Apel Fuji: Kultivar Super Manis yang Dominasi Pasar

Apel fuji adalah salah satu kultivar apel paling populer di dunia. Buah ini dikenal dengan rasa manis yang kuat, tekstur renyah, dan daya simpan yang sangat baik. Dari supermarket modern hingga pasar tradisional, apel fuji makin mudah ditemukan dan disukai berbagai kalangan usia.
Secara singkat, apel fuji merupakan hasil persilangan beberapa varietas apel unggul, sehingga kualitas rasa dan ketahanannya di atas rata-rata. Buah ini banyak dikonsumsi langsung, namun juga cocok untuk salad, jus, hingga olahan dessert.
Setelah memahami gambaran besarnya, mari beralih ke pembahasan yang lebih terstruktur tentang tanaman apel fuji itu sendiri.
Daftar isi:
Mengenal Tanaman Apel Fuji (Malus domestica ‘Fuji’)
Untuk memahami apel fuji secara lebih mendalam, kita perlu melihatnya dari sisi ilmu botani: taksonomi, morfologi, serta asal dan sebaran geografisnya.
a. Taksonomi Apel Fuji
Secara ilmiah, apel fuji termasuk ke dalam klasifikasi berikut:
- Kerajaan (Kingdom): Plantae
- Divisi (Divisio): Magnoliophyta
- Kelas (Classis): Magnoliopsida
- Ordo (Ordo): Rosales
- Famili (Familia): Rosaceae
- Genus: Malus
- Spesies: Malus domestica
- Kultivar: Malus domestica ‘Fuji’
Kultivar ini merupakan salah satu hasil pemuliaan paling sukses dari genus Malus karena kualitas rasa, produktivitas, dan daya simpan yang unggul.
b. Morfologi Tanaman Apel Fuji
Setelah mengenal klasifikasinya, kita lanjut ke ciri fisiknya.
Ciri Pohon dan Daun
Pohon apel fuji memiliki tinggi 3–5 meter dengan tajuk menyebar. Cabang cukup rapat dan membentuk kanopi yang rimbun. Daunnya berwarna hijau tua, berbentuk oval sampai elips, dengan tepi bergerigi halus dan permukaan agak mengkilap.
Ciri Bunga
Bunganya berwarna putih hingga merah muda pucat, berukuran kecil hingga sedang, dan tersusun dalam kelompok (infloresensi). Bunga apel fuji tampak menarik dan kerap menjadi daya tarik visual di kebun.
Ciri Buah
Buah apel fuji umumnya:
- Berukuran sedang hingga besar
- Kulit berwarna dasar hijau kekuningan dengan blush merah muda hingga merah terang
- Daging buah putih krem hingga kekuningan
- Tekstur sangat renyah dan berair
- Rasa dominan manis dengan sedikit asam yang seimbang
Kombinasi karakter inilah yang membuat apel fuji menonjol dibandingkan varietas lain.

Baca juga: Apel Putsa: Manisnya Eksotis, Kaya Manfaatnya!
c. Negara Asal dan Sebaran Geografis
Setelah melihat bentuknya, kita beralih ke asal-usul geografis.
Apel fuji berasal dari Jepang, tepatnya dikembangkan di Pusat Penelitian Hortikultura Fujisaki, Prefektur Aomori. Dari Jepang, kultivar ini menyebar ke berbagai negara penghasil apel seperti:
- Tiongkok
- Amerika Serikat
- Selandia Baru
- Australia
- Korea Selatan
- Beberapa negara di Eropa
Kini, apel fuji juga mulai ditanam di daerah dataran tinggi tropis, termasuk beberapa wilayah di Indonesia yang bersuhu sejuk. Sebaran yang luas tersebut menunjukkan bahwa apel fuji mampu beradaptasi cukup baik di berbagai lingkungan, selama syarat tumbuhnya terpenuhi.
Syarat Tumbuh dan Propagasi (Perbanyakan)
Setelah memahami karakter tanamannya, langkah berikutnya adalah mengetahui syarat tumbuh dan cara perbanyakannya. Informasi ini penting bagi Anda yang tertarik membudidayakan apel fuji.
Syarat Tumbuh Apel Fuji
Beberapa syarat utama yang perlu diperhatikan:
- Iklim dan suhu
Apel fuji idealnya tumbuh di daerah beriklim sejuk dengan suhu rata-rata 13–24°C. Tanaman apel memerlukan periode dingin (chilling hours) untuk menginisiasi pembungaan optimal. - Ketinggian tempat
Di wilayah tropis, apel fuji lebih cocok ditanam di dataran tinggi, umumnya di atas 800–1.000 mdpl, tergantung kondisi lokal. - Tanah
Tanah yang baik bersifat gembur, subur, kaya bahan organik, dengan drainase baik. pH tanah ideal berada di kisaran 5,5–7,. - Cahaya
Tanaman membutuhkan sinar matahari penuh (full sun), sekitar 6–8 jam per hari, untuk menunjang fotosintesis dan pembentukan gula dalam buah.

Propagasi (Perbanyakan) Apel Fuji
Setelah syarat lokasi terpenuhi, Anda bisa memilih metode perbanyakan yang tepat.
Beberapa metode umum untuk apel fuji:
- Cangkok dan Okulasi (Grafting & Budding)
- Paling sering digunakan secara komersial.
- Batang bawah (rootstock) dipilih dari varietas yang kuat dan adaptif.
- Batang atas (entres) berasal dari pohon apel fuji unggul.
- Stek
- Bisa dilakukan, tetapi untuk apel, tingkat keberhasilan tidak setinggi cangkok/okulasi.
- Perlu perlakuan hormon perangsang akar dan media sterlil.
- Perbanyakan Generatif (Biji)
- Dipakai lebih untuk pemuliaan dan penelitian.
- Tanaman dari biji tidak selalu mempertahankan sifat unggul kultivar, sehingga kurang ideal untuk budidaya produksi.
Dengan memahami metode perbanyakan ini, Anda dapat memilih teknik yang paling sesuai dengan tujuan, apakah untuk hobi atau produksi skala lebih besar.
Sejarah Apel Fuji: Dari Fujisaki ke Seluruh Dunia
Setelah mengulas aspek budidaya, kita kembali ke cerita di balik lahirnya kultivar ini.
Apel fuji lahir pada tahun 1962 di Pusat Penelitian Hortikultura Fujisaki di Aomori, Jepang. Peneliti Jepang melakukan persilangan beberapa varietas apel unggul—umumnya dikenal sebagai hasil kombinasi antara ‘Ralls Janet’ dan ‘Red Delicious’—untuk menghasilkan apel dengan:
- Rasa lebih manis
- Tekstur lebih renyah
- Ketahanan simpan lebih lama
Lahir di Kota Fujisaki, Prefektur Aomori
Apel Fuji, yang awalnya memiliki kekurangan seperti perkembangan warna yang buruk, dan para petani apel di Prefektur Aomori enggan untuk membudidayakannya. Namun, seorang produsen, Masami Saito (dikenal sebagai “bapak pendiri apel Fuji”), dengan cepat menyadari rasa yang enak dan daya tahan simpan yang lama dari apel Fuji, dan yakin bahwa “apel ini akan menjadi varietas utama di masa depan.” Ia mengatasi banyak kesulitan dan menetapkan metode untuk membudidayakan apel Fuji. Saito dengan murah hati memotong cabang dari pohon Fuji yang ia budidayakan dan membagikannya kepada para produsen yang ingin membudidayakan apel Fuji. Berkat upaya Saito dan lainnya, budidaya apel Fuji menjadi meluas.
Nama “Fuji” diambil dari kata “Fuji” pada Fujisaki, lokasi pusat penelitian tersebut. Penamaan ini sering disalahartikan sebagai merujuk pada Gunung Fuji, padahal asalnya jelas dari nama daerah Fujisaki.
Baca juga: Kultivar: Senjata Rahasia di Balik Tanaman Unggul Modern
Seiring waktu, apel fuji mendapat sambutan sangat baik di pasar domestik Jepang karena rasa yang sangat manis dan tampilan yang menarik. Setelah itu, kultivar ini menyebar ke Amerika Serikat dan negara-negara lain. Kini, apel fuji menjadi salah satu apel yang paling sering dibudidayakan di dunia, terutama karena:
- Permintaan konsumen yang tinggi
- Kemampuan disimpan berbulan-bulan dalam cold storage tanpa kehilangan kualitas
- Kesesuaian untuk konsumsi segar maupun olahan
Dengan latar belakang sejarah tersebut, tidak mengherankan jika apel fuji menjadi ikon baru di antara varietas apel modern.
Kandungan Nutrisi Apel Fuji per 100 Gram
Setelah mengenal sejarahnya, kita beralih ke alasan lain mengapa apel fuji menarik: kandungan nutrisinya.
Tabel berikut menggambarkan kandungan gizi apel (termasuk apel fuji) per 100 gram bagian yang dapat dimakan:
| Komponen | Jumlah per 100 g (±) |
|---|---|
| Energi | 52 kkal |
| Air | 85,6 g |
| Karbohidrat total | 13,8 g |
| Gula total | 10,4 g |
| Serat pangan | 2,4 g |
| Protein | ,3 g |
| Lemak | ,2 g |
| Kalsium | 6 mg |
| Fosfor | 11 mg |
| Kalium | 107 mg |
| Magnesium | 5 mg |
| Vitamin C | 4,6 mg |
| Vitamin A (RAE) | 3 µg |
| Vitamin K | 2,2 µg |
| Folat | 3 µg |
Rujukan komposisi gizi apel dapat Anda lihat pada:
Perlu diingat, kandungan nutrisi bisa sedikit berbeda tergantung varietas, tingkat kematangan, dan kondisi budidaya, tetapi apel fuji secara umum memiliki profil gizi yang sebanding dengan apel meja lainnya.

Manfaat Kesehatan Apel Fuji
Setelah mengetahui kandungan nutrisinya, sekarang kita hubungkan langsung dengan manfaat kesehatan yang bisa Anda peroleh dari konsumsi apel fuji.
- Mendukung Kesehatan Pencernaan
Kandungan serat, terutama pektin, membantu melancarkan pencernaan dan mendukung mikrobiota usus. Konsumsi serat yang cukup juga membantu mencegah konstipasi. - Membantu Menjaga Berat Badan
Apel fuji rendah kalori, tetapi kaya serat dan air. Kombinasi ini membuat Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengontrol asupan kalori harian. - Menopang Kesehatan Jantung
Serat larut dan antioksidan dalam apel dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol “jahat”) dan mendukung kesehatan pembuluh darah. - Sumber Antioksidan
Apel mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid dan polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Zat ini membantu melawan radikal bebas, yang terkait dengan penuaan dini dan berbagai penyakit kronis. - Mendukung Pengendalian Gula Darah
Meskipun manis, apel fuji memiliki indeks glikemik yang relatif rendah ketika dikonsumsi utuh dengan kulit. Serat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga lonjakan gula darah dapat berkurang. - Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
Mengunyah apel merangsang produksi saliva (air liur). Hal ini membantu menetralkan asam di mulut dan dapat mendukung kesehatan gigi, meskipun menyikat gigi tetap wajib dilakukan.
Dengan manfaat-manfaat tersebut, apel fuji dapat menjadi pilihan buah harian yang lezat dan menyehatkan.
Fakta Unik Apel Fuji
Setelah membahas manfaat kesehatan, mari kita lihat beberapa fakta menarik yang membuat apel fuji semakin istimewa.
- Sangat Manis Dibanding Varietas Lain
Apel fuji termasuk salah satu kultivar dengan tingkat kemanisan tinggi. Skor Brix (ukuran kandungan gula) apel fuji sering lebih tinggi dibanding banyak varietas lain. - Daya Simpan Luar Biasa
Dalam penyimpanan dingin yang tepat, apel fuji bisa bertahan berbulan-bulan tanpa kehilangan banyak kualitas rasa dan tekstur. Fakta ini membuatnya sangat disukai pelaku industri. - Serbaguna untuk Berbagai Olahan
Walau paling nikmat dimakan segar, apel fuji juga cocok untuk jus, smoothie, salad, pie, bahkan saus apel. Tekstur renyahnya tetap terasa menyenangkan setelah diolah ringan. - Kulit Berwarna Menarik dan Bervariasi
Warna merah pada kulitnya dapat bervariasi dari merah muda cerah sampai merah pekat dengan pola belang atau strip. Variasi ini sering menjadi daya tarik visual di rak buah. - Populer di Berbagai Budaya
Di Jepang dan beberapa negara lain, apel fuji pernah menjadi buah hadiah karena tampilannya yang cantik dan kesan “premium”. Hingga kini, banyak konsumen menganggapnya sebagai apel kelas atas.
Fakta-fakta ini memperkuat posisi apel fuji sebagai buah yang bukan hanya enak, tetapi juga menarik dari sisi ekonomi dan budaya.
Kesimpulan
Apel fuji adalah kultivar apel unggul yang lahir dari proses pemuliaan di Pusat Penelitian Hortikultura Fujisaki pada tahun 1962. Dengan rasa sangat manis, tekstur renyah, dan daya simpan panjang, apel fuji telah menyebar dari Jepang ke berbagai negara di dunia.
Tanaman apel fuji termasuk dalam genus Malus, membutuhkan iklim sejuk, tanah subur dengan drainase baik, dan sinar matahari cukup. Perbanyakan umumnya dilakukan melalui cangkok atau okulasi untuk mempertahankan sifat unggulnya.
Dari sisi gizi, apel fuji kaya karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral penting. Manfaat kesehatannya meliputi dukungan bagi kesehatan pencernaan, jantung, pengendalian berat badan, dan perlindungan antioksidan. Ditambah dengan fakta unik seperti rasa yang sangat manis dan fleksibilitas pengolahan, apel fuji pantas menjadi pilihan utama di meja makan Anda.
Baca juga: Buah Peach: Rahasia Manis yang Sehat & Menggoda
FAQ Seputar Apel Fuji
1. Apa perbedaan apel fuji dengan apel biasa?
Apel fuji umumnya lebih manis, lebih renyah, dan lebih tahan simpan dibanding banyak varietas apel lainnya. Kulitnya memiliki kombinasi warna hijau kekuningan dan merah yang khas.
2. Apakah apel fuji baik untuk diet?
Ya. Apel fuji rendah kalori, kaya serat, dan mengandung banyak air, sehingga membantu rasa kenyang lebih lama dan mendukung program pengendalian berat badan.
3. Apel fuji sebaiknya dimakan dengan kulit atau dikupas?
Sebaiknya dimakan dengan kulit (setelah dicuci bersih), karena banyak serat dan senyawa antioksidan terdapat di kulit dan lapisan tepat di bawah kulit.
4. Berapa lama apel fuji bisa disimpan?
Dalam kulkas dengan suhu rendah dan stabil, apel fuji dapat disimpan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Di suhu ruang, kualitas terbaiknya umumnya bertahan 1–2 minggu.
5. Apakah apel fuji bisa ditanam di Indonesia?
Bisa, terutama di daerah dataran tinggi yang berhawa sejuk, seperti beberapa wilayah pegunungan. Namun, budidayanya memerlukan teknik khusus dan penyesuaian varietas rootstock (batang bawah) yang tepat.
6. Apel fuji cocok untuk olahan apa saja?
Apel fuji cocok dimakan segar, dijadikan jus, smoothie, salad buah, topping oatmeal, pie apel, atau saus apel. Rasa manisnya sering mengurangi kebutuhan tambahan gula dalam olahan.
Semoga bermanfaat, sehat selalu!
Salam tetanam!
jak@tetanam







