Buah Carica: Si Kecil dari Dieng Kaya Manfaat

Buah carica adalah buah khas Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo. Buah ini dikenal juga sebagai “pepaya gunung” karena bentuknya mirip pepaya mini dan hanya tumbuh optimal di dataran tinggi sejuk sekitar 1.500–3.000 mdpl. Meski ukurannya kecil, carica menyimpan potensi kesehatan, ekonomi, dan kuliner yang sangat menarik.
Agar pemahaman semakin lengkap, mari kita mulai dari definisi dan abstraksi buah carica, lalu bergerak pelan tapi pasti ke aspek tanaman, nutrisi, manfaat, hingga cara menanamnya.
Buah carica (sering disebut carica dieng) adalah buah dari tanaman Vasconcellea pubescens, kerabat dekat pepaya. Di kawasan Dieng, buah ini menjadi ikon kuliner lokal yang diolah menjadi manisan, sirup, selai, hingga campuran minuman dan dessert.
Ciri khas buah carica:
- Bentuk menyerupai pepaya kecil
- Warna kulit hijau kekuningan saat matang
- Daging buah kuning keemasan, tekstur kenyal, agak berserat halus
- Rasa manis segar dengan sedikit asam, lebih “tajam” dibanding pepaya biasa
Karena keterbatasan wilayah tumbuh, carica punya aura “eksklusif.” Inilah yang membuatnya menarik, bukan hanya dari sisi rasa, tetapi juga dari sisi ekonomi dan pariwisata.
Sebagai langkah berikutnya, kita perlu mengenal lebih dekat tanamannya: seperti apa struktur, asal-usul, dan persebarannya?
Daftar isi:
- Mengenal Tanaman Carica (Vasconcellea pubescens)
- Kandungan Nutrisi Buah Carica per 100 Gram
- Manfaat Kesehatan Buah Carica
- Cara Pengolahan dan Konsumsi Buah Carica
- Fakta Unik Buah Carica
- Bisakah Tanaman Carica Tumbuh di Selain Puncak Dieng?
- Syarat Tumbuh dan Propagasi (Perbanyakan) Tanaman Carica
- Tabel Panduan Singkat Menanam Carica
- Kesimpulan
- FAQ Seputar Buah Carica
Mengenal Tanaman Carica (Vasconcellea pubescens)
Untuk memahami potensi buah carica, kita perlu turun langsung ke akar masalah: tanaman induknya. Di bagian ini, kita akan membahas taksonomi, morfologi, serta asal dan sebaran geografisnya.
a. Taksonomi Tanaman Carica
Taksonomi berikut memberikan gambaran posisi carica dalam dunia tumbuhan:
- Kingdom : Plantae
- Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
- Kelas : Magnoliopsida
- Ordo : Brassicales
- Famili : Caricaceae
- Genus : Vasconcellea
- Spesies : Vasconcellea pubescens (dulu sering digolongkan ke Carica sp.)
Perubahan dari genus Carica ke Vasconcellea mencerminkan pembaruan klasifikasi ilmiah seiring penelitian genetika yang lebih maju.

b. Morfologi Tanaman Carica
Berikut gambaran morfologi yang akan membantu Anda mengenali tanaman carica di lapangan:
- Batang:
Tegak, bergetah, tekstur agak kayu, tinggi bisa 2–5 meter. Batangnya cenderung lurus dan tidak terlalu banyak cabang besar. - Daun:
Mirip daun pepaya, berlekuk-lekuk (palmatus), ukuran lebih kecil, permukaan sering terasa sedikit berbulu halus (pubescent). - Bunga:
Berwarna putih kekuningan, muncul di ketiak daun. Tanaman bersifat dioecious (ada tanaman jantan dan betina terpisah) atau kadang bisa monoecious, tergantung varietas. - Buah:
Bentuk lonjong sampai oval, panjang sekitar 6–10 cm. Kulit tipis, biji kecil-kecil, daging berwarna kuning cerah. Ketika matang, aromanya segar dan khas. - Akar:
Akar serabut, menyebar ke samping, lebih nyaman di tanah gembur dan kaya bahan organik.
Setelah memahami bentuk tanaman, sekarang mari kita telusuri sejarah geografisnya.
c. Negara Asal dan Sebaran Geografis
Meskipun sangat identik dengan Dieng, carica bukan asli Indonesia. Tanaman ini:
- Diduga berasal dari: Pegunungan Andes, Amerika Selatan (Peru, Ekuador, Bolivia)
- Iklim asal: Dataran tinggi sejuk, dengan suhu relatif dingin dan intensitas sinar matahari yang kuat
Dari sana, carica menyebar ke beberapa negara beriklim serupa. Di Indonesia, tanaman ini beradaptasi dengan sangat baik di Dataran Tinggi Dieng, sehingga kini dianggap sebagai buah khas daerah tersebut.
Setelah mengetahui asal-usulnya, langkah berikutnya adalah melihat apa yang membuat carica menarik dari sisi gizi.
Baca juga: Sayur Kohlrabi: Superfood Unik yang Wajib Anda Coba!

Kandungan Nutrisi Buah Carica per 100 Gram
Secara umum, buah carica kaya akan air, vitamin, dan mineral, khususnya vitamin C dan provitamin A. Berikut adalah perkiraan kandungan nutrisi per 100 gram daging buah carica (data mendekati profil kerabatnya, pepaya dataran tinggi):
| Komponen | Jumlah Per 100 g |
|---|---|
| Energi | ± 40–50 kkal |
| Karbohidrat | ± 10–12 g |
| Protein | ± ,5–1 g |
| Lemak | ± ,1–,3 g |
| Serat pangan | ± 1,5–2,5 g |
| Vitamin C | ± 40–60 mg |
| Vitamin A (RE) | ± 150–250 µg |
| Folat | ± 25–40 µg |
| Kalium | ± 180–250 mg |
| Kalsium | ± 20–30 mg |
| Magnesium | ± 10–15 mg |
Profil nutrisi buah carica sangat mirip dengan pepaya dan beberapa spesies Vasconcellea lainnya. Untuk perbandingan referensial, Anda dapat melihat data pepaya di database USDA.
Dengan gambaran gizi di atas, kita bisa mulai membahas manfaat kesehatannya secara lebih konkret.

Manfaat Kesehatan Buah Carica
Berbekal kandungan nutrisi tersebut, buah carica menawarkan beberapa manfaat kesehatan yang menarik:
- Meningkatkan daya tahan tubuh
Vitamin C yang cukup tinggi membantu mendukung sistem imun, mendorong produksi kolagen, dan mempercepat pemulihan tubuh dari kelelahan ringan. - Mendukung kesehatan mata dan kulit
Provitamin A dan antioksidan membantu menjaga kesehatan retina, sekaligus berperan dalam regenerasi sel kulit serta melindungi dari radikal bebas. - Membantu pencernaan lebih lancar
Serat pangan yang terkandung dapat membantu melunakkan feses dan mendukung pergerakan usus. Selain itu, enzim-enzim alami pada kerabat pepaya sering dikaitkan dengan pencernaan protein. - Membantu menjaga keseimbangan tekanan darah
Kandungan kalium berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dan membantu mengatur tekanan darah, terutama bila pola makan Anda tinggi natrium. - Berpotensi mendukung diet sehat
Kalori yang relatif rendah, plus kandungan air dan serat yang cukup, membuat carica menjadi camilan buah yang ramah untuk program penurunan berat badan jika dikonsumsi tanpa gula berlebih.
Setelah melihat manfaat kesehatannya, sekarang saatnya beralih ke hal yang paling sering dicari: bagaimana cara menikmati buah carica dengan optimal?
Cara Pengolahan dan Konsumsi Buah Carica
Buah carica jarang dikonsumsi segar seperti pepaya biasa, karena rasa dan teksturnya lebih cocok diolah terlebih dahulu. Berikut beberapa cara pengolahan yang populer:
- Manisan Carica (Produk Ikonik Dieng)
- Buah dikupas, dibelah, dibuang bijinya
- Dipotong sesuai selera
- Direbus, kemudian direndam dalam sirup gula
- Dikemas dalam botol atau cup plastik
Hasilnya: daging buah tetap kenyal, manis segar dengan aroma khas.
- Selai dan Isian Roti
Daging carica yang sudah lunak bisa dimasak dengan gula hingga mengental. Selai ini cocok untuk olesan roti, topping pancake, atau isian pastry. - Sirup dan Campuran Minuman
Air rebusan dan ekstrak buah carica dapat diolah menjadi sirup. Sirup ini bisa jadi bahan dasar mocktail, es buah, atau dicampur soda. - Dessert Modern
- Topping yogurt atau es krim
- Campuran puding
- Bahan smoothie dengan tambahan madu dan susu
- Camilan Kering (Eksperimen Produk)
Dengan teknologi pengeringan (misalnya oven atau dehidrator), irisan carica dapat dijadikan snack buah kering.
Setelah memahami berbagai cara mengolahnya, mari kita geser ke bagian yang lebih ringan namun menarik: fakta-fakta unik carica.

Baca juga: Buah Kepel: Rahasia Wangi Tubuh Alami yang Hampir Punah
Fakta Unik Buah Carica
Beberapa fakta berikut akan membuat buah carica terasa semakin istimewa:
- Tidak tumbuh optimal di sembarang tempat
Carica membutuhkan ketinggian dan suhu tertentu sehingga sangat sulit dibudidayakan di dataran rendah. - Sering disangka pepaya biasa
Bentuk dan aromanya membuat banyak orang mengira ini pepaya mini, padahal spesiesnya berbeda. - Ikon oleh-oleh Dieng
Produk carica olahan menjadi oleh-oleh wajib wisatawan yang datang ke Dieng, sejajar dengan kentang dan purwaceng. - Potensi ekonomi lokal
Budidaya carica dan industri pengolahan turunannya memberi nilai tambah bagi petani dan pelaku UMKM sekitar Dieng. - Nama ilmiah berubah seiring waktu
Dulunya diklasifikasikan dalam genus Carica, lalu direvisi menjadi Vasconcellea, mencerminkan perkembangan ilmu botani.
Setelah tahu betapa uniknya, muncul pertanyaan penting: apakah carica hanya bisa hidup di Dieng?
Bisakah Tanaman Carica Tumbuh di Selain Puncak Dieng?
Ini salah satu pertanyaan yang paling sering muncul. Jawabannya: bisa, tetapi dengan syarat ketat.
Tanaman carica bukan hanya milik Dieng, namun:
- Lebih menyukai ketinggian 1.500–3.000 mdpl
- Membutuhkan suhu sejuk 15–20°C
- Butuh intensitas cahaya cukup namun tidak terlalu panas
- Lebih nyaman di tanah subur, gembur, dan kaya organik
Artinya, carica berpotensi tumbuh di dataran tinggi lain di Indonesia, seperti:
- Pegunungan di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur
- Beberapa kawasan tinggi di Sumatra atau Sulawesi
Namun, pertumbuhan dan produktivitasnya di luar Dieng masih perlu uji adaptasi. Jadi, menanam carica di dataran rendah sangat berisiko gagal, kecuali dengan teknologi khusus (misalnya rumah kaca berpendingin), yang tentu tidak ekonomis untuk skala kecil.
Untuk memahami peluang budidaya lebih lanjut, kita perlu melihat syarat tumbuh dan cara perbanyakannya.
Syarat Tumbuh dan Propagasi (Perbanyakan) Tanaman Carica
Agar budidaya carica berhasil, Anda perlu memperhatikan beberapa faktor kunci:
1. Syarat Tumbuh
- Ketinggian: Ideal 1.500–3.000 mdpl
- Suhu udara: 15–20°C, tidak tahan panas ekstrem
- Curah hujan: Sedang–tinggi, dengan drainase baik
- Tanah:
- Gembur, kaya bahan organik
- pH sekitar 5,5–7
- Tidak tergenang air
- Cahaya: Butuh sinar matahari cukup (sekitar 6 jam/hari), namun lebih suka udara sejuk
2. Perbanyakan Tanaman (Propagasi)
Tanaman carica dapat diperbanyak dengan dua cara utama:
- Dari Biji
- Biji diambil dari buah matang sehat
- Dicuci dan dikeringanginkan
- Disemai di media campuran tanah dan kompos
- Setelah bibit cukup kuat (tinggi 15–20 cm), dipindah ke lahan Kelebihan: sederhana, murah
Kekurangan: sifat tanaman bisa bervariasi, jenis kelamin tanaman baru (jantan/betina) tidak bisa dipastikan sejak awal.
- Secara Vegetatif (misalnya cangkok/steck batang, bila memungkinkan)
- Mengambil bagian tanaman yang sudah terbukti produktif
- Membantu mempertahankan sifat unggul induk
Namun, teknik vegetatif pada Vasconcellea agak lebih menantang dan biasanya memerlukan keterampilan khusus.
Untuk mempermudah gambaran, mari kita rangkum dalam tabel panduan singkat menanam carica.
Tabel Panduan Singkat Menanam Carica
| Tahap | Langkah | Catatan Penting |
|---|---|---|
| 1. Pemilihan Lokasi | Pilih lahan di dataran tinggi sejuk dengan sinar matahari cukup | Ketinggian ideal 1.500–3.000 mdpl, hindari dataran rendah |
| 2. Persiapan Tanah | Cangkul/gemburkan tanah, beri pupuk kandang atau kompos | Pastikan drainase baik, air tidak menggenang |
| 3. Penyemaian Biji | Semai biji pada polybag/media semai hingga bibit 15–20 cm | Gunakan biji dari buah sehat dan matang sempurna |
| 4. Penanaman Bibit | Pindahkan bibit ke lahan dengan jarak tanam ± 2–3 m antar tanaman | Tanam saat pagi/sore untuk mengurangi stres bibit |
| 5. Pemupukan | Beri pupuk organik dan tambahan NPK sesuai kebutuhan | Lakukan berkala, sesuaikan kondisi tanah dan pertumbuhan |
| 6. Penyiraman | Siram secukupnya, terutama saat awal pertumbuhan dan musim kemarau | Hindari Penyiraman berlebihan yang menyebabkan akar busuk |
| 7. Penyiangan | Bersihkan gulma di sekitar tanaman secara rutin | Gulma dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan air |
| 8. Pengendalian Hama | Pantau serangga dan penyakit daun/buah, gunakan pengendalian terpadu | Utamakan metode ramah lingkungan sebelum pestisida kimia |
| 9. Pemangkasan | Pangkas cabang tidak produktif dan bagian yang sakit | Membantu sirkulasi udara dan cahaya, serta merangsang buah |
| 10. Panen | Panen buah saat warna kulit mulai menguning dan ukuran optimal | Panen hati-hati agar buah tidak memar dan mutu terjaga |
Setelah memahami teknis penanaman, mari kita simpulkan poin-poin penting agar Anda mendapatkan gambaran utuh.
Kesimpulan
Buah carica adalah “pepaya gunung” khas Dieng yang menawarkan perpaduan menarik antara rasa, gizi, dan nilai ekonomi. Meski ukurannya kecil, carica kaya vitamin C, provitamin A, serat, dan mineral yang bermanfaat untuk daya tahan tubuh, kesehatan mata, pencernaan, dan pendukung diet sehat.
Tanamannya, Vasconcellea pubescens, berasal dari kawasan pegunungan Andes dan kini menemukan “rumah baru” di Dataran Tinggi Dieng dan beberapa dataran tinggi lain yang sejuk. Carica tidak mudah dibudidayakan di dataran rendah, sehingga nilai eksklusifnya tetap terjaga.
Dari sisi kuliner, manisan carica dan berbagai produk olahan lain membuktikan bahwa buah ini punya potensi besar sebagai ikon oleh-oleh sekaligus peluang bisnis. Sementara itu, dari sisi budidaya, carica membutuhkan syarat tumbuh spesifik, namun tetap menjanjikan bagi petani di wilayah dataran tinggi.
Untuk menjawab rasa ingin tahu yang lebih praktis, mari kita akhiri dengan beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait buah carica.
Baca juga: Kawista: Buah Langka Penuh Manfaat yang Mulai Dilupakan
FAQ Seputar Buah Carica
Untuk menutup pembahasan dengan lebih praktis, berikut kumpulan pertanyaan yang sering dicari orang di internet tentang buah carica dan tanamannya, beserta jawaban singkat dan padat.
1. Apa perbedaan buah carica dengan pepaya biasa?
Buah carica:
- Ukuran kecil, mirip pepaya mini
- Rasa manis-asam yang lebih tajam
- Umumnya diolah dulu (manisan, sirup, dll.)
- Tumbuh optimal di dataran tinggi sejuk
Pepaya biasa:
- Ukuran besar, daging lebih lembut
- Rasa cenderung manis saja
- Lazim dikonsumsi segar
- Bisa tumbuh di dataran rendah sampai menengah
Secara botani, carica termasuk Vasconcellea pubescens, sedangkan pepaya biasa Carica papaya.
2. Mengapa buah carica identik dengan Dieng?
Buah carica identik dengan Dieng karena:
- Kondisi iklim Dieng sangat ideal: sejuk, tinggi (±2.000 mdpl), tanah subur
- Tanaman ini berhasil dibudidayakan secara konsisten di sana
- UMKM lokal mengolahnya menjadi manisan dan oleh-oleh khas
- Promosi pariwisata Dieng selalu menyertakan carica sebagai ikon kuliner
Jadi, bukan hanya soal asal tanaman, tetapi soal keberhasilan budidaya dan branding daerah.
3. Apakah buah carica bisa ditanam di dataran rendah?
Secara praktik, sangat sulit. Tanaman carica:
- Butuh suhu sejuk 15–20°C
- Rentan stres pada panas berlebih dan kelembapan tidak seimbang
- Lebih cocok di ketinggian 1.500–3.000 mdpl
Menanam di dataran rendah mungkin saja dicoba, tetapi peluang berhasilnya kecil tanpa teknologi khusus (seperti rumah kaca dengan pengaturan suhu), yang umumnya tidak ekonomis untuk petani kecil.
4. Bagaimana cara membedakan buah carica dan pepaya biasa secara fisik?
Anda bisa melihat beberapa ciri berikut:
- Ukuran: Carica jauh lebih kecil (± 6–10 cm), pepaya biasa bisa puluhan sentimeter.
- Bentuk: Carica cenderung lonjong-pendek; pepaya biasa lebih besar dan variatif.
- Daging buah: Carica lebih kenyal dan aromanya khas, pepaya biasa lebih lembut.
- Cara jual: Carica sering dijual dalam bentuk olahan (manisan botol/cup), sedangkan pepaya biasa lebih sering dijual utuh dan segar.
5. Apakah buah carica sehat jika dikonsumsi setiap hari?
Dalam porsi wajar, carica aman dan bermanfaat. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Buah segar:
Kaya vitamin C, provitamin A, dan serat. Konsumsi harian dalam porsi kecil-sedang umumnya baik bagi tubuh. - Produk manisan/sirup:
Mengandung tambahan gula. Konsumsi terlalu sering dan berlebihan bisa menambah asupan gula harian, yang kurang baik bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang diet ketat.
Jadi, konsumsi secara seimbang dan sesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda.
6. Buah carica untuk apa saja? (kegunaan utama)
Buah carica memiliki beberapa kegunaan utama:
- Konsumsi pangan
- Manisan carica (produk paling populer)
- Sirup, selai, topping dessert, campuran es buah
- Oleh-oleh dan produk wisata
Manisan carica menjadi salah satu buah tangan khas Dieng yang sangat dicari wisatawan. - Bahan baku industri rumahan
UMKM mengolah carica menjadi aneka produk bernilai tambah, seperti minuman siap saji, selai, dan camilan. - Potensi bahan baku nutrisi
Kandungan vitamin dan antioksidan membuka peluang riset lebih lanjut sebagai bahan tambahan produk kesehatan dan kosmetik.
7. Apakah buah carica aman untuk ibu hamil?
Secara umum, buah carica dalam bentuk olahan dan dikonsumsi wajar cenderung aman bagi ibu hamil yang tidak punya alergi khusus terhadap buah sejenis pepaya. Namun, beberapa catatan penting:
- Perhatikan kandungan gula pada manisan/sirup carica, terutama bila ibu hamil memiliki risiko diabetes gestasional.
- Buah yang terlalu muda atau getah berlebih dari kerabat pepaya sering menjadi perhatian dalam kehamilan, sehingga konsumsi sebaiknya tidak berlebihan dan fokus pada produk matang/olahan.
Untuk kepastian dan keamanan maksimal, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi rutin.
8. Berapa lama masa panen tanaman carica dari tanam sampai berbuah?
Dalam kondisi optimal di dataran tinggi:
- Tanaman carica biasanya mulai berbuah sekitar 1,5–2 tahun setelah tanam dari bibit.
- Produksi buah dapat meningkat seiring bertambahnya umur tanaman, dengan catatan perawatan dan pemupukan dilakukan secara teratur.
Perbedaan ketinggian, kesuburan tanah, dan iklim lokal bisa membuat waktu panen sedikit lebih cepat atau lambat.
9. Apakah carica bisa dijadikan peluang bisnis?
Ya, carica punya potensi bisnis yang menarik, terutama di wilayah dataran tinggi:
- Budidaya buah: Petani dapat memasok buah segar ke pabrik pengolahan atau UMKM.
- Industri olahan: Manisan, sirup, selai, minuman siap saji, snack buah kering.
- Bisnis oleh-oleh: Titip jual di toko oleh-oleh, kafe, dan pusat wisata.
Kunci keberhasilannya ada pada:
- Konsistensi kualitas buah dan produk
- Kemasan menarik dan higienis
- Strategi pemasaran, termasuk penjualan online dan branding sebagai produk khas daerah.
10. Di mana bisa membeli produk olahan buah carica?
Produk carica paling mudah ditemukan di:
- Kawasan wisata Dieng dan Wonosobo: di toko oleh-oleh, kios pinggir jalan, hingga pusat kuliner.
- Toko oleh-oleh khas Jawa Tengah: beberapa kota besar menyuplai produk carica dari Dieng.
- Marketplace online: banyak UMKM dan produsen lokal kini menjual manisan carica, sirup, dan produk turunannya melalui platform e-commerce.
Saat membeli online, periksa ulasan pembeli, tanggal kedaluwarsa, dan kemasan untuk memastikan produk aman dan berkualitas.
Semoga bermanfaat, dan Anda dalam keadaan sehat selalu!
Salam tetanam!
edo@tetanam







