buah | Halus, sering diberi lapisan putih tepung | Bertekstur beludru, berbulu halus |
| Warna kulit matang | Oranye terang | Merah kecokelatan / oranye kusam |
| Tekstur daging | Lembut, kadang lebih berair | Lembut, agak padat, sedikit sepat jika kurang matang |
| Rasa | Manis, kadang sedikit sepat | Manis, dengan nuansa aroma khas |
| Tinggi pohon | 4–10 m | 15–30 m |
| Iklim favorit | Subtropis hingga subtropis hangat | Tropis |
Perbandingan ini menunjukkan bahwa walaupun saudara dekat, karakter keduanya cukup berbeda. Setelah Anda memahami perbedaannya, langkah berikutnya adalah mengetahui bagaimana cara menumbuhkan bisbul dengan baik.
Syarat Tumbuh dan Propagasi (Perbanyakan) Bisbul
Untuk menanam buah bisbul dengan sukses, Anda perlu memperhatikan beberapa syarat tumbuh dasar dan memahami cara perbanyakannya.
Syarat Tumbuh
- Iklim
- Cocok untuk daerah tropis dan subtropis hangat.
- Curah hujan sedang sampai tinggi, namun drainase lahan harus baik.
- Tanah gembur, subur, kaya bahan organik.
- pH tanah ideal sekitar 5,5–7,.
- Membutuhkan sinar matahari penuh atau setidaknya 6–8 jam per hari.
- Tempat terlalu teduh dapat mengurangi produksi buah.
- Ketinggian
- Tumbuh baik dari dataran rendah sampai sekitar 800 m dpl, tergantung kondisi lokal.
Propagasi (Perbanyakan)
Setelah memahami syarat tumbuh, Anda bisa beralih ke teknik perbanyakan:
- Perbanyakan dari biji
- Langkah ini mudah, cocok untuk pemula.
- Biji diambil dari buah matang, dibersihkan, lalu dikeringanginkan sebentar.
- Biji ditanam di media semai lembap hingga berkecambah.
- Kelemahannya: sifat tanaman bisa bervariasi dan waktu berbuah lebih lama.
- Cangkok
- Dipilih cabang sehat dan produktif.
- Kulit dikelupas, diberi media kompos + cocopeat + tanah, lalu dibungkus plastik.
- Setelah akar tumbuh cukup banyak, cangkokan dipotong dan ditanam.
- Keunggulannya: lebih cepat berbuah dan sifat tanaman cenderung mirip induknya.
- Okulasi atau sambung pucuk (grafting)
- Memerlukan keterampilan lebih tinggi.
- Batang bawah dari bibit kuat, pucuk dari pohon induk unggul.
- Teknik ini banyak dipakai untuk tanaman buah bernilai ekonomi tinggi.
Dengan gambaran ini, Anda siap menerapkan langkah praktis. Untuk membantu, mari ringkas dalam tabel panduan singkat menanam.

Tabel Panduan Singkat Menanam Bisbul
Tabel berikut memudahkan Anda mengikuti tahap demi tahap secara praktis:
| Tahap | Langkah | Catatan Penting |
|---|---|---|
| 1. Persiapan Lahan | Bersihkan lahan dari gulma, gemburkan tanah, beri kompos | Pastikan drainase bagus agar akar tidak tergenang |
| 2. Pemilihan Bibit | Pilih bibit sehat dari cangkok/okulasi/biji | Periksa akar tidak busuk dan batang bebas penyakit |
| 3. Penanaman | Buat lubang tanam 40×40×40 cm, campur tanah dengan pupuk organik | Tanam bibit tegak, jangan terlalu dalam |
| 4. Penyiraman Awal | Siram secukupnya setelah tanam | Jaga kelembapan, jangan sampai becek berlebihan |
| 5. Pemupukan Rutin | Beri pupuk organik 2–3 bulan sekali | Bisa ditambah pupuk NPK dosis rendah sesuai umur |
| 6. Penyiangan Gulma | Bersihkan gulma di sekitar pangkal batang secara berkala | Gulma yang dibiarkan dapat mencuri nutrisi tanaman |
| 7. Pemangkasan | Pangkas cabang yang lemah, sakit, atau terlalu rimbun | Tujuannya agar tajuk seimbang dan sinar matahari masuk |
| 8. Pengendalian Hama | Pantau serangan serangga, jamur, atau penyakit daun | Gunakan cara mekanis/organik sebelum pestisida kimia |
| 9. Masa Berbuah | Pantau kematangan buah, panen saat warna kulit merata | Hindari panen terlalu muda agar rasa optimal |
Dengan mengikuti panduan ini, Anda punya dasar kuat untuk membudidayakan bisbul di rumah atau kebun.
Kesimpulan
Buah bisbul menawarkan kombinasi unik: tampilan eksotis, rasa khas, dan potensi manfaat kesehatan yang menjanjikan. Tanaman ini juga cukup adaptif di daerah tropis seperti Indonesia dan bisa menjadi pilihan menarik untuk kebun rumah maupun usaha kecil.
Anda sudah melihat gambaran besar: dari taksonomi, morfologi, kandungan nutrisi, hingga perbedaan dengan kesemek dan cara menanam. Langkah berikutnya sepenuhnya ada di tangan Anda: mau hanya mengenal, atau mulai menanam dan mengembangkan buah bisbul sebagai peluang?
Sebagai penutup, mari Anda lihat beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait buah bisbul.
FAQ Seputar Buah Bisbul
1. Apakah buah bisbul bisa dimakan langsung?
Ya, buah bisbul bisa Anda makan langsung setelah matang. Biasanya bagian yang dikonsumsi adalah daging buahnya, sementara kulit sering dibuang karena teksturnya yang berbulu dan kurang nyaman bagi sebagian orang. Pastikan buah benar-benar matang agar rasa manisnya maksimal dan tidak terlalu sepat.
2. Bagaimana cara mengetahui buah bisbul sudah matang?
Buah bisbul yang matang biasanya memiliki ciri:
- Warna kulit berubah menjadi merah kecokelatan atau oranye kusam merata
- Tekstur buah terasa lebih lembut saat dipegang
- Aroma khasnya mulai kuat tercium
Jika masih keras dan warnanya belum merata, sebaiknya Anda biarkan beberapa hari dulu sampai matang sempurna.
3. Bisbul lebih sehat dimakan langsung atau diolah?
Keduanya bisa bermanfaat. Dimakan langsung, buah bisbul menyajikan vitamin dan enzim dalam kondisi lebih utuh. Di sisi lain, pengolahan menjadi jus, selai, atau dessert bisa memudahkan konsumsi, terutama bagi anak-anak. Yang penting, jangan menambahkan gula berlebih agar manfaat nutrisinya tetap optimal.
4. Apakah buah bisbul bisa ditanam di pot?
Bisa, terutama jika Anda menggunakan bibit dari cangkok atau sambung pucuk yang relatif lebih kompak. Gunakan pot besar (minimal diameter 50–60 cm) dengan media tanam gembur dan kaya bahan organik. Pastikan penyiraman dan pemupukan teratur, serta letakkan di area yang terkena sinar matahari cukup.
5. Berapa lama pohon bisbul mulai berbuah?
Jika ditanam dari biji, pohon bisbul bisa mulai berbuah sekitar 5–7 tahun, tergantung perawatan dan kondisi lingkungan. Bila menggunakan cangkok atau sambung pucuk, waktu berbuah biasanya lebih cepat, sekitar 3–4 tahun. Jadi, memilih jenis bibit sangat menentukan kecepatan panen pertama Anda.
Semoga bermanfaat, dan Anda selalu dalam keadaan sehat!
Salam tetanam!
edo@tetanam







