Lamtoro: Petai Cina Super, Gizi Tinggi & Kaya Manfaat

Lamtoro atau sering kita sebut petai cina merupakan tanaman legum serbaguna yang memiliki nama latin Leucaena leucocephala. Tanaman ini bukan sekadar semak liar, melainkan sumber pangan bergizi tinggi dan komponen vital dalam sistem pertanian berkelanjutan. Masyarakat Indonesia kerap mengolah biji polong mudanya menjadi kuliner lezat seperti botok, trancam, atau lalapan segar. Selain urusan perut, pohon lamtoro memegang peranan penting sebagai pohon peneduh (naungan) bagi tanaman kopi dan kakao, serta menjadi pilar utama dalam sistem wanatani (agroforestry) untuk mencegah erosi dan menyuburkan tanah. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai karakteristik biologis tanaman luar biasa ini.
Daftar isi:
Mengenal Tanaman Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Memahami tanaman ini secara mendalam akan membantu kita mengoptimalkan potensinya. Lamtoro adalah jenis perdu atau pohon yang memiliki kemampuan adaptasi luar biasa di berbagai kondisi lingkungan.
a. Taksonomi
Secara ilmiah, klasifikasi lamtoro menempati posisi yang jelas dalam kerajaan tumbuhan. Berikut adalah urutan taksonominya:
- Kingdom: Plantae
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Magnoliopsida
- Ordo: Fabales
- Famili: Fabaceae
- Genus: Leucaena
- Spesies: Leucaena leucocephala
Masyarakat mengenal tanaman ini dengan berbagai nama sinonim atau sebutan lokal, seperti petai cina, toro, atau mlanding.
b. Morfologi
Kita bisa mengenali lamtoro dengan mudah melalui ciri fisiknya. Pohon ini memiliki batang kayu yang keras namun tidak terlalu besar, dengan ketinggian yang bisa mencapai 5 hingga 20 meter tergantung varietasnya. Daunnya majemuk menyirip ganda (bipinnate) dengan anak daun kecil-kecil yang berhadapan. Bunganya sangat khas, berbentuk bongkol bulat berwarna putih kekuningan yang menyerupai bola serbuk. Buahnya berupa polong pipih tipis berisi biji-biji kecil yang berjejer rapi, berwarna hijau saat muda dan berubah cokelat kering ketika tua.

c. Negara Asal dan Sebaran Geografis
Lamtoro bukanlah tanaman asli Nusantara. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah, tepatnya Meksiko dan wilayah utara Amerika Selatan. Para pedagang Spanyol kemudian membawa tanaman ini ke Filipina, dan dari sanalah lamtoro menyebar luas ke seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia, hingga ke Pasifik dan Australia.
Setelah kita mengenal fisik dan asal-usulnya, mari kita bedah apa saja isi kandungan gizi yang tersimpan di dalam bijinya.
Baca juga: Buah Carica: Si Kecil dari Dieng Kaya Manfaat
Kandungan Nutrisi Biji Lamtoro
Jangan pernah meremehkan ukuran bijinya yang kecil. Lamtoro menyimpan kepadatan nutrisi yang mampu bersaing dengan sumber protein hewani. Berikut adalah tabel kandungan nutrisi lamtoro per 100 gram bagian yang dapat dimakan:
| Komponen Nutrisi | Jumlah |
|---|---|
| Energi | 148 kkal |
| Protein | 12 gram |
| Lemak | 6.5 gram |
| Karbohidrat | 12.4 gram |
| Kalsium | 155 mg |
| Fosfor | 59 mg |
| Zat Besi | 2.2 mg |
| Vitamin A | 178 SI |
| Vitamin C | 20 mg |
Sumber rujukan data nutrisi mengacu pada Data Komposisi Pangan Indonesia (TKPI).
Dengan profil nutrisi yang sedemikian kaya, lamtoro tentu membawa dampak positif yang signifikan bagi tubuh manusia. Mari kita bahas manfaat kesehatannya.

Manfaat Kesehatan Biji Lamtoro
Konsumsi biji lamtoro dalam jumlah wajar memberikan khasiat luar biasa bagi kesehatan tubuh kita.
- Mengontrol Gula Darah: Kandungan flavonoid dan alkaloid dalam biji lamtoro membantu pankreas memproduksi insulin, sehingga sangat baik bagi penderita diabetes untuk menstabilkan gula darah.
- Menyehatkan Tulang: Tingginya kadar kalsium dan fosfor menjadikan lamtoro solusi alami untuk memperkuat kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis.
- Mendetoksifikasi Tubuh: Senyawa antioksidan di dalamnya bekerja aktif menangkal radikal bebas dan membuang racun dari dalam tubuh.
- Mengatasi Cacingan: Pengobatan tradisional sering menggunakan biji lamtoro tua yang ditumbuk untuk membasmi cacing usus karena sifat anthelmintik yang dimilikinya.
- Mempercepat Penyembuhan Luka: Kandungan saponin pada lamtoro membantu mempercepat proses pembekuan darah dan penutupan luka terbuka.
Selain bermanfaat bagi manusia, keberadaan pohon lamtoro juga memberikan keuntungan besar bagi lingkungan dan sektor pertanian.
Baca juga: Apel Fuji: Kultivar Super Manis yang Dominasi Pasar
Pemanfaatan Tanaman Lamtoro
Lamtoro adalah definisi tanaman “zero waste” karena hampir seluruh bagiannya berguna. Peternak sangat menyukai daun lamtoro sebagai pakan ternak ruminansia (sapi, kambing) karena kandungan protein kasarnya yang tinggi, mencapai lebih dari 20%. Di sektor pertanian, lamtoro berfungsi sebagai pupuk hijau yang sangat baik. Akarnya bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk menambat nitrogen dari udara, yang secara alami menyuburkan tanah di sekitarnya. Batang kayunya yang keras memiliki nilai kalori tinggi, menjadikannya kayu bakar atau bahan arang berkualitas. Selain itu, sistem perakarannya yang kuat mampu menahan tanah, sehingga efektif untuk mencegah longsor di lahan miring.
Namun, di balik segudang manfaatnya, tanaman ini menyimpan beberapa fakta unik yang perlu Anda ketahui sebelum membudidayakannya.

Fakta Unik
Terdapat sisi menarik dari lamtoro yang jarang orang bicarakan.
- Zat Mimosin: Seluruh bagian tanaman ini mengandung mimosin, sebuah asam amino toksik. Jika hewan ternak non-ruminansia (seperti kuda atau babi) memakannya terlalu banyak, bulu mereka bisa rontok. Namun, sapi dan kambing di Indonesia umumnya memiliki mikroba perut yang mampu mencerna mimosin ini.
- Penyebar Super Cepat: Lamtoro gung (varietas besar) dapat tumbuh sangat cepat dan memproduksi ribuan biji, sehingga di beberapa tempat, tanaman ini dianggap gulma invasif jika tidak terkontrol.
- Tidur di Malam Hari: Daun lamtoro akan menutup atau “tidur” saat matahari terbenam untuk mengurangi penguapan.
Anda tertarik menanamnya? Mari kita pelajari syarat tumbuh dan cara perbanyakannya agar hasilnya maksimal.
Syarat Tumbuh dan Propagasi
Lamtoro adalah tanaman tangguh yang tidak manja. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah tropis dengan ketinggian 0 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut. Sinar matahari penuh menjadi syarat mutlak agar lamtoro tumbuh subur. Curah hujan yang ideal berkisar antara 650 hingga 3.000 mm per tahun, namun tanaman ini memiliki toleransi tinggi terhadap kekeringan (kemarau panjang). Tanah lempung berpasir dengan drainase baik adalah media terbaik, namun lamtoro tetap bisa bertahan di tanah yang kurang subur sekalipun.
Untuk propagasi atau perbanyakan, Anda bisa menggunakan dua cara: generatif (biji) dan vegetatif (stek batang). Metode biji lebih umum digunakan untuk skala luas karena akarnya lebih kuat.
Sekarang, mari kita masuk ke panduan teknis cara menanam lamtoro langkah demi langkah.
Cara Menanam Lamtoro
Mengikuti langkah-langkah praktis ini akan memastikan tanaman lamtoro Anda tumbuh cepat dan sehat.
1. Persiapan Benih
Kulit biji lamtoro sangat keras dan memiliki lapisan lilin yang menghambat masuknya air. Anda harus melakukan perlakuan khusus agar biji cepat berkecambah. Rendam biji dalam air panas (suhu sekitar 80°C) selama 3-5 menit, kemudian tiriskan dan rendam kembali dalam air dingin selama 24 jam. Proses ini akan memecahkan masa dormansi biji.
2. Penyiapan Lahan Tanam
Bersihkan lahan dari gulma dan rumput liar. Jika Anda menanam untuk tujuan pagar hidup atau peneduh, buatlah lubang tanam dengan ukuran 30x30x30 cm. Campurkan tanah galian dengan pupuk kandang atau kompos yang sudah matang sebagai pupuk dasar. Biarkan lubang tersebut terbuka terkena sinar matahari selama 3-5 hari sebelum penanaman untuk mematikan hama tanah.
3. Proses Penyemaian
Sebaiknya Anda menyemai biji di polybag terlebih dahulu daripada menanam langsung di lahan, terutama untuk varietas lamtoro gung. Isi polybag dengan campuran tanah dan pupuk kandang (perbandingan 2:1). Tanam satu atau dua biji per polybag dengan kedalaman 2 cm. Letakkan di tempat teduh dan siram secara rutin setiap pagi.
4. Pemindahan ke Lahan (Transplanting)
Bibit siap pindah tanam ketika sudah berumur sekitar 2-3 bulan atau tingginya mencapai 30-50 cm. Masukkan bibit beserta tanah dari polybag ke dalam lubang tanam yang sudah Anda siapkan. Padatkan tanah di sekitar pangkal batang agar tanaman berdiri kokoh.
5. Perawatan Rutin
Meskipun lamtoro tanaman liar, perawatan awal sangat menentukan keberhasilannya. Siramlah bibit muda secara teratur, terutama jika Anda menanamnya di musim kemarau. Lakukan penyiangan atau pembersihan rumput liar di sekitar pangkal batang agar perebutan nutrisi tidak terjadi. Pemangkasan menjadi kunci utama jika Anda menginginkan produksi daun yang melimpah untuk pakan ternak. Pangkas batang utama ketika tanaman mencapai tinggi 1 meter untuk merangsang pertumbuhan tunas samping yang lebih rimbun.
6. Masa Panen
Anda bisa mulai memanen lamtoro sesuai dengan tujuannya. Untuk kebutuhan kuliner, petiklah polong saat masih muda dan bijinya belum mengeras. Ciri fisiknya terlihat dari kulit polong yang masih hijau segar dan rata. Sedangkan untuk kebutuhan pakan ternak atau kayu bakar, Anda bisa memangkas cabang-cabangnya secara berkala setiap 2 hingga 3 bulan sekali setelah tanaman mapan.
Setelah memahami betapa mudahnya membudidayakan tanaman ini, kita bisa menarik benang merah tentang seberapa penting keberadaan lamtoro bagi kehidupan kita.
Baca Juga: Rumput Gajah: Pakan Ternak Super Murah Hasil Maksimal
Kesimpulan
Lamtoro membuktikan bahwa “emas hijau” tidak selalu harus berupa tanaman mahal. Lamtoro adalah paket lengkap anugerah alam yang menyediakan pangan bergizi bagi manusia, pakan berkualitas bagi ternak, serta solusi alami perbaikan struktur tanah. Kita tidak lagi bisa memandang sebelah mata tanaman yang sering tumbuh liar di pinggir jalan ini. Mulai dari kandungan proteinnya yang tinggi hingga kemampuannya mencegah erosi, lamtoro layak mendapatkan tempat di lahan pekarangan atau kebun Anda. Menanam lamtoro berarti Anda berinvestasi pada kesehatan diri sekaligus kelestarian lingkungan jangka panjang.
Guna melengkapi wawasan Anda, kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang paling sering muncul di mesin pencari terkait tanaman serbaguna ini dalam sesi tanya jawab berikut.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apakah aman memakan biji lamtoro mentah setiap hari?
Mengonsumsi lamtoro mentah dalam jumlah kecil umumnya aman dan menjadi kebiasaan masyarakat kita sebagai lalapan. Namun, sebaiknya Anda membatasi jumlahnya karena kandungan mimosin dapat menyebabkan gangguan pencernaan ringan jika dikonsumsi berlebihan. Merebus atau mengukusnya akan mengurangi kadar mimosin secara signifikan.
Apa bedanya lamtoro biasa dengan lamtoro gung?
Perbedaan utamanya terletak pada ukuran. Lamtoro gung (Leucaena leucocephala var. glabrata) memiliki ukuran pohon, daun, dan polong yang jauh lebih besar dibandingkan varietas lokal atau lamtoro biasa. Lamtoro gung lebih sering ditanam untuk kebutuhan industri pakan ternak dan penghijauan.
Benarkah lamtoro bisa menyembuhkan diabetes?
Lamtoro bukan obat penyembuh total, tetapi sangat efektif membantu mengontrol kadar gula darah. Kandungan alkaloid dan flavonoid di dalamnya bekerja membantu kinerja pankreas. Penderita diabetes tetap harus berkonsultasi dengan dokter terkait pola makannya.
Mengapa bulu kambing rontok setelah makan daun lamtoro?
Hal ini terjadi akibat keracunan zat mimosin. Bakteri dalam perut ternak belum mampu mengurai zat tersebut jika porsinya terlalu banyak dan mendadak. Solusinya, berikan daun lamtoro yang sudah dilayukan (dijemur sebentar) atau campur dengan rumput lain, jangan berikan sebagai pakan tunggal 100%.
Bagaimana cara menghilangkan bau menyengat pada petai cina?
Anda bisa mengurangi aroma khas lamtoro atau petai cina dengan cara merebus bijinya bersama sedikit garam sebelum mengolahnya menjadi masakan. Proses perebusan ini juga membuat teksturnya lebih empuk.
Semoga bermanfaat, sehat selalu!
Salam tetanam!
edo@tetanam







