Tanaman ciplukan (di daerah lain kadang disebut Cecendet, Ceplukan) merupakan tumbuhan liar yang sering dianggap sebagai gulma, namun menyimpan segudang manfaat kesehatan. Dua spesies ciplukan yang umum ditemukan di Indonesia adalah Physalis angulata dan Physalis minima. Artikel ini akan membahas mengenai tanaman Ciplukan, mulai dari taksonomi, morfologi, sebaran geografis, kandungan kimia, hingga cara budidayanya.
Daftar isi:
Taksonomi dan Morfologi Tanaman Ciplukan
Klasifikasi Ilmiah
Tanaman ciplukan termasuk dalam klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
- Kingdom: Plantae
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Magnoliopsida
- Ordo: Solanales
- Famili: Solanaceae
- Genus: Physalis
- Spesies: Physalis angulata dan Physalis minima
Tanaman ini masih berkerabat dekat dengan tomat, terong, dan cabai karena berada dalam satu famili Solanaceae.
Baca juga: Pengelompokan Tanaman: Metode yang Digunakan Para Ahli
Morfologi Physalis angulata
Physalis angulata atau ciplukan besar memiliki karakteristik morfologi sebagai berikut:
- Tinggi tanaman dapat mencapai 1 meter
- Batang berbentuk silindris, berongga, berwarna hijau keunguan dengan banyak percabangan
- Daun tunggal, berbentuk oval dengan ujung runcing, tepi bergerigi, dan permukaan yang halus
- Bunga tunggal berwarna kuning cerah dengan corong pendek
- Buah berbentuk bulat dengan diameter 1,5-2 cm, diselubungi kelopak yang membentuk seperti lentera
- Biji berwarna kuning kecoklatan, sangat kecil dan banyak

Morfologi Physalis minima
Physalis minima atau ciplukan kecil memiliki karakteristik morfologi yang hampir serupa dengan Physalis angulata, namun dengan beberapa perbedaan:
- Tinggi tanaman lebih pendek, hanya mencapai sekitar 30-60 cm
- Batang lebih ramping dengan percabangan yang lebih sedikit
- Daun berukuran lebih kecil dengan bentuk yang lebih membulat
- Buah berukuran lebih kecil dengan diameter sekitar 1-1,5 cm
- Kelopak buah yang menyelubungi lebih kompak

Ciri khas kedua spesies ini adalah buahnya yang diselubungi oleh kelopak berbentuk seperti lentera (calyx) yang membesar dan mengering saat buah matang.
Sebaran Geografis dan Syarat Tumbuh
Sebaran Geografis
Tanaman ciplukan merupakan tanaman yang memiliki sebaran geografis yang luas. Kedua spesies Physalis angulata dan Physalis minima tersebar di berbagai wilayah tropis dan subtropis di dunia, termasuk:
- Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand)
- Asia Selatan (India, Bangladesh, Sri Lanka)
- Australia bagian utara
- Afrika tropis
- Amerika Tengah dan Selatan
Di Indonesia, tanaman ciplukan dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah, dari Sumatera hingga Papua. Tanaman ini tumbuh subur di berbagai habitat, mulai dari dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut.
Syarat Tumbuh
Tanaman ciplukan dikenal sebagai tumbuhan yang adaptif dengan berbagai kondisi lingkungan. Berikut syarat tumbuh optimal untuk tanaman ciplukan:
- Suhu: Tumbuh optimal pada suhu 20-32°C
- Ketinggian: Dapat tumbuh dari dataran rendah hingga ketinggian 1.600 mdpl
- Tanah: Menyukai tanah yang gembur, kaya bahan organik, dengan drainase yang baik
- pH Tanah: Toleran terhadap pH 5,5-7,5
- Sinar Matahari: Membutuhkan paparan sinar matahari penuh, meskipun dapat bertahan pada kondisi sedikit ternaungi
- Kelembaban: Tumbuh baik pada kelembaban sedang, tidak terlalu kering atau terlalu basah
- Curah Hujan: Dapat tumbuh optimal pada daerah dengan curah hujan 1.000-2.500 mm per tahun
Kemampuan adaptasinya yang tinggi membuat ciplukan sering ditemukan tumbuh liar di pekarangan, pinggir jalan, area perkebunan, atau lahan kosong yang tidak terawat.
Kandungan Senyawa Kimia dan Pemanfaatannya
Kandungan Senyawa Kimia
Tanaman ciplukan kaya akan berbagai senyawa bioaktif yang berkhasiat untuk kesehatan. Beberapa kandungan kimia penting dalam tanaman ciplukan meliputi:
- Alkaloid: Fisalin A, B, D, F, dan G yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antikanker
- Flavonoid: Luteolin, quercetin, dan kaempferol yang berfungsi sebagai antioksidan kuat
- Saponin: Berperan sebagai antimikroba dan antijamur
- Tanin: Memiliki sifat astringen dan antimikroba
- Steroid: Withanolides yang memiliki sifat antiinflamasi dan imunostimulan
- Vitamin: Vitamin C, B1, B2, dan karoten
- Mineral: Kalsium, fosfor, zat besi, dan kalium
Kandungan nutrisi dalam buah ciplukan per 100 gram:
- Kalori: 53 kcal
- Protein: 1,9 g
- Lemak: 0,7 g
- Karbohidrat: 11,5 g
- Serat: 4,9 g
- Kalsium: 10 mg
- Fosfor: 38 mg
- Zat besi: 1,2 mg
- Vitamin C: 43 mg
- Vitamin A: 648 IU

Pemanfaatan Tanaman Ciplukan
Berdasarkan kandungan kimianya, tanaman ciplukan telah dimanfaatkan secara tradisional untuk berbagai tujuan:
1. Pemanfaatan untuk Kesehatan
- Antidiabetes: Ekstrak daun ciplukan dapat membantu menurunkan kadar gula darah
- Antihipertensi: Kandungan kalium membantu mengontrol tekanan darah
- Antiinflamasi: Fisalin dan flavonoid berperan mengurangi peradangan
- Antikanker: Penelitian menunjukkan potensi senyawa fisalin dalam menghambat pertumbuhan sel kanker
- Antioksidan: Flavonoid dan vitamin C melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas
- Diuretik: Membantu meningkatkan produksi urin dan mengeluarkan toksin
- Hepatoprotektor: Melindungi fungsi hati dan membantu regenerasi sel hati
- Antimikroba: Efektif melawan beberapa jenis bakteri patogen
2. Pemanfaatan dalam Kuliner
- Buah ciplukan matang dapat dikonsumsi langsung sebagai buah segar
- Diolah menjadi selai, jus, atau campuran salad buah
- Di beberapa negara seperti Kolombia dan Meksiko, ciplukan (dikenal sebagai “gooseberry”) digunakan dalam berbagai hidangan dessert
3. Pemanfaatan dalam Industri
- Ekstrak ciplukan digunakan dalam berbagai produk herbal
- Bahan baku suplemen kesehatan
- Potensial sebagai bahan biopestisida alami karena kandungan alkaloidnya
Cara Menanam Tanaman Ciplukan (Tips dan Trik)
Meskipun tanaman ciplukan sering tumbuh liar, budidaya secara intensif dapat menghasilkan tanaman dan buah dengan kualitas yang lebih baik. Berikut cara menanam ciplukan beserta tips dan triknya:
1. Perbanyakan Tanaman
Ciplukan dapat diperbanyak melalui dua cara:
Perbanyakan dengan Biji
- Persiapan Biji:
- Pilih buah ciplukan yang sudah matang sempurna
- Keluarkan biji dari buah dan keringkan selama 1-2 hari
- Rendam biji dalam air hangat selama 6-12 jam untuk mempercepat perkecambahan
- Penyemaian:
- Siapkan media semai berupa campuran tanah, kompos, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1
- Tabur biji secara merata di atas media semai
- Tutup dengan lapisan tanah tipis sekitar 0,5 cm
- Jaga kelembaban media dengan menyiram secara teratur
- Pemindahan Bibit:
- Bibit siap dipindahkan ke polybag atau lahan ketika telah memiliki 3-4 daun sejati, biasanya pada umur 3-4 minggu setelah semai
Perbanyakan dengan Setek
- Pilih batang yang sehat dan tidak terlalu tua
- Potong sepanjang 15-20 cm dengan minimal 2-3 ruas daun
- Rendam bagian bawah setek dalam hormon perangsang akar (jika tersedia)
- Tanam pada media berupa campuran tanah dan kompos
- Jaga kelembaban hingga muncul tunas baru
2. Persiapan Lahan atau Media Tanam
- Untuk Penanaman di Polybag:
- Gunakan polybag berukuran minimal 30×30 cm
- Campurkan tanah kebun, kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1
- Tambahkan pupuk kandang matang sebanyak 20% dari volume media
- Untuk Penanaman di Lahan:
- Olah tanah hingga gembur sedalam 20-30 cm
- Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm dan tinggi 20-30 cm
- Tambahkan pupuk kandang matang sebanyak 2-3 kg per meter persegi
- Biarkan terpapar sinar matahari selama 1-2 minggu sebelum penanaman
Baca juga:
- Apa Itu Media Tanam? Panduan Lengkap untuk Pemula
- Daftar Harga Polybag & Planterbag: Update Terbaru
- Daftar Harga Bibit Tanaman Herbal: Update Terbaru
3. Penanaman
- Buat lubang tanam dengan jarak 60-80 cm antar tanaman
- Letakkan bibit ke dalam lubang tanam dengan hati-hati
- Tutup dengan tanah hingga batas leher akar
- Padatkan tanah di sekitar bibit secara perlahan
- Siram hingga basah merata
4. Pemeliharaan Tanaman Ciplukan
Penyiraman
- Lakukan penyiraman secara teratur, terutama pada pagi atau sore hari
- Pada musim kemarau, siram 1-2 kali sehari
- Pada musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman untuk mencegah kelembaban berlebih
Pemupukan
- Berikan pupuk organik cair setiap 2-3 minggu sekali
- Tambahkan pupuk NPK dengan dosis 5-10 gram per tanaman setiap bulan
- Pengaplikasian pupuk kandang susulan setiap 2-3 bulan sekali
Pengendalian Gulma
- Lakukan penyiangan secara berkala, terutama pada fase awal pertumbuhan
- Gunakan mulsa organik (jerami atau sekam) untuk menekan pertumbuhan gulma
Pengajiran
- Pasang ajir dari bambu setinggi 1-1,5 meter untuk menopang pertumbuhan tanaman
- Ikat batang utama ke ajir menggunakan tali rafia atau tali yang tidak melukai batang
Pengendalian Hama dan Penyakit
- Hama utama yang menyerang ciplukan antara lain kutu daun, thrips, dan ulat
- Penyakit yang sering muncul adalah busuk batang, layu fusarium, dan virus mosaik
- Lakukan pengendalian secara terpadu dengan:
- Sanitasi kebun yang baik
- Penggunaan pestisida nabati (ekstrak daun nimba atau bawang putih)
- Rotasi tanaman untuk memutus siklus hama dan penyakit
Baca juga: 10 Hama Tanaman: Faktor Penyebab dan Cara Mengatasinya
5. Pemanenan
- Waktu Panen:
- Buah ciplukan siap dipanen ketika kelopak buah mengering dan berwarna kecoklatan
- Buah matang ditandai dengan warna kuning keemasan
- Umumnya panen pertama dapat dilakukan pada umur 2,5-3 bulan setelah tanam
- Cara Panen:
- Petik buah dengan hati-hati bersama kelopaknya
- Gunakan gunting untuk memotong tangkai buah
- Panen pada pagi hari untuk mendapatkan buah dengan kesegaran optimal
- Pasca Panen:
- Bersihkan buah dari kotoran yang menempel
- Keringkan kelopak buah jika ingin menyimpan dalam waktu lebih lama
- Simpan buah dalam wadah berlubang pada suhu ruang (dapat bertahan 3-5 hari)
- Untuk penyimpanan lebih lama, simpan dalam lemari pendingin pada suhu 8-10°C
Tips dan Trik Sukses Menanam Tanaman Ciplukan
- Pemilihan Lokasi Tepat:
- Pilih lokasi yang mendapat sinar matahari penuh
- Hindari area yang sering tergenang air
- Pastikan sirkulasi udara baik untuk mencegah serangan jamur
- Perhatikan Jarak Tanam:
- Jangan terlalu rapat untuk mencegah persaingan nutrisi dan serangan penyakit
- Jarak ideal adalah 60-80 cm antar tanaman
- Pemangkasan:
- Lakukan pemangkasan tunas air (tunas yang tumbuh di ketiak daun) secara berkala
- Potong cabang yang terlalu rimbun untuk memaksimalkan aliran udara
- Batasi tinggi tanaman dengan memotong ujung batang utama untuk mendorong pertumbuhan lateral
- Rotasi Tanaman:
- Jangan menanam ciplukan berturut-turut di lahan yang sama
- Lakukan rotasi dengan tanaman dari famili berbeda seperti kacang-kacangan atau kubis-kubisan
- Pemanfaatan Pupuk Organik:
- Gunakan kompos atau pupuk kandang matang untuk meningkatkan kesuburan tanah
- Aplikasikan pupuk hijau seperti daun leguminosa untuk menambah nitrogen alami
- Waktu Tanam Optimal:
- Mulai penanaman di awal musim hujan atau pada periode dengan curah hujan sedang
- Hindari penanaman pada musim kemarau panjang kecuali jika irigasi tersedia
Tanaman ciplukan (Physalis angulata dan Physalis minima) merupakan tumbuhan berpotensi tinggi yang sering terabaikan. Dengan kandungan senyawa bioaktif yang beragam, tanaman ini memiliki berbagai manfaat kesehatan yang telah dibuktikan secara tradisional maupun ilmiah. Budidaya tanaman ciplukan relatif mudah dilakukan dan dapat menjadi alternatif usaha pertanian skala kecil hingga menengah yang menjanjikan.
Dengan memperhatikan teknik budidaya yang tepat seperti yang telah dipaparkan dalam artikel ini, tanaman ciplukan dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas tinggi. Pengembangan tanaman ciplukan sebagai komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi layak untuk dipertimbangkan mengingat potensi pasar dan manfaatnya yang beragam.
Salam tetanam!